Sport

Beberapa Inovasi Motor MotoGP Terbaru

Tora Nodisa

Posted on August 15th 2022

Foto: MotoGP.com

Pengembangan motor untuk balapan MotoGP, akhir-akhir ini makin gencar dilakukan tim-tim pabrikan. Ducati misalnya, mereka menciptakan saya aerodinamika yang dipasang dibelakang. Namanya juga unik yaitu "Stegosaurus". Sementara KTM mengabulkan permintaan pembalapnya yang ingin membuat suara motor lebih keras. 

Pabrikan Italia, Ducati, memang jago kalau berurusan dengan inovasi. Dulu winglet di bagian depan motor, Ducati yang lebih dulu memasangnya. Kemudian dalam balapan di sirkuit Silverstone, pekan lalu, muncul inovasi tentang sayap aerodinamis pada motor Ducati di bagian belakang. Sayap ini dibuat mirip dengan punggung Stegosaurus, salah satu jenis Dinosaurus. 

Motor-motor Ducati yang memakai sayap baru ini adalah milik Enea Bastianini dari Gresini Racing dan Jorge Martin dari Pramac Ducati. Namun sampai sekarang belum ada penjelasan mengenai inovasi ini. Jorga Martin sendiri berkomentar bahwa dirinya kehilangan kelincahan saat balapan. 

"Bukan hanya sayap belapang, ada fairing depan yang dipasang. Secara umum saya tidak tahu alasannya, dan kami masih butuh memahami teknologi ini. Saya merasa lebih baik di trek lurus, tapi lebih sulit saat melakukan perubahan arah," kata Martin, dikutik dari Motorsport.com.

Sementara itu, Enea Bastianini berpendapat bahwa sayap baru ini membantu motor saat pengereman. Tapi dia belum yakin seratus persen tentang manfaatnya. Apakah benar-benar berjalan sesuai rencana atau tidak. Kalau malah mengganggu pembalap, sepertinya dia akan kembali ke desain bagian belakang motor lama. 

"Kesan pertama saya adalah lebih baik saat mengerem. Membuat motor lebih stabil. Kecepatan juga tidak buruk. Kami akan menggali lebih dalam, kalau bagus dilanjutkan, kalau tidak, maka kami akan kembali ke desain lama," ungkapnya. 

Saat para pembalap Ducati tengah menganalisa teknologi baru, KTM juga membuat perubahan di motornya. Motor yang dipakai Miguel Oliviera muncul dengan suara lebih keras dari sebelumnya. Ternyata ini memang permintaan pembalap tersebut. Alasannya knalpot KTM sebelumnya terlalu senyap. 

Knalpot KTM yang lama ternyata menimbulkan getaran yang keras. Sementara knalpot baru ini dibuat memanjang dari bagian mesin, lalu muncul di bagian bawah ekor motor. "Knalpot tidak akan berpengaruh besar pada kecepatan, tapi dia memberikan kenyamanan untuk pengendara. Karena menjadi salah satu indikator untuk mengetahui kecepatan," kata Miguel Oliviera. 

Brad Binder juga senang dengan perubahan ini. Karena knalpot barunya bersuara lebih keras. Ini memang sesuai dengan permintaan pembalap. "Agak aneh ketika balapan dengan motor yang suaranya tidak terlalu keras. Karena kami tidak yakin transmisi sedang ada di gigi berapa. Dengan suara keras, kami bisa mengukurnya dari suara," jelasnya. (*) 

Artikel Terkait
Sport
Menangkan Duel Lap Terakhir, Enea Bastianini Juara MotoGP Aragon 2022

Sport
Bersama VR46 dan Gresini, Ducati Turun Delapan Motor

Sport
Jorge Lorenzo Ramalkan Ducati Juara Dunia MotoGP 2022