Current Issues

Covid-19 Dikaitkan dengan Peningkatan Kasus Baru Diabetes Tipe 1 Pada Remaja

Dwiwa

Posted on September 24th 2022

Anak-anak yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena diabetes tipe 1 (T1D). Hal ini diungkap sebuah studi baru yang menganalisis catatan kesehatan elektronik lebih dari 1 juta pasien berusia 18 tahun ke bawah.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open melaporkan bahwa anak-anak dan remaja yang tertular Covid-19 lebih rentan mengembangkan T1D dalam enam bulan setelah diagnosis Covid mereka.

Temuan para peneliti di Case Western Reserve University School of Medicine ini menunjukkan peningkatan 72 persen dalam diagnosis baru T1D pada pasien Covid-19 berusia 18 tahun ke bawah. Tetapi penelitian menekankan bahwa tidak jelas apakah Covid-19 memicu timbulnya T1D baru.

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat sekitar 187.000 anak-anak dan remaja di bawah 20 tahun hidup dengan T1D secara nasional.

"Diabetes tipe 1 dianggap sebagai penyakit autoimun," kata Pamela Davis, Profesor Kehormatan Universitas dan Profesor Riset Arline H. dan Curtis F. Garvin di Case Western Reserve School of Medicine, penulis korespondensi studi.

"Itu terjadi sebagian besar karena pertahanan kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin, sehingga menghentikan produksi insulin dan menyebabkan penyakit. Covid telah diketahui dapat meningkatkan respons autoimun, dan temuan kami saat ini memperkuat hal itu."

Tim menganalisis catatan kesehatan elektronik yang tidak teridentifikasi dari hampir 1,1 juta pasien berusia 18 tahun ke bawah di Amerika Serikat dan 13 negara lain yang didiagnosis dengan infeksi SARS-CoV-2 antara Maret 2020 dan Desember 2021. Selain itu, tim juga menganalisis mereka yang didiagnosis dengan Infeksi pernapasan tidak terkait Covid selama periode yang sama.

Populasi penelitian selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok: pasien hingga usia 9 tahun dan mereka yang berusia 10-18 tahun. Setelah pencocokan statistik yang cermat untuk memperhitungkan usia, demografi dan riwayat keluarga diabetes, ada 285.628 di setiap kelompok dengan total 571.256 pasien.

Hasilnya, dalam enam bulan setelah infeksi SARS-CoV2, 123 pasien (0,043 persen) telah menerima diagnosis baru T1D. Sementara hanya ada 72 pasien (0,025 persen) yang menerima diagnosis baru setelah infeksi pernapasan non-Covid. Artinya ada peningkatan 72 persen pada diagnosis baru.

Selain itu, dalam satu, tiga dan enam bulan setelah infeksi, risiko diagnosis T1D secara substansial lebih besar pada mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2 dibandingkan dengan mereka yang memiliki infeksi pernapasan non-Covid. Hasil serupa dilaporkan pada pasien pada kelompok usia bayi 9 tahun dan 10 hingga 18 tahun.

"Keluarga yang memiliki risiko tinggi diabetes tipe 1 pada anak-anak mereka harus sangat waspada terhadap gejala diabetes setelah Covid. Dokter anak harus waspada terhadap masuknya kasus baru diabetes tipe 1, terutama karena varian Omicron dari Covid menyebar begitu cepat di antara anak-anak," kata Davis.

"Kita mungkin melihat peningkatan substansial pada penyakit ini dalam beberapa bulan atau tahun mendatang. Diabetes tipe 1 adalah tantangan seumur hidup bagi mereka yang memilikinya, dan peningkatan insiden mewakili sejumlah besar anak-anak yang menderita."

Penulis korespondensi lain, Rong Xu, profesor Informatika Biomedis di Fakultas Kedokteran dan direktur Center for Artificial Intelligence in Drug Discovery, mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa apakah peningkatan risiko T1D onset baru setelah infeksi SARS-CoV-2 di pasien anak akan bertahan, siapa yang rentan, dan cara mengobati T1D terkait Covid-19 pada anak.

"Kami juga sedang menyelidiki kemungkinan perubahan dalam perkembangan diabetes tipe 2 pada anak-anak setelah infeksi SARS-CoV-2," kata Xu.

Menurut CDC, T1D paling sering terjadi pada anak-anak. Sedangkan diabetes tipe 2 (T2D) dikenal sebagai "diabetes onset dewasa" dan berkembang dari waktu ke waktu, seringkali disebabkan pasien menjadi resisten terhadap efek insulin dan karena pankreas berhenti membuat cukup insulin.

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Ini Rencana WHO untuk Keluar dari Fase Darurat Pandemi

Current Issues
Pernah Kena Covid-19 Memang Bisa Lebih Kebal, tapi Tetap Lebih Aman Vaksin

Current Issues
Sempat Disebut Kesalahan Lab, Ini Fakta Varian Deltacron yang Kini Diakui WHO