Entertainment

‘The Sandman’: Alasan The Corinthian Mengambil Mata Para Korbannya

Artikel ini mengandung SPOILER!

Jingga Irawan

Posted on August 16th 2022

Series andalan Netflix, The Sandman, dimulai dengan pengejaran besar Morpheus untuk menangkap mimpi buruk nakal ciptaannya bernama The Corinthian. Pria tampan itu telah melarikan diri dari dunia mimpi yang disebut The Dreaming.

The Corinthian merupakan seorang megalomaniak yang nggak ingin membatasi keberadaannya di dunia mimpi dan ingin menguasai dunia nyata dengan kekuatan. Untuk membuat kehadirannya terasa, dia mulai membunuh manusia.

SPOILER ALERT!!!

Ketika kita pertama kali melihat Corinthian, dia berada di Berlin, Jerman, mengambil mata seorang pria. Nggak lama, Morpheus tiba-tiba muncul dan mencoba membawanya kembali ke dunia mimpi, tetapi sebelum menyelesaikan tugasnya, Morpheus ditangkap oleh Roderick Burgess dan dimasukkan ke dalam penjara kaca selama lebih dari 100 tahun.

Karena nggak ada yang ditakuti, selama periode waktu itu, The Corinthian bebas melakukan apa pun yang dia ingin lakukan.

Sepanjang season 1, Corinthian bertemu dengan berbagai musuh Morpheus, seperti Roderick Burgess dan Ethel Cripps. Ia membantu mereka untuk menahan Morpheus di penjara selamanya, karena dia takut setelah Raja Mimpi keluar akan menghancurkan Corinthian.

Dalam buku komik, kita pertama kali bertemu The Corinthian di The Doll’s House. Namun, dalam series tersebut, ia digambarkan sebagai salah satu antagonis utama yang menciptakan konflik di jalan Morpheus.

Setelah Morpheus berhasil memulihkan totemnya dan membangun kembali dunia mimpi dengan bantuan, dia mengirim pustakawannya yang paling setia, Lucienne, untuk penilaian dunia. Morpheus lagi-lagi diingatkan bahwa The Corinthian, bersama dengan dua arcana lainnya, Gault dan Fiddler's Green, hilang dari dunia mimpi.

Apa yang Diinginkan The Corinthian?

Seperti iblis atau entitas super jahat lainnya, The Corinthian juga ingin menciptakan kembali dunia dalam citranya sendiri. Tampilannya juga seperti monster tanpa bola mata. Sebaliknya, The Corinthian memiliki dua baris gigi di setiap rongga matanya.

Pemandangan itu sangat nggak biasa bagi dunia manusia. Itulah alasan Corinthian selalu mengenakan kacamata hitam yang membantunya menyembunyikan diri di tengah keramaian. Kurangnya bola mata juga menjelaskan mengapa dia biasa mengambil mata korbannya dan memakannya.

Tujuannya adalah dia ingin membuat dunia terlihat seperti dia, yakni tanpa bola mata. Selama bertahun-tahun, menghilangkan mata para korbannya juga menjadi gaya membunuh khasnya.

Setelah Morpheus ditangkap dan nggak ada yang menghentikan The Corinthian, dia mulai mempengaruhi manusia lain untuk membunuh orang secara brutal seperti yang dia lakukan. Dengan begitu, dunia merasakan naiknya jumlah pembunuh berantai.

Pembunuh berantai ini menciptakan asosiasi mereka sendiri dan mulai menyebut diri mereka "kolektor." Dalam series tersebut, para kolektor bahkan mengadakan konvensi yang dihadiri oleh para pembunuh berantai paling kejam di Amerika, dan The Corinthian diundang sebagai tamu kehormatan.

Meskipun setiap pembunuh berantai menyadari karya dan gaya khas Corinthian, mereka nggak menyadari bahwa dia adalah mimpi buruk. Itulah sebabnya semua orang terkejut saat mengetahui bahwa Corinthian terlihat sangat muda dan tampan, karena mimpi dan mimpi buruk nggak akan menua.

Apakah The Corinthian Mati Atau Hidup?

The Corinthian tahu bahwa Rose Walker dapat menghancurkan dunia mimpi dan melemahkan kekuatan Morpheus. Dia akhirnya memburu adik laki-laki Rose, Jed, untuk mendapatkan Rose. Lalu membawa keduanya ke Royal Empire Hotel, di mana konvesi sedang berlangsung. Apakah Rose dan Jed bebas? Enggak. Mereka dikunci kamar hotel sehingga Rose bisa tertidur dan memasuki dunia mimpi.

Saat Rose Walker tumbuh lebih kuat, dia mulai menjadi pusat mimpi, menggantikan Morpheus, dan seluruh proses membuatnya lebih lemah. Itulah sebabnya ketika Morpheus menghadapi Corinthian selama konvensi, tikamannya bisa membuat Morpheus  berdarah.

Dalam tidurnya, Rose meruntuhkan tembok di antara mimpi-mimpi orang yang tidur dan akhirnya mengubahnya menjadi satu mimpi. Pada saat inilah Morpheus mengungkapkan kepada Rose bahwa mimpi tunggalnya yang bergejolak akan menghancurkan seluruh dunia manusia dan pada akhirnya akan membunuh orang-orang yang dia cintai, oleh karena itu dia harus bangun.

Untuk melindungi saudara laki-lakinya dan temannya, Rose dengan cepat bangun dari tidurnya, dan rencana besar Corinthian untuk melemahkan tuannya sendiri gagal. Begitu Morpheus mendapatkan kembali kekuatannya, dia mengubah Corinthian menjadi tengkorak mini dan membawanya kembali ke dunia mimpi.

Tetapi Morpheus memutuskan untuk membuat Corinthian lagi. Dia bahkan menyatakan bahwa lain kali ciptaannya nggak akan dibuat dengan cacat. Dan akan melayani umat manusia.

Di akhir The Sandman season 1, Morpheus menciptakan kembali Gault dan mengubahnya menjadi mimpi saat dia memberikan tengkorak Corinthian kepada Lucienne untuk menyimpannya di tempat yang aman karena dia merasa bahwa dunia belum siap untuk Corinthian lain.

Sesuai dengan buku komik, Morpheus memang akan membuat Corinthian sekali lagi, dan lain kali dia akan menjadi ciptaan yang lebih setia. Namun, Corinthian, sebagai mimpi buruk, akan selalu menjadi aktor kekacauan yang akan membawa malapetaka bagi dunia manusia jika dibiarkan.(*)

Foto: Netflix

Artikel Terkait
Entertainment
The Dreaming Vs. The Waking World: Apa Aturan The Sandman?

Entertainment
Deleted Scene 'The Sandman' Tunjukkan Kejamnya Sir Roderick Burgess

Entertainment
Alasan Mengapa ‘The Sandman’ Tak Masuk di DC Universe