Entertainment

Ana de Armas Mengunjungi Makam Marilyn Monroe, Minta Izin Syuting 'Blonde'

Jingga Irawan

Posted on September 21st 2022

Ana de Armas bersama tim produksi mengunjungi makam Marilyn Monroe untuk meminta izin membuat Blonde. Saat melakukan wawancara dengan AnOther Magazine, de Armas mengungkapkan bahwa dia dan kru lainnya memiliki cara yang menarik untuk berhubungan dengan Monroe saat syuting. 

Seperti yang diceritakan de Armas, mereka menandatangani sebuah kartu dan meletakkannya di atas kuburan Monroe sebagai cara "meminta izin" dari sang bintang untuk menceritakan versi kisahnya ini. 

“Kami mendapat kartu besar ini dan semua orang di kru menulis pesan kepadanya. Kemudian kami pergi ke kuburan dan meletakkannya di kuburannya. Kami meminta izin dengan cara tertentu. Semua orang merasakan tanggung jawab yang besar, dan kami sangat menyadari sisi cerita yang akan kami ceritakan,” kata de Armas.

Terlahir sebagai Norma Jeane Mortenson, Marilyn Monroe dikenal memiliki hubungan yang rumit dengan persona publiknya. Dia akhirnya meninggal dunia akibat overdosis obat pada usia 36 tahun. 

Baca Juga: Alasan Viserys Mendukung Rhaenyra Sebagai Pewarisnya di ‘House Of The Dragon’

Kehidupan pribadi sang aktor sering dikomentari oleh publik dan media. Membuat proyek apa pun yang berusaha mencatat peristiwa-peristiwa sensasional itu semakin rumit. Menurut de Armas, dia mendalami perannya dengan sangat menghormati mendiang pemain. Mengunjungi makamnya untuk meminta izin menjadi salah satu cara de Armas agar bisa membangun chemistry itu.

Tak peduli jika banyak orang menyebut pendekatan de Armas untuk berhubungan dengan Monroe aneh, jelas bahwa dia menjalankan tugasnya sebagai aktor yang menghidupkan kembali bintang muda itu dengan sangat serius. 

Meskipun sudah ada begitu banyak film biografi dan proyek tentang Monroe, Blonde sukses membuat ciri khas tersendiri. Dengan mayoritas reaksi positif didapatkan menjelang rilis 28 September di Netflix, Blonde menjanjikan potret bintang ikonik dengan cerita yang fresh.

Baca Juga: 'House of the Dragon': Mengapa Disebut "Seven Kingdoms" Padahal Ada 9?

Netflix mengerjakan Blonde setelah banyak media memfokuskan kehidupan sosok Monroe sebagai bintang muda Hollywood, termasuk film biografi 2012 My Week with Marilyn, Marilyn Monroe: The Final Days 2001, dan film TV 1991 Norma Jean and Marilyn

Meskipun beberapa proyek lebih condong ke biografi, yang lain mengambil kebebasan dengan kehidupan ikon dan mengarang aspek sejarah, Blonde mendasarkan ceritanya pada novel Joyce Carol Oates tahun 2000 dengan nama yang sama daripada kehidupan nyata Monroe.

Disutradarai oleh Andrew Dominik, Blonde telah dipasarkan sebagai eksplorasi kehidupan Monroe yang hampir tak ada larangannya, bahkan mendapatkan peringkat NC-17. Bersama de Armas, film ini akan dibintangi oleh Adrien Brody sebagai Arthur Miller, Bobby Cannavale sebagai Joe DiMaggio, Julianne Nicholson sebagai Gladys Pearl Baker, dan Caspar Phillipson sebagai John F. Kennedy. 

Foto: Netflix

Artikel Terkait
Entertainment
Ana de Armas Berubah Menjadi Marilyn Monroe di Trailer 'BLONDE'

Entertainment
Netflix Tunda Rilis Filim Tentang Marilyn Monroe ‘Blonde’ Hingga Tahun Depan

Entertainment
Sinopsis ‘The Sandman’: Kisahkan Perjalanan Master Mimpi dari DC Comics