Entertainment

The Dreaming Vs. The Waking World: Apa Aturan The Sandman?

Jingga Irawan

Posted on August 5th 2022

Alam yang dikenal sebagai Dreaming and the Waking World membentuk dunia The Sandman, series terbaru Netflix yang tayang pada Jum’at, 5 Agustus 2022. Nah, sebagai informasi bagi kalian yang akan menonton series-nya, dunia tersebut memerlukan penjelasan detail soal aturan dan konsepnya. Sini biar MainMain jelaskan!

Awalnya diterbitkan di 75 komik bulanan dan satu edisi khusus dari 1989 hingga 1996, The Sandman memenangkan banyak penghargaan. Termasuk World Fantasi Award for Best Short Story. Ini dianggap sebagai karya besar pertama oleh penulis legendaris Neil Gaiman, yang membangun dunia kosmologi DC Comics.

The Sandman memperkenalkan tentang The Endless. Tujuh makhluk seperti dewa dengan kekuatan. Uniknya, makhluk tersebut nggak bergantung pada penyembahan seperti dewa. Tetapi The Endless berutang keberadaan mereka kepada umat manusia. The Endless lahir karena semua makhluk hidup percaya ada beberapa hal yang mengatur kekuatan dasar seperti takdir, perubahan, dan kematian.

Nah, The Sandman fokus pada  Dream of the Endless, yang merupakan sumber dari semua mimpi dan mimpi buruk. Karakternya bernama Dream, alias Morpheus, sebagai salah satu makhluk kosmik paling kuat di DC, karena ia memiliki kendali penuh atas wilayahnya sendiri dan memiliki beberapa kemampuan untuk mengubah realitas.

The Dreaming

The Dreaming adalah tempat milik Morpheus. Sama seperti tanah Fisher King dalam legenda Arthurian, The Dreaming adalah bagian dari Dream dan berubah sesuai dengan keinginan serta suasana hatinya. Tanpa kehadiran Dream, Dreaming perlahan-lahan akan mulai membusuk dan berantakan, seperti yang terjadi di chapter pembuka The Sandman.

Bagaimana The Dreaming Terhubung Dengan The Waking World?

The Dreaming merupakan cermin dari Waking World. Setiap alam semesta yang membentuk multiverse DC Comics terletak di dalam Waking World. Dream pernah mencatat bahwa semua makhluk cerdas menghabiskan sepertiga dari hidup mereka di dalam The Dreaming, memasuki alamnya setiap malam ketika mereka pergi tidur.

Adakah yang Bisa Melakukan Perjalanan Ke The Dreaming?

Telah dikonfirmasi dalam beberapa edisi The Sandman bahwa semua makhluk hidup yang memiliki kecerdasan yang cukup untuk bermimpi dapat mengakses The Dreaming saat mereka tidur. Ini ditunjukkan di The Sandman #18, "A Dream of a Thousand Cats.”

Di situ menyatakan bahwa kucing pernah menjadi bentuk kehidupan yang dominan dari multiverse, sampai seribu manusia yang diperbudak memimpikan sebuah dunia di mana mereka adalah tuannya, bukan kucing.

Aturan Terbesar Dream

Selama The Sandman, sejumlah aturan terungkap tentang The Dreaming dan penguasanya. Yang utama adalah bahwa Dream dilarang mengambil nyawa makhluk hidup mana pun. Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah ketika seorang manusia menjadi pusaran mimpi, sehingga kekuatan mimpi jernihnya berisiko menghancurkan seluruh kenyataan, seperti dalam kasus Rose Walker.

Baca Juga: 6 Istilah yang Perlu Kalian Ketahui Sebelum Nonton ‘The Sandman’ Netflix

Larangan ini juga berlaku untuk penghuni The Dreaming. Itulah sebabnya Dream berusaha untuk membuka mimpi buruk yang dikenal sebagai Corinthian, setelah ia melakukan perjalanan ke Waking World untuk mulai membunuh manusia dengan sungguh-sungguh.

Alih-alih membuat Raja Mimpi tampak lemah, larangan membunuh ini membuatnya semakin menakutkan sebagai musuh. Dream adalah makhluk imajinasi tanpa batas dan hukuman yang diberikannya kreatif dan kejam.

Contoh utama dari ini adalah kutukan Eternal Waking, di mana seorang manusia tidur selama sisa hidup mereka sambil mengalami serangkaian mimpi buruk. Dream juga satu-satunya yang diizinkan untuk memanipulasi The Dreaming dan dia bisa menghukum siapa pun yang menciptakan mimpi buruk.(*)

Foto: Netflix

Artikel Terkait
Entertainment
‘The Sandman’: Alasan The Corinthian Mengambil Mata Para Korbannya

Entertainment
Penjelasan Ending ‘The Sandman’: Apa yang Akan Dilakukan Lucifer pada Dream?

Entertainment
Tom Hardy Bakal Main Film Bareng Austin Butler dalam 'The Bikeriders'