Entertainment

7 Pertanyaan Belum Terjawab dari ‘The Sandman’ Season 1

Jingga Irawan

Posted on August 15th 2022

Setelah lebih dari 30 tahun pengembangan, adaptasi yang telah lama ditunggu dari The Sandman karya Neil Gaiman akhirnya dirilis dalam bentuk series TV di Netflix. Series tersebut berhasil menciptakan dunia yang kaya dan mirip dengan komik aslinya.

Kisahnya mengikuti Dream / Morpheus (Tom Sturridge) yang ditangkap oleh okultis Roderick Burgess (Charles Dance) karena ingin membangkitkan lagi putranya yang sudah mati.

Selama dipenjara, dunia asli Dream, The Dreaming, mulai runtuh dan umat manusia menderita tidur massal atau penyakit tidur. Sehingga Dream harus membangun kembali dunianya dan memperbaiki kekacauan yang terjadi pada umat manusia.

Season 1 menceritakan dua volume pertama dari komiknya yang paling terkenal. Pertama adalah Vol 1., Preludes and Nocturnes, dan Vol 2. The Doll's House. Meskipun narasi season ini relatif mirip, masih ada beberapa pertanyaan menggantung yang hanya bisa dijawab dengan season 2 dan seterusnya.

1. Apakah The Corinthian Benar-Benar Hilang?

Dimainkan dengan penuh percaya diri oleh Boyd Holbrook, The Corinthian dihabisi oleh Dream, menyelesaikan tindakan yang dia mulai sebelum ditangkap. Dia kemudian direduksi menjadi tengkorak kecil yang "dikumpulkan" oleh Dream dan Lucienne (Vivienne Acheampong).

The Corinthian mungkin pergi untuk saat ini, tetapi dia bisa kembali di season lainnya. Mungkin dia akan direkrut untuk bertarung dalam perang yang akan datang melawan Lucifer.

2. Bagaimana Nasib Johanna Constantine?

Johanna Constantine (Jenna Coleman) diperkenalkan di Episode 3. Setelah memberikan Dream kantong pasirnya, Johanna melanjutkan perjalanannya sendiri. Mengingat pengalaman pribadi Johanna dengan alam iblis, dia bisa menjadi pemain kunci dalam perlawanan yang akan datang melawan pasukan Lucifer.

3. Apa Tujuan Utama dari Desire?

Dalam episode terakhir season 1, Desire (Mason Alexander Park) terungkap sebagai pembangun di belakang Rose Walker (Vanesu Samunyai). Mereka menghamili Unity Kincaid (Sandra James-Young) saat menderita penyakit tidur, dengan tujuan memaksa Dream untuk membunuh salah satunya dan menanggung akibatnya.

Namun, apa cerita asal persaingan saudara Desire dan Dream? Tema umum di seluruh dunia The Sandman adalah sifat tanpa akhir dari The Endless sendiri. Dream dan Death (Kirby Howell-Baptiste) sangat rukun, sementara Desire dan Lucifer (Gwendoline Christie) berperan sebagai orang jahat.

Season 1 awalnya menampilkan pemenjaraan Dream oleh umat manusia, kemudian disusul drama keluarga besar The Endless.

4. Mengapa Fiddler's Green Meninggalkan The Dreaming?

Dalam Episode 10, Lost Hearts, Gilbert (Stephen Fry) diturunkan menjadi Fiddler's Green, mimpi nakal ketiga yang dikejar Dream. Fiddler's Green diturunkan menjadi tujuan impian, disalurkan ke dalam bentuk manusia melalui Gilbert.

Fiddler's Green tampaknya mirip The Corinthian, karena Dream menggambarkan posisinya sebagai "jabatan yang ditunjuk." Karena The Corinthian diciptakan bagi manusia untuk menghadapi aspek gelap kemanusiaan mereka melalui mimpi buruk, Fiddler's Green kemungkinan dibuat agar manusia mengalami keindahan dunia alami dalam mimpi mereka.

5. Apa Kisah Dibalik Gregory?

Salah satu adegan paling mengerikan di season 1 adalah Dream menyerap peliharaan Cain (Sanjeev Bhaskar) dan Habel (Asim Chaudhry) yakni Gregory. Dream menunjukkan bahwa ia harus menyerap sesuatu yang utuh dan masih mengandung sisa-sisa kekuatannya.

Cain dan Habel kemungkinan sudah lama "diberikan" Gregory oleh Dream. Tetapi kenapa Cain dan Habel tinggal di dalam The Dreaming? Apa yang membuat mereka diberikan Gregory? dan mengapa Dream mengubah Gregory dari mimpi buruk menjadi mimpi?

Meskipun Dream memberi Cain dan Habel telur baru yang menetaskan seekor gargoyle bernama Goldie, ada kemungkinan bahwa kilas balik di season mendatang dapat melihat kembalinya Gregory. Karena dia tampaknya makhluk yang memiliki peran penting dalam The Dreaming.

6. Apakah Bayi Lyta Aman?

Setelah Unity Kincaid mengorbankan dirinya agar Rose bisa hidup, pusaran ditutup dan keseimbangan akhirnya dikembalikan ke Dreaming. Namun, masih ada ancaman yang membayangi. Dream berpendapat bahwa pembuahan mimpi Lyta (Razane Jammal) oleh hantu suaminya, Hector, akan memiliki efek merusak pada alam semesta.

Di akhir season 1, Dream sibuk membangun kembali Dreaming. Kegembiraan murni Lyta pada kelahiran putranya disorot. Ada kemungkinan bahwa putra Lyta adalah kelanjutan Vortex, dan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan lain dalam Dreaming.

7. Akankah Kita Bisa Melihat Sunless Lands?

The Dreaming adalah realitas terpisah dari Sunless Lands. Sayangnya, tempat ini tak dieksplorasi secara khusus di komiknya. Namun, adaptasi televisinya memberikan pandangan sekilas kepada penonton soal konsep akhirat yang tak jelas ini. (*)

Foto: Netflix

Artikel Terkait
Entertainment
Tom Hardy Bakal Main Film Bareng Austin Butler dalam 'The Bikeriders'

Entertainment
Deleted Scene 'The Sandman' Tunjukkan Kejamnya Sir Roderick Burgess

Entertainment
Penjelasan Ending ‘The Sandman’: Apa yang Akan Dilakukan Lucifer pada Dream?