Current Issues

Bikin Heboh, Ini Deretan Data yang Dibocorkan Hacker Bjorka

Dwiwa

Posted on September 11th 2022

Bjorka menjadi salah satu sosok yang kini hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia. Bahkan di Twitter, Bjorka menjadi trending topic dengan lebih dari 135 ribu tweet pada Minggu, 11 September 2022  pukul 16:29 WIB.

Bjorka mulai dikenal masyrakat Indonesia ketika dirinya mengaku memiliki 1,3 miliar data registrasi SIM Card yang ditawarkan di forum Breached. Dugaan kebocoran itu pun membuat heboh berbagai pihak.

Tetapi rupanya aksi hacker anonim itu tidak berhenti di sana. Tak lama berselang, akun Bjorka kembali membagikan sejumlah data yang diklaim berasal dari hasil peretasan berbagai platform di Indonesia.

Berikut deretan data-data yang diklaim telah diretas oleh Bjorka. Data-data yang dibocorkan oleh Bjorka ini masih belum jelas keasliannya. Beberapa di antaranya bahkan sudah dibantah pihak terkait.

 

1. Data Pelanggan Indihome

Sebenarnya sebelum heboh dengan kebocoran data SIM Card, Bjorka lebih dulu mengaku memiliki data sekitar 26 juta pelanggan Indihome pada Agustus 2022. Bjorka mengklaim jika dirinya berhasil mencuri 26 juta riwayat pencarian atau history browsing yang berisi data pribadi seperti nomor induk kependudukan (NIK), jenis kelamin, email, dan keyword.

Namun data ini kemungkinan tidak valid. Sebab perwakilan Telkom Group menyebut jika sistem di Telkom tidak menyimpan riwayat pencarian dan data pribadi secara berdampingan. Telkom juga tidak menggunakan email @telkom.net untuk layanan pelanggan atau kepentingan perusahaan.

2. Data Registrasi Kartu SIM (SIM Card)

Klaim Bjorka soal kepemilikan 1,3 miliar data registrasi kartu SIM masyarakat Indonesia membuat namanya semakin dicari publik. Berdasarkan pengakuannya, data berukuran 87 GB itu berisi tanggal registrasi, nomor telepon, operator seluler, dan NIK.

Menurut pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya, data sampel yang dibocorkan oleh Bjorka itu cukup valid.

3. Data KPU

Data lain yang juga diklaim berhasil dicuri oleh Bjorka adalah milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bjorka mengaku dirinya telah menjual sekitar 105 juta data penduduk Indonesia yang diretas dari database Komisi Pemilihan Umum seharga Rp 74 juta.

File terkompres berukuran 4 GB itu disebar pada Selasa, 6 September 2022. Menurut keterangan Bjorka, isi file itu mencakup NIK, nomor Kartu Keluarga (KK), nama lengkap, alamat domisili, hingga keterangan status disabilitas.

KPU sendiri membantah jika sumber kebocoran data tersebut dari mereka. Menurut sejumlah komisioner KPU, analisis yang dilakukan menunjukkan jika data yang diduga bocor itu bukan yang dimiliki KPU.

4. Dokumen Rahasia Presiden Republik Indonesia

Tak hanya membocorkan data pribadi penduduk Indonesia, Bjorka juga mengklaim telah mengantongi sejumlah dokumen rahasia milik Presiden Republik Indonesia. Dia mengaku berhasil mengambil sejumlah data dari Presiden RI periode 2019-2021 yang berukuran 189 MB (uncompressed) dan 40 MB (compressed).

Dalam situs breached.to, terdapat keteranan jika file tersebut berisi dokumen yang dikirim kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara (BIN) yang diberi label rahasia.

Namun pihak BIN maupun Sekretariat Presiden telah membantah terkait kebocoran ini dan mengatakan jika itu hanya kabar bohong.

5. Data Pribadi Menkominfo Johnny G Plate

Aksi Bjorka juga tidak berhenti di sana. Data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate pun turut dibeberkan ke publik. Akun Twitter @darktracer_int membagikan tangkapan layar berisi sejumlah informasi pribadi miliki Johnny yang dibagikan oleh Bjorka.

Dalam tangkapan layar tersebut tertera data yang cukup lengkap. Mulai dari nama lengkap, jenis kelamin, nomor telepon, NIK, KK, alamat rumah, nama istri, hingga ID vaksin.

 

Selain berbagai data di atas, Bjorka baru-baru ini juga mengaku telah mengantongi identitas dalang dibalik kematian aktivis HAM Munir Said Thalib. Menurut Bjorka, otak dibalik pembunuhan Munir bernama Muchdi Purwopranjono. Data pribadinya seperti nomor telepon, email, NIK, alamat, hingga data vaksin pun langsung dibocorkan.

Bjorka juga mengancam akan membobol database dari MyPertamina dalam waktu dekat. Dia mengatakan jika hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap orang Indonesia yang berjuang dan berdemonstrasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
1,3 Miliar Data Kartu SIM Bocor, Pakar Siber Sebut Data Sampel Cukup Otentik

Current Issues
Kominfo: Sampel Data yang Bocor Diduga Kuat Identik dengan Data BPJS

Current Issues
Fakta-Fakta Baru Soal Dugaan Data 279 Juta Penduduk Indonesia yang Bocor