Entertainment

Penjelasan Ending ‘The Sandman’: Apa yang Akan Dilakukan Lucifer pada Dream?

Jingga Irawan

Posted on August 6th 2022

Saatnya memasuki dunia Dreaming, karena The Sandman akhirnya hadir di Netflix! Setelah bertahun-tahun banyak studio mencoba membuat adaptasi live-action ini, Netflix membeli hak ceritanya pada tahun 2019.

Series baru ini didasarkan pada novel grafis dengan nama yang sama oleh Neil Gaiman, penulis populer genre fantasi yang juga menulis karya seperti American Gods dan Stardust.

Ini bukan pertama kalinya acara TV berdasarkan The Sandman ditayangkan perdana di Netflix. Lucifer, drama yang dibintangi Tom Ellis sebagai karakter tituler, juga didasarkan pada buku komik Gaiman. Sekarang, dengan adaptasi baru, kita bertemu dengan versi berbeda dari malaikat yang jatuh, kali ini dimainkan oleh alumnus Game of Thrones, Gwendoline Christie.

SPOILER ALERT!!!

Meskipun Lucifer nggak memiliki peran besar dalam The Sandman season 1 di Netflix, momen-momen terakhir memberi bocoran kalau dia bisa memiliki peran yang lebih besar di season kedua yang potensial.

The Sandman mengikuti, Morpheus (Tom Sturridge), atau dikenal sebagai Dream untuk mencari benda keramatnya. Di tengah cerita, Dream menghadapi ancaman besar ketika dia mengetahui ada Dream Vortex di luar sana yang bisa menghancurkan dunia.

Ternyata, Vortex adalah seorang wanita berusia 21 tahun bernama Rose Walker (Vanesu Samunyai), yang bahkan nggak mengetahui kekuatan yang dimilikinya.

Dream berencana untuk melenyapkannya karena dia pikir dia bisa membantunya. Tetapi waktu terus berjalan. Saat Rose mendapatkan lebih banyak kekuatan, dinding antara Waking World dan Dream World mulai melemah.

Apakah Rose mati di The Sandman di Netflix?

Setelah Dream menghancurkan Corinthian (Boyd Holbrook) karena melanggar tugasnya dan Fiddler's Green (Stephen Fry) kembali ke rumah, yang harus dilakukan hanyalah menghentikan Dream Vortex.

Rose menerima apa yang harus terjadi, dan saat Dream hendak membunuhnya, Lucienne (Vivienne Acheampong) dan nenek buyut Rose, Unity (Sandra James-Young) muncul.

Seperti yang mereka jelaskan, Unity dimaksudkan untuk menjadi Dream Vortex, bukan Rose. Tetapi karena Unity tertidur selama hampir 80 tahun saat Dream hilang, kekuatan itu diturunkan ke Rose.

Rose mampu mentransfer kekuatan Dream Vortex ke Unity, yang mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan Rose dan seluruh dunia. So, enggak, Rose nggak mati, tetapi Unity (Dream Vortex) yang mati.

Ending The Sandman

The Sandman berakhir dengan bahagia untuk Dream karena dia merasa memiliki tujuan lagi dan ingin kembali bekerja. Tapi ada ancaman yang kita nggak duga. Di saat-saat terakhir dari episode terakhir, kita melihat Lucifer di Neraka.

Seorang karakter bernama Azazel datang menemuinya, menawarkan diri untuk pergi menyerang Dreaming. Kembali di episode 4, Lucifer dan Dream bertarung dalam pertempuran agar Dream untuk mendapatkan helmnya kembali. Dream menang, dan itu benar-benar mempermalukan Lucifer. Karena itu, dia memiliki rencana sendiri untuk membalas dendam.

Di akhir The Sandman, Lucifer menyatakan bahwa dia akan melakukan sesuatu "yang akan membuat Tuhan marah dan membuat Morpheus berlutut."

Menurut The Sandman Wiki, Lucifer muncul lagi di volume 4, Season of Mists. Dalam buku ini, Dream melakukan perjalanan kembali ke Neraka untuk membebaskan karakter bernama Nada. Di sisi lain, Dream sepenuhnya sadar bahwa Lucifer mungkin akan membunuhnya.(*)

Artikel Terkait
Entertainment
‘The Sandman’: Alasan The Corinthian Mengambil Mata Para Korbannya

Entertainment
6 Istilah yang Perlu Kalian Ketahui Sebelum Nonton ‘The Sandman’ Netflix

Entertainment
Alasan Mengapa Constantine Berbeda di ‘The Sandman’