Sport

Stefan Bardl: Saya Benci Marc Marquez Sembuh Lebih Cepat

Tora Nodisa

Posted on September 14th 2022

Foto: motogp.com

Fans Marc Marquez tentu berharap pembalap andalan tim Repsol Honda tersebut segera kembali ke sirkuit. Dan, tampaknya itu akan terwujud, setelah adanya konfirmasi resmi dari Repsol Honda bahwa Marquez siap balapan lagi di sirkuit Aragon, pekan depan. Tapi ternyata ada yang benci dengan situasi ini. Dia adalah Stefan Bradl, yang notabene sama-sama berstatus pembalap Repsol Honda. 

Dinamika di MotoGP memang cukup menarik untuk diikuti. Termasuk persaingan pembalap, meski mereka berada di tim yang sama. Repsol Honda secara resmi punya dua pembalap utama, yaitu Marc Marquez dan Pol Espargaro. Tapi tidak banyak diketahui orang bahwa ada pembalap ketiga, atau pengganti yang ada dalam daftar tim tersebut. Dia adalah Stefan Bradl, yang bergabung dengan tim Repsol Honda sejak tahun 2019. 

Bradl memang jarang tampil. Pada tahun 2019 saja, dia hanya balapan tiga kali. Kemudian pada tahun 2021, Bradl balapan lima kali dalam semusim. Bradl menjadi pengganti Marquez ketika pembalap utama tersebut mengalami masalah, atau sedang masa pemulihan setelah kecelakaan. Pada intinya, Bradl harus menunggu rekan-rekannya celaka agar bisa tampil.

Situasi di musim 2022 cukup menguntungkan baginya. Setelah Marquez mengalami masalah dengan lengan kanannya, Bradl tampil lebih banyak. Hingga pekan ini saja, Bradl sudah tampil dalam delapan kali balapan MotoGP. Tapi setelah dia mulai nyaman bersaing dengan pembalap-pembalap lainnya, ada kabar Marquez bakal turun sirkuit lagi. Ini benar-benar menghancurkan hatinya. 

"Menjadi pengganti Marc, tidak pernah jadi tugas yang mudah. Dia pembalap hebat, berharap dia gagal adalah mustahil. Sementara ketika dia tidak ada, sebagai pengganti saya punya beban yang sangat berat. Karena penggemar tentu berharap saya seperti Marquez," jeasnya, dikutip dari situs motosan.es

Secara terang-terangan Bradl menyatakan kalau dia benci dengan situasi sekarang. Marquez sembuh, dan dia harus kembali ke bangku cadangan. Bradl juga sempat merasa iri dengan Marquez yang punya prestasi lebih baik darinya. Padahal secara usia, Marquez lebih muda darinya. 

"Saya iri dengan Marc, terutama di musim pertamanya di MotoGP. Kami tidak terlalu banyak ngobrol, karena kami sempat jadi rival. Saya pernah menang melawan dia, tapi saat ini saya tidak bisa menyusulnya," ungkap pembalap berusia 32 tahun tersebut. "Saya suka pembalap berbakat, tapi kalau dia lebih cepat dari saya, maka saya benci hal itu."

Tapi di tengah persaingan itu, Bradl bisa menerima dengan lapang dada. Dia tidak bisa memaksakan situasi di tim. Terutama ketika statusnya hanya sebagai pembalap pengganti. Di akhir wawancara, Bradl mengatakan kalau prestasi Repsol Honda saat ini jauh lebih penting dari ego masing-masing pembalap. Kembalinya Marc Marquez bisa membawa timnya ke jalur kemenangan lagi. (*)

Artikel Terkait
Sport
Penyebab Kecelakaan di Mandalika dan Kondisi Terbaru Marc Marquez

Sport
Alex Marquez Mengakui Hanya Kakaknya yang Mampu Kendalikan Honda

Sport
Repsol Honda Janjikan Motor yang Kompetitif untuk Marc Marquez Tahun Depan