Interest

Sering Merasa Capek Saat Bangun Tidur? Beberapa Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Dwiwa

Posted on August 12th 2022

Ada yang pernah merasa tidur selama tujuh hingga 8 jam tapi  masih merasa capek saat bangun esok harinya? Banyak dari kita pasti bertanya-tanya, mengapa saat sudah mengikuti aturan tidur yang baik tetapi masih merasa begitu lelah.

Dilansir CNN, sebuah studi pada 2015 menyebut jika kondisi ini disebabkan oleh keadaan yang disebut dengan inersia tidur. Ini merupakan keadan transisi antara tidur dan bangun, yang ditandai dengan gangguan kinerja serta keinginan untuk kembali tidur.

Beberapa orang mengalami gangguan kinerja dan grogi pada periode ini setelah mematikan alarm untuk pertama kalinya. Efek inersia tidur biasanya hilang setelah 15 hingga 60 menit tetapi dapat bertahan hingga beberapa jam.

Inersia tidur merusak keterampilan kognitif yang rumit seperti pemikiran evaluatif, pengambilan keputusan, kreativitas, dan penggunaan aturan. Ini akan semakin buruk pada orang yang kurang tidur.

Menurut Dr Raj Dasgupta, seorang profesor kedokteran klinis di University of Southern California's Keck School of Medicine, untuk mengatasi kondisi ini bisa dimulai dengan mengevaluasi tidur dengan menggunakan dua Q, yakni quality dan quantity. Jadi jika sudah mendapatkan kuantitas tidur yang baik, selanjutnya adalah mengevaluasi apakah kualitas tidur juga baik.

Dasgupta menyarankan untuk menemui spesialis tidur untuk memeriksa gangguan tidur yang mendasari atau primer. Tetapi sebelum itu, kalian mungkin perlu lebih dahulu memahami apa saja yang mungkin menjadi penyebab dari masalah ini dan cara mengatasinya.

 

1. Kelelahan

Jennifer Martin, profesor kedokteran di David Geffen School of Medicine di University of California, Los Angeles dan presiden American Academy of Sleep Medicine mengatakan ada banyak kondisi yang menyebabkan kelelahan, tetapi tidak selalu membuat orang siap untuk tidur. Kondiri itu termasuk nyeri kronis, kondisi metaolik atau tiroid, anemia, dan penyakit paru obstruktif kronik.

Jika kalian mengalami kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, Jennifer menyarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter keluarga. Sementara itu, Christopher Barnes, seorang profesor manajeman di University of Washington yang mempelajari hubungan antara tidur dan bekerja mengatakan kalian bisa mencoba untuk tidur satu jam lebih awal atau bangun satu jam lebih lama dari biasanya dan melihat apakah itu membuat perbedaan.

2. Gaya hidup sedentari

Jika kalian tidak banyak bergerak alias memiliki gaya hidup sedentari, tubuh akan terbiasa hanya mengeluarkan energi dalam tingkat rendah. Menurut Martin, hal ini akan membuat kalian mungkin merasa lebih lelah daripada seharusnya ketika mencoba melakukan aktivitas harian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan agar orang dewasa melakukan aktivitas firik sedang hingga berat selama 150 menit setiap minggu.

3. Kecemasan atau depresi

Dasgupta mengatakan memiliki kecemasan atau depresi bisa sangat melelahkan. Dia menambahkan, kondisi ini juga dapat mempengaruhi secara negatif waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, serta apakah (dan berapa kali) kalian bangun sepanjang malam.

Dan terkadang, obat yang digunakan untuk  mengobati depresi atau kecemasan dapat memiliki efek samping seperti insomnia atau menghalangi tahap tidur yang lebih dalam, kata Dasgupta.

4. Tidur tidak konsisten

Jadwal kita biasanya berbeda ketika hari kerja dan libur. Jadwal ini juga bisa berfluktuasi pada orang yang bekerja berdasarkan shift.

“Praktik yang sangat umum alah mengatakan ‘Ok, ini hari Jumat malam. Aku tidak punya pekerjaan besok pagi, jadi aku bisa begadang,’” kata Barnes. Kalian juga mungkin melakukan hal yang sama pada Sabtu malam dan kemudian tidur lebih awal pada Minggu malam.

Namun pada titik ini, kalian telah menyesuaikan jadwal tidur mundur beberapa jam dalam waktu singkat. “Ini sangat mirip dengan jet lag,” ujar Barnes. “Reset cepat itu tidak bekerja dengan baik.”

5. Dehidrasi

Lebih dari 50 persen tubuh kita terbuat dari air dan ini sangat penting untuk berbagai fungsi di dalam tubuh. Dehidrasi telah dikaitkan dengan penurunan kewaspadaandan peningkatan rasa kantuk dan kelelahan.

Insitute of Medicine merekomendasikan wanita mengonsumsi 2,7 liter cairan setiap hari dan pria 3,7 liter. Rekomendasi ini mencakup semua cairan dan makanan kaya air seperti buah-buahan, sayuran, dan sup.  Karena rasio asupan air rata-rata dari cairan ke makanan adalah sekitar 80:20, itu berarti jumlah asupan harian 9 gelas untuk wanita dan 12 gelas untuk pria. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
PBB Memperingatkan Adanya Krisis Kesehatan Mental Akibat Pandemi Covid-19

Interest
Fase Bulan Ternyata Pengaruhi Pola Tidur Manusia

Interest
TikTok Diduga Berperan dalam Peningkatan Tics Pada Gadis Remaja