Interest

STUNTECH, Aplikasi Deteksi Dini Stunting Buatan Mahasiswa UGM

Dwiwa

Posted on August 19th 2022

Stunting alias kerdil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang belum terselesaikan di Indonesia. Keprihatinan akan tingginya prevalensi stunting dan beragam masalah gizi pada anak lainnya membuat sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi untuk melakukan deteksi dini yang diberi nama STUNTECH.

Aplikasi ini juga memudahkan pengguna dalam memantau perkembangan dan riwayat kesehatan anak.

Dilansir laman UGM, STUNTECH dibuat oleh Putri Rahmadyani Condroasih (FKKMK), Roihatul Jannah (SV), M. Fahru Rozi (SV), Kevin Agusto Sastramiharja (SV), dan Nur Ismail Rizkyawan (FT) melalui Program Kreativitas Mahasiwa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM dan memperoleh sumber dana dari Kemendibudristek.

“Kami memandang perlu pengembangan teknologi berupa aplikasi dan website yang menghimpun data pemeriksaan antropometri anak untuk deteksi dini stunting dan menyediakan all-in-one platform bagi penderita stunting yang aksesibel,” urainya.

Dia mengatakan, persoalan stunting perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, stunting pada anak dapat berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit pada anak hingga kematian. Melalui pengembangan STUNTECH diharapkan dapat memberikan laporan atau peringatan dini apabila terdapat indikasi stunting.

“Dengan STUNTECH bisa digunakan untuk memantau kondisi kesehatan anak sebagai usaha pencegahan stunting,”terangnya.

Roihatul Jannah menambahkan aplikasi yang mereka buat tidak hanya memberikan laporan atau peringatan dini apabila terdapat indikasi stunting. Tetapi, aplikasi ini juga dilengkapi oleh fitur-fitur seperti data riwayat kesehatan dan kondisi kesehatan anak, fitur edukasi berupa informasi mengenai stunting dan rekomendasi kandungan gizi pada makanan beserta pengingat makan.

Selain itu, ada juga maps yang menampilkan fasilitas kesehatan terdekat dan fitur konsultasi pengalaman antara pengguna dengan pengguna, dan pengguna dengan ahli gizi.

“Aplikasi STUNTECH saat ini sudah dapat diunduh melalui tautan https://bit.ly/STUNTECH,” ungkapnya.

Ia menjelaskan nantinya STUNTECH akan dikembangkan agar dapat terintegrasi dengan penyedia layanan kesehatan dan pemerintah. Hal-hal tersebut ditujukan untuk kemudahan mencari faktor risiko dan manajemen stunting.

Sementara itu, dosen pendamping tim pengembang STUNTECH dr. Arta Farmawati, Ph.D. menambahkan bahwa aplikasi yang dikembangkan oleh mahasiswa UGM ini merupakan sebuah inovasi baru yang diharapkan dapat bermanfaat bagi orangtua dan tenaga kesehatan. Utamanya, untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang serta kesehatan anak terutama yang berisiko stunting. (*) 

 

Foto: Laman UGM

Artikel Terkait
Interest
UGM Raih Runner Up dan Borong Lima Juara Pada Lomba UPES, Dehradun, India

Interest
 Mahasiswa UGM Manfaatkan Aspal Jalanan Untuk Kurangi Suhu Panas di Perkotaan

Interest
Mahasiswa UGM Ciptakan Jaket Pendeteksi Kecelakaan