Tech

Beroperasi di Indonesia, Apa Itu Layanan Internet Starlink?

Jingga Irawan

Posted on August 14th 2022

Ketika memikirkan Elon Musk, mungkin yang kalian ingat adalah perusahaan mobil listriknya Tesla, bisnis ruang angkasanya SpaceX, atau pembelian Twitter-nya yang batal. Selain itu, kalian mungkin hanya tahu Elon Musk adalah orang terkaya di dunia.

Tetapi ada hal yang mungkin kurang kalian kenal dari Elon, yakni Starlink. Sebuah bisnis yang bertujuan untuk menjual koneksi internet ke hampir semua orang di planet ini melalui jaringan satelit pribadi.

Setelah bertahun-tahun dikembangkan dalam SpaceX, Starlink mengambil langkah pertamanya pada 2021. Divisi itu telah mengirim 1.000 satelit ke orbit dengan total lebih dari 2.000 satelit yang sekarang beroperasi di atas kepala kita. Starlink juga mengklaim bahwa pihaknya tengah memberikan layanan di 32 negara di seluruh dunia.

Meskipun masih terbatas, layanan internet Starlink sendiri telah digunakan di Indonesia. Layanan tersebut digunakan untuk ajang latihan bersama (LATMA) Garuda Shield 16 pada tahun ini di Provinsi Kalimantan Timur. Pemilik hak esktensif layanan Starlink di Indonesia, Telkomsel, menghadirkan layanan internet itu mulai 15 Juli hingga 31 Agustus 2022.

Penyediaan layanan Starlink digunakan untuk keperluan komunikasi dan menunjang kegiatan LATMA yang menggandeng 14 negara, yakni Amerika Serikat, Malaysia, Australia, Kanada, Jepang, Timor Leste, Prancis, Singapura, Korea Selatan, India, Selandia baru, Papua Nugini dengan Indonesia sendiri.

Oke, kita mulai dari awal, Apa sih sebenarnya Starlink itu?

Secara teknis, Starlink merupakan sebuah divisi dalam SpaceX. Itu juga merupakan nama jaringan dari bisnis penerbangan luar angkasa Elon yang sedang berkembang. Namanya sendiri memiliki makna “konstelasi.” Pengembangan jaringan itu dimulai pada 2015, dengan satelit prototipe pertama diluncurkan ke orbit pada 2018.

Sejak itu, SpaceX telah mengerahkan ribuan satelit Starlink. Yang terbaru dikirim pada 9 Agustus, dengan 52 satelit bertugas di orbit rendah Bumi. Jumlah total satelit yang diluncurkan menjadi 2.662, lebih dari 2.000 di antaranya merupakan bagian operasional dari konstelasi.

Dan satelit itu bisa menghubungkan kita ke internet?

Singkatnya begitu.

Sama seperti penyedia internet satelit yang ada, misalnya HughesNet atau Viasat, Starlink ingin menjual akses internet. Khususnya kepada orang-orang di daerah pedesaan dan bagian pelosok dunia yang belum memiliki akses ke broadband berkecepatan tinggi.

"Starlink sangat cocok untuk area di dunia di mana konektivitas biasanya menjadi tantangan," tulis situs web Starlink.

"Tak dibatasi oleh infrastruktur darat tradisional, Starlink dapat memberikan internet broadband berkecepatan tinggi ke lokasi di mana akses tak dapat diandalkan atau sama sekali tak tersedia."

Yang perlu kalian lakukan untuk membuat koneksi adalah menyiapkan parabola kecil di rumah untuk menerima sinyal dan meneruskan bandwidth ke router kalian.

Perusahaan ini menawarkan sejumlah opsi pemasangan parabola untuk atap, pekarangan, dan bagian luar rumah. Bahkan ada aplikasi Starlink untuk Android dan iOS yang menggunakan augmented reality untuk membantu pelanggan memilih lokasi dan posisi terbaik untuk receiver.

Seberapa cepat layanan internet Starlink?

Menurut situs pelacak kecepatan internet Ookla, yang menganalisis kinerja internet satelit selama tahun 2021, Starlink menawarkan kecepatan unduh melebihi 100Mbps di 15 negara berbeda tahun lalu.

Di AS, Starlink menawarkan kecepatan unduh rata-rata sekitar 105Mbps dan kecepatan unggah rata-rata sekitar 12Mbps, yaitu sekitar lima atau enam kali lebih baik daripada saingannya Viasat dan HughesNet.(*)

Foto: Starlink

Artikel Terkait
Tech
India Imbau Warganya untuk Tak Pesan Starlink Sampai Dapat Lisensi

Tech
SpaceX Akan Angkut Manusia ke Mars 10 Tahun Lagi

Tech
Tesla Bakal Sediakan Sistem Internet Satelit Starlink di Stasiun Supercharger