Lifestyle

Seberapa Penting Sih Menurunkan Berat Badan untuk Kesehatan? Yuk Cari Tahu

Dwiwa

Posted on August 23rd 2022

Kita pasti sering mendengar kalimat bahwa tubuh yang lebih kecil lebih sehat sementara tubuh yang lebih besar pasti tidak sehat. Tapi apakah hal tersebut benar?

Dilansir CNN, ahli gizi di Inggris Jeanette Thompson-Wessen mengatakan jika kesehatan maupun tubuh itu tidak sesederhana dan seragam seperti itu. Kesehatan dapat bervariasi pada tiap individu.

Indeks massa tubuh (IMT) yang lebih besar banyak dihubungkan dengan kondisi seperti diabetes dan penyakit jantung. Namun, Dr. Asher Larmie, seorang praktisi umum dan aktivis yang berbasis di Inggris mengatakan IMT adalah cara yang kontroversial untuk mengukur kesehatan. Ini hanyalah salah satu dari banyak faktor yang terkait dengan perubahan kesejahteraan seseorang.

Office of Disease Prevention and Health Promotion Healthy People 2020 menjelaskan jika perawatan medis, lingkungan, keadaan sosial, dan biologi merupakan faktor utama yang menentukan kesehatan kita.

Sayangnya, kita lebih sering menjadikan penampilan seseorang untuk menilai kesehatan mereka, kata Shana Minei Spence, ahli diet terdaftar di New York. Menilai kesehatan dari ukuran tubuh juga sering membuat kepercayaan diri kita berkurang.

Para ahli mengatakan bahwa mungkin sudah waktunya untuk tidak lagi selalu mengaitkan kesehatan dan berat badan. Lebih baik kita fokus pada perilaku yang meningkatkan kesehatan daripada sekadar angka pada timbangan.

Lagi pula, studi yang dilakukan selama ini hanya mengungkapkan adanya hubungan antara lemak tubuh yang lebih tinggi dengan hasil kesehatan yang buruk. Lamie mengatakan bahwa ini hanya korelasi bukan sebab akibat.

Meskipun penelitian dapat mengatakan bahwa orang dengan berat badan lebih tinggi sering memiliki lebih banyak kasus penyakit jantung, mereka tidak dapat mengatakan bahwa berat badan menyebabkan masalah jantung.

Philipp Scherer, profesor penyakit dalam dan direktur Touchstone Diabetes Center di University of Texas Southwestern Medical Center, mengatakan hasil studi ini tetap penting. Sebab korelasinya kuat, dan dari perspektif fisiologi, tenaga kesehatan di klinik bekerja dengan korelasi. Tetapi, masih ada faktor lain yang bisa berperan, seperti akses ke perawatan medis.

Dan untuk orang-orang dengan tubuh yang lebih besar, perawatan medis yang baik mungkin sulit didapat, kata Bri Campos, seorang pelatih citra tubuh yang berbasis di Paramus, New Jersey. Bahkan dirinya yang sering mengajarkan orang tentang citra tubuh dan kesehatan mental mereka, juga takut pergi ke dokter karena khawatir akan dipermalukan dengan berat badannya.

 

Ingat, tubuh bukanlah kartu nama!

Spence sering mengingatkan kliennya bahwa tubuh bukanlah kartu nama. Kita tidak bisa melihat tubuh seseorang dan menilai kesehatannya, kebiasaannya atau biologinya. "Seringkali kesehatan terkadang di luar kendali kita. Ada begitu banyak penyakit kronis yang baru saja diderita orang," ujarnya.

Scherer menambahkan meskipun kita dapat melihat korelasi antara ukuran tubuh dan kondisi kesehatan dalam skala besar, begitu peneliti melihat individu, itu tidak begitu jelas. "Kenyataan di lapangan secara luas menunjukkan bahwa tidak semua orang yang memiliki IMT sangat tinggi memiliki diabetes tipe 2," katanya.

Orang-orang betubuh lebih kecil juga dapat mengembangkan penyakit jantung atau diabetes. Sementara ada banyak orang dalam tubuh yang lebih besar yang dianggap benar-benar sehat secara metabolik, kata Scherer.

"Itu hanya cerminan dari heterogenitas genetik kita dan bagaimana kita mengatasi kelebihan kalori," tambahnya.

 

Apakah diet membuat kita lebih sehat?

Kesehatan terdiri dari banyak faktor. Menghindari penyakit adalah salah satunya, tetapi begitu juga menjaga kesehatan mental, menjaga jaringan sosial aktif, cukup tidur dan mengurangi stres, kata Spence.

Membatasi kalori atau mengurangi makanan tertentu mungkin tidak sehat secara keseluruhan jika berdampak negatif pada kesehatan mental atau membuat kita tidak menikmati waktu bersama teman dan keluarga, tambahnya. Dan terkadang pembatasan itu bisa membuat kita menurunkan berat badan tanpa memberi nutrisi yang tepat pada tubuh.

"Penurunan berat badan tidak sama dengan kebahagiaan, dan itu tidak berarti kalian akan menjadi sehat. Sebab cara kalian menurunkan berat badan juga dapat merusak kesehatan," kata Spence.

Bagi kebanyakan orang, diet ketat dengan tujuan menurunkan berat badan tidak berhasil. Lebih dari 80 persen orang yang kehilangan berat badan mendapatkannya kembali dalam waktu lima tahun, menurut sebuah studi 2018.

Jadi, apa yang harus kita fokuskan untuk bisa sehat? Jawabannya adalah fokus pada perilaku menjaga kesehatan seperti berhenti merokok, bergerak lebih banyak, tidur lebih nyenyak, mengurangi stres, dan makan makanan yang dibutuhkan tubuh, kata Larmie.

Bonusnya, kalian mungkin saja akan kehilangan berat badan. Tetapi yang jelas, itu bukan menjadi tujuan utamanya.

"Dengan tidak berfokus pada berat badan, itu berarti kita dapat benar-benar fokus pada beberapa perilaku yang benar-benar sehat yang jauh lebih berkelanjutan," kata Thompson-Wessen. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Lifestyle
Alasan Penting Kenapa Kita Harus Makan Lebih Banyak Sayuran

Lifestyle
Awas, Diet Yo-Yo Berbahaya Bagi Kesehatan Loh

Interest
Biar Badan Nggak Melar, Begini Cara Jitu Jaga Pola Makan Usai Ramadhan