Current Issues

Lebih Tahu Tentang King Charles III

Tora Nodisa

Posted on September 10th 2022

Foto: Associated Press

Kalian tentu sudah tahu, kalau Ratu Elizabeth II sudah meninggal beberapa waktu lalu. Sebagai gantinya, Inggris Raya akan memiliki pemimpin baru yakni King Charles III. Siapa dan apa tugas-tugasnya sebagai Raja Britania Raya, mari kita belajar bersama. 

Pemilik nama lengkap Charles Philip Arthur George adalah putra pertama dari Ratu Elizabeth II. Dia lahir pada 14 November 1948. Charles dinobatkan sebagai Pangeran Wales, sekaligus pewaris tahta Inggris Raya sejak 26 Juli 1958. Ini artinya, Charles merupakan pangeran terlama, karena baru menjadi raja setelah ibunya meninggal. Dilihat dari urutan waktu, maka Charles naik tahta pada tanggal 8 September 2022. Dia dinobatkan sebagai Raja Inggris pada usia 73 tahun. 

Charles muda awalnya jauh dari sorotan media. Sebagai pangeran, dia juga jarang muncul di hadapan publik. Popularitas Charles merangkak naik setelah dirinya menikah dengan Lady Diana Spencer, pada tahun 1981. Dari pernikahan tersebut, lahirlah dua putra mahkota yaitu Pangeran William dan Pangeran Harry. Lalu setelah itu, prahara asmara membuat Charles hancur. 

Pada tahun 1996, Lady Diana dan Charles bercerai, karena keduanya sama-sama selingkuh. Perpisahan tersebut kemudian menjadi pemberitaan besar, setelah Diana meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Paris, pada tahun 1997. Akhirnya Charles hidup sendiri sampai pada tahun 2005 dia menikahi Camila Parker Bowles, yang tak lain adalah pasangan selingkuhnya dulu. Charles mengakui semuanya di media. Camila sendiri sudah bercerai dengan suami pertamanya, Andrew Parkes Bowles pada tahun 1995. 

Sebagai putra tertua, maka Charles yang menggantikan Ratu Elizabeth sebagai pemimpin Britania Raya. Secara resmi dia berganti nama menjadi Raja Charles III. Sekaligus mengubah kedudukan Camila, menjadi permaisuri kerajaan Inggris. Pangeran Willam dan istrinya Catherine, secara langsung juga menjadi Pangeran dan Putri Wales. Status yang sebelumnya disandang oleh ayahnya. 

Charles akan secara resmi diproklamasikan sebagai Raja pada hari Sabtu, 10 September 2022. Upacara penobatan berlangsung di Istana St James di London, di depan badan upacara yang dikenal sebagai Dewan Aksesi. Dewan ini terdiri dari anggota Dewan Penasihat (sekelompok anggota parlemen senior, dulu dan sekarang, dan rekan-rekannya), serta beberapa pegawai negeri senior, komisaris tinggi Persemakmuran, dan Walikota London.

Seharusnya ada lebih dari 700 orang yang hadir. Namun mengingat singkatnya waktu, sejak Ratu Elizabeth II meninggal hingga penobatan, maka jumlahnya hanya sekitar 200 orang. Pada pertemuan tersebut, kematian Ratu Elizabeth akan diumumkan oleh Lord President of the Privy Council (saat ini Penny Mordaunt MP), dan sebuah proklamasi akan dibacakan.

Kata-kata proklamasi dapat berubah, tetapi secara tradisional merupakan serangkaian doa dan janji, memuji raja sebelumnya dan menjanjikan dukungan untuk yang baru. Proklamasi ini kemudian ditandatangani oleh sejumlah tokoh senior termasuk perdana menteri, Uskup Agung Canterbury, dan Lord Chancellor. Seperti semua upacara ini, akan ada perhatian yang diberikan pada apa yang mungkin telah diubah, ditambahkan atau diperbarui, sebagai tanda era baru. 

Bagi kalian penggemar film kartun, khususnya Disney, maka bayangannya kalau seorang pangeran jadi raja, maka akan mendapatkan mahkota. Namun di dunia nyata tidak semudah itu. Memang titik tertinggi simbolis dari aksesi akan menjadi penobatan, ketika Charles secara resmi dimahkotai. Namun banyak hal yang perlu disiapkan sebelum acara ini digelar. Ratu Elizabeth II saja, dulu naik takhta pada Februari 1952, tetapi dia baru mendapatkan mahkota pada Juni 1953. 

Pada klimaks upacara nanti, yang belum diketahui waktunya, Charles akan menerima Mahkota St Edward. Mahkota ini dibuat dengan emas murni, yang berasal dari tahun 1661. Ini adalah inti dari Permata Mahkota di Menara London, dan hanya dikenakan oleh raja pada saat penobatan itu sendiri. Paling tidak beratnya 2,23 kilogram. Sementara untuk penobatan sendiri, banyak yang harus dipersiapkan mulai dari musik pengiring, bunga, minyak khusus, sampai undangan juga harus menyesuaikan penampilannya seperti penobatan raja. Sehingga hal ini tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Raja Charles III secara otomatis akan menjadi menjadi Kepala Persemakmuran. Sebuah asosiasi dari 56 negara merdeka dan 2,4 miliar orang. Tapi ada 14 negara ini, termasuk Inggris, yang membuat Raja berstatus kepala negara. Ke-14 negara tersebut yaitu Australia, Antigua and Barbuda, the Bahamas, Belize, Canada, Grenada, Jamaica, Papua New Guinea, St Christopher and Nevis, St Lucia, St Vincent and the Grenadines, New Zealand, Solomon Islands, Tuvalu. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Pangeran Philip Wafat, Joe Biden Hingga Jokowi Sampaikan Bela Sungkawa

Interest
Hindari Penularan Coronavirus ke Driver Online, Antar Barang lewat Robot

Lifestyle
Selain Raja Inggris, Charles III Disebut Sebagai Raja Fashion Pria