Current Issues

Kasus Covid-19 Makin Terkendali, Kapan Kita Boleh Lepas Masker?

Dwiwa

Posted on September 16th 2022

Banyak kabar baik soal pandemi Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan saat ini, situasinya pun cenderung terkendali. Bahkan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jika akhir pandemi sudah di depan mata.

Meski begitu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr dr Erlina Burhan, MSc, Sp.P.(K) meminta masyarakat untuk tidak euforia dengan kondisi saat ini.

"Alhamdulillah, meskipun sekarang ada varian baru Omicron tetapi tidak sampai puncak, hanya riak-riak saja. Pasien di RS dan kematian juga menurun, ini memang arah endemi tapi jangan terlalu euforia, tetap hati-hati," ujarnya di Jakarta, Kamis seperti dilansir Antara.

Dalam media briefing "Pentingnya Vaksinasi Booster dalam Melindungi Masyarakat dari Akibat Serius Penyakit Covid-19 Termasuk Rawat Inap dan Kematian", Erlina mengingatkan pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini tidak terduga, situasinya masih sangat dinamis.

"Dulu kita merasa segera endemi, bahkan kasus harian di bawah 300 orang. Tiba-tiba muncul Omicron, puncaknya melebihi Delta yang sekitar 54.000 kasus, Omicron sekitar 60.000 kasus," jelasnya.

Dokter spesialis pulmonologi dan pengobatan pernapasan (paru-paru) itu berharap, kebiasaan baik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan, memakai masker harus tetap dilaksanakan. Di samping itu, cakupan vaksinasi penguat alias booster juga harus ditingkatkan.

"Untuk vaksinasi primer Indonesia bagus, vaksin pertama 86 persen, kedua 72 persen, namun yang menjadi masalah adalah capaian untuk vaksinasi booster atau suntikan ketiga masih rendah sekitar 26 persen," tuturnya.

Erlina mengatakan jika vaksinasi penguat dapat melindungi diri dari infeksi berat sehingga tidak sampai dirawat di rumah sakit. Selain itu, cakupan atau presentasi vaksinasi bosster tinggi juga bisa menjadi salah satu penyebab kemungkinan orang bisa melepas masker di ruang terbuka.

"Kalau cakupan vaksinasi booster sudah tinggi dan penularan atau transmisi dari virus di masyarakat sudah menurun dan terkendali, kemungkinan untuk kita buka masker di ruang terbuka itu ada," ujarnya.

Erlina yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu mengingatkan, kemungkinan orang dapat melepas masker di ruang terbuka tak dipengaruhi dari seringnya ia mendapatkan suntikan vaksin.

"Ada kemungkinan kita akan lepas masker? Ada. Tetapi kondisinya bukan karena sering divaksin," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), M. Trop.Paed menyarankan orang-orang saat ini tetap mengenakan masker karena virus corona masih ada. Dia mengingatkan, masker dapat membantu mengurangi risiko penularan atau transmisi infeksi dan memakai benda ini termasuk kebiasaan baik yang masih harus dipertahankan.

"Virus masuknya utamanya dari lubang hidung bukan dari yang lain. Jadi yang harus kita lindungi itu lubang hidung. Yang bawa virusnya siapa? Orang. Jadi, gimana supaya yang bawa virus tidak menularkan kepada kita? Tutup hidung kita dengan memakai masker," demikian kata Hinky. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Masih Ada Ribuan Desa dan Kelurahan Tak Patuh Protokol Kesehatan

Current Issues
Kasus Harian Indonesia Kembali Tinggi, Lakukan Hal Ini Agar Terlindung Covid-19

Current Issues
Polemik Pedoman Lepas Masker Bagi Orang yang Sudah Divaksin Penuh di Amerika