Tech

Baterai Rusak Bisa Bikin Gawai Meledak, Begini Cara Mencegahnya

Dwiwa

Posted on September 8th 2022

Pernahkah kalian melihat video yang memperlihatkan sebuah ponsel tiba-tiba meledak atau terbakar? Salah satu penyebab terjadinya kasus seperti ini adalah adanya kerusakan pada baterai.

Umumnya baterai yang dibekalkan pada ponsel maupun perangkat digital lain sudah stabil dan aman untuk digunakan. Tetapi beberapa kondisi tertentu, seperti umur dan lain sebagainya bisa membuat baterai jadi rusak.

Tanda-tanda kerusakan baterai di gawai ini sebenarnya cukup bisa dikenali. Beberapa di antaranya adalah baterai yang boros, bengkak, hingga mengeluarkan asap. Mengenali tanda-tanda kerusakan baterai ini tentu akan membuat kita bisa terhindar dari malapetaka.

Tetapi meski bagaimanapun, pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini juga berlaku untuk baterai. Ada beberapa hal yang sebenarnya bisa kalian lakukan untuk menghindari kerusakan baterai gadget.

Dilansir dari Life Hacker, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah baterai gawai rusak.

1. Ganti baterai yang menua

Jika gawai sudah sangat lama digunakan dan tidak berfungsi secara maksimal, kalian perlu mempertimbangkan untuk mengganti baterainya. Langkah sederhana ini akan membuat kinerja gawai meningkat secara signifikan dan mengurangi risiko bahaya terkait baterai. Biaya penggantian baterai pada tahap ini jauh lebih rendah daripada berurusan dengan konsekuensi baterai yang meledak nantinya.

Semakin boros baterai, semakin baik untuk mempertimbangkan penggantian baterai. Kalian juga dapat secara proaktif memeriksa kesehatan baterai perangkat untuk memeriksa apakah baterai perlu diganti.

2. Hindari paparan langsung sinar matahari

Kita seringkali meninggalkan ponsel maupun laptop di dekat jendela atau di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Kondisi ini dapat mengekspos baterai ke suhu yang lebih tinggi dan menyebabkan degradasi yang signifikan jauh dibanding masa pakai normalnya. Menjauhkannya dari sinar matahari berarti mengurangi risiko bahaya kebakaran.

3. Gunakan perangkat dalam kisaran suhu operasinya

Cobalah periksa panduan pengguna untuk menemukan suhu pengoperasian yang ideal. Apple mengatakan bahwa iPhone harus digunakan dalam suhu mulai dari 32° hingga 95° F (0° hingga 35° C).

Panas adalah musuh baterai, dan jika kalian menghindari penggunaan ponsel di lingkungan yang sangat panas, artinya kalian sedang memperpanjang masa pakainya.

4. Selalu gunakan aksesoris resmi

Tips lain untuk menghindari baterai rusak adalah selalu menggunakan aksesoris resmi atau bawaan. Terutama untuk charger pengisi daya. Selalu Gunakan charger resmi atau bawaan.

Jika charger dijual terpisah, usahakan untuk membeli yang asli. Jangan tergiur dengan harga murah karena risikonya bisa merusak gawai yang kalian miliki.

Begitu juga dengan baterai. Jika perlu diganti, hindari untuk membeli yang palsu. Selalu gunakan yang asli agar kalian bisa menggunakan perangkat dengan aman dan nyaman.

5. Jangan disimpan dalam kondisi kosong

Jika ingin menyimpan gawai dalam jangka waktu lama, jangan biarkan baterai dalam kondisi benar-benar kosong. Coba periksa petunjuk penggunaan untuk mengetahui cara ideal untuk menyimpan perangkat. Apple menyarankan pengguna mengisi daya iPhone hingga 50 persen sebelum menyimpannya untuk waktu yang lama.

Langkah ini penting karena baterai perangkat yang benar-benar kosong dapat memasuki kondisi pelepasan daya yang dalam selama periode waktu tertentu, yang berarti perangkat tidak dapat menahan daya sama sekali. Demikian pula, menyimpan iPhone dengan baterai 100 persen juga menyebabkan degradasi baterai.

Hindari juga menyimpan perangkat di lingkungan yang lembab untuk menjaga baterai tetap aman. Jika tinggal di daerah yang lembap, pertimbangkan untuk membeli lemari kering untuk menyimpan gadget.(*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Tech
Cara Mengenali Baterai Ponsel yang Berpotensi Meledak, Kamu Wajib Tahu!

Tech
6 Fakta Soal Baterai Ponsel yang Mungkin Belum Kalian Tahu

Lifestyle
8 Cara Agar Baterai HP Androidmu Tahan Lama Selama Karantina