Current Issues

Aturan Baru Perjalanan Domestik, Belum Dapat Booster Wajib Tunjukkan Hasil PCR

Dwiwa

Posted on August 16th 2022

Syarat perjalanan domestik kembali berubah. Kali ini, pemerintah tidak lagi mengizinkan calon penumpang seluruh moda transportasi di Indonesia yang belum mendapatkan vaksinasi booster untuk bepergian hanya dengan mencantumkan hasil negatif tes antigen.

Syarat baru ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Ketentuan Perjalanan  Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tujuan dari SE ini adalah untuk melakukan pencegahan terjadinya peningkatan penularan Covid-19.

Di dalam SE ini disebutkan jika pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) berusia 18 tahun ke atas yang melakukan perjalanan dengan moda transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah mendapatkan vaksin booster tidak perlu menunjukkan hasil negatif rapid test antigen atau RT-PCR. Sementara yang baru mendapat dua dosis atau satu dosis vaksin Covid-19 wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Kemudian untuk PPDN yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid sehingga tidak bisa mendapat vaksinasi dikecualikan terhadap syarat vaksinasi. Tetapi mereka wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu, mereka juga wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Aturan berbeda berlaku bagi PPDN berusia kurang dari 18 tahun. PPDN usia 6 sampai 17 tahun yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Sementara yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Kemudian untuk PPDN berusia 6 hingga 17 tahun yang berasal dari perjalanan luar negeri dan belum mendapatkan vaksinasi dikecualikan terhadap kewajiban menunjukkan kartu vaksinasi. Tetapi mereka wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam.

Hal yang sama juga berlaku bagi PPDN usia 6 sampai 17 tahun yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang membuatnya tidak bisa mendapat vaksinasi Covid-19. Bedanya, kelompok ini juga wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa mereka belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

PPDN yang berusia di bawah 6 tahun dikecualikan terhadap syarat vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Tetapi mereka wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Para pelaku perjalanan dalam negeri juga diwajibkan untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan domestik. Selain itu harus mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutup hidung hingga dagu, mencuci tangan secara berkala dengan air dan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak minimal 1,5 dari orang lain serta menghindari kerumunan.

PPDN juga diimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung sepanjang perjalanan. Masker juga harus diganti secara berkala setiap 4 jam dan limbah masker dibuang di tempat yang disediakan.(*)

 

Ilustrasi: Pexels

Artikel Terkait
Current Issues
Pembatasan Dilonggarkan, Masihkah Tes PCR dan Antigen Jadi Syarat Perjalanan?

Current Issues
Aturan Baru Naik Kereta Mulai 17 Juli 2022, Harus Tes RT-PCR dan Antigen Lagi!

Current Issues
Berencana Liburan? Simak Dulu Aturan Perjalanan Terbaru Selama PPKM Berikut