Lifestyle

Selain Raja Inggris, Charles III Disebut Sebagai Raja Fashion Pria

Tora Nodisa

Posted on September 12th 2022

Foto: The Jakarta Post

Orang yang menyebut bahwa Raja Charles III adalah Raja Fashion Pria adalah Samuel Hine dari situs mode Inggris, GQ. Karena kenyataannya memang demikian. Selama ini, sebelum dinobatkan menjadi raja, Pangeran Charles punya ketertarikan dalam dunia fashion. Pengaruhnya dalam mode busana pria juga sangat kuat. Sehingga ketika dirinya jadi rasa, sorotan terhadap pakaian yang dikenakan akan semakin meningkat. 

Mendiang Ratu Elizabeth II dikreditkan sebagai ratu yang menciptakan diplomasi mode. Maksudnya, Sang Ratu berhasil mengikis anggapan bahwa keluarga kerajaan hanya berpakaian seperti dalam dongeng. Bahkan mendiang Ratu Elizabeth juga sempat mengenakan pakaian dari rumah mode ternama. Tapi putra sulungnya, Charles, seperti duta berjalan. Charles punya hubungan baik dengan beberapa pemilik rumah mode ternama di Inggris. 

"Saya beruntung, karena saya dapat menemukan orang-orang luar biasa yang merupakan desainer brilian dari hal-hal yang saya hargai, dan karena itu, saya mencoba membuat mereka bertahan lebih lama," kata Charles kepada editor majalah Vogue Inggris, Edward Enninful, pada tahun 2020. Jawaban tersebut dilemparkan Charle ketika ditanya soal hubungannya dengan rumah mode Inggris. 

Selain Anderson & Sheppard, Charles juga memiliki hubungan baik dengan Turnbull & Asser, yang membuat kemejanya. Juga dengan John Lobb, yang membuat sepatunya. Pakaiannya memang mahal, tentu saja, tetapi dia merangkul kaum tradisionalis yang mendukung status London sebagai ibukota mode, bukan karena meneriakkan kemewahan. Tetapi karena ada misi penting yang dibawanya, demi kemajuan negaranya. 

Meski pakaiannya berasal dari rumah mode ternama, tapi kenapa Charles tetap terlihat sederhana? Jawabnya karena dia memakai pakaian tersebut berulang-ulang. Sehingga terkesan tidak boros, dan tetap elegan di mata publik. Sebagai contoh, Charles memiliki mantel wol, dibuat oleh Anderson & Sheppard, yang telah dia pakai dalam empat dekade terpisah. Pada pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle, dia mengenakan mantel pagi yang pertama kali dia kenakan pada tahun 1984. 

Pada tahun 2018, minat Raja Charles III pada industri pakaian meningkat. Dia secara resmi membuat British Fashion Council, lalu dua tahun kemudian, yayasan tersebut bekerja sama dengan para mahasiswa mode. Mereka  merilis koleksi fashion berkelanjutan dengan Yoox Net-a-Porter.

Untuk sementara, saat berkabung untuk ibunya, Raja Charles III baru mengenakan pakaian hitam. Tidak ada sorotan yang datang padanya, karena terlihat sangat wajar. Meninggalnya Ratu Inggris Raya yang menjabat selama lebih dari 70 tahun tersebut membuat beberapa rumah mode mencabut keikutsertaan mereka dalam London Fashion Week, yang akan dimulai minggu depan. Merek Burberry dan Raf Simons untuk sementara tidak ikut ajang ini untuk menghormati proses pemakaman Sang Ratu. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Lebih Tahu Tentang King Charles III

Lifestyle
5 Ciri Insecure dalam Hubungan Romantis, Cek Tanda-Tandanya pada Kalian

Lifestyle
5 Tips Menghadapi Pacar Minta Putus Padahal Kamu Nggak Mau