Tech

Roket Tak Terkendali Tiongkok Diprediksi Jatuh di Dekat Pulau Kalimantan

Jingga Irawan

Posted on July 31st 2022

Roket Long March 5B milik Tiongkok yang tak terkendali terakhir terlihat memasuki kembali atmosfer Bumi menuju Samudra Hindia. Dilansir The Verge, menurut prediksi, roket itu mendarat di suatu tempat di dekat Sarawak, negara bagian Malaysia yang berada di Pulau Kalimantan.

Komando Luar Angkasa AS mengkonfirmasi masuknya kembali roket. Tetapi masih belum jelas letak puing-puingnya mendarat. Dalam sebuah posting-an terjemahan di Weibo, Badan Antariksa Tiongkok mengatakan roket itu masuk kembali di dekat area yang sama. Tetapi dalam keadaan sebagian besar terbakar saat turun.

Pada 24 Juli, Tiongkok menggunakan roket Long March 5B itu untuk mengantar bagian modul laboratorium ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong yang saat ini masih dibangun

Tak seperti kebanyakan roket, Long March 5B mendorong stage pertamanya ke orbit saat mengirimkan muatan. Bagian roket itu, yang panjangnya lebih dari 30.48 meter dan beratnya lebih dari 22 ton, mengorbit Bumi sebentar namun akhirnya jatuh kembali ke Bumi, tanpa ada cara untuk mengendalikan pergerakannya.

Ketidakpastian soal lokasi roket akan mendarat menggemparkan dunia pada minggu lalu, karena pendaratan roket bisa terjadi di mana saja. Ini adalah peluncuran Long March 5B ketiga Tiongkok. Sekaligus ketiga kalinya pendaratan di luar kendali terjadi.

Pada tahun 2020, Tiongkok menggunakan Long March 5B untuk membawa modul inti Tiangong ke luar angkasa. Puing-puing dari roketnya mendarat di Pantai Gading. Meskipun tak ada korban, ada beberapa kerusakan di area dekat pendaratan. Tahun lalu, Tiongkok juga meluncurkan modul lab pertamanya menggunakan Long March 5B, yang puingnya juga jatuh ke Samudra Hindia.

Seorang pengguna Malaysia di Twitter menangkap masuknya kembali roket itu. Awalnya, mereka percaya itu adalah meteor. Seorang astrofisikawan di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Jonathan McDowell, percaya bahwa puing-puing dari roket bisa jatuh di Brunei atau sepanjang pantai utara Kalimantan. Namun dia percaya itu tak akan mendarat di suatu daerah berpenduduk.

Baca: Sejarah Baru, Tiongkok Jalani Misi Perdananya di Stasiun Luar Angkasa

Administrator NASA Bill Nelson menanggapi pendaratan yang tak terkendali dalam sebuah pernyataan di Twitter. Bill mengatakan Tiongkok harus melakukan sesuatu untuk lebih berhati-hati saat meluncurkan roket dan memprediksi lintasan benda itu.

“Republik Rakyat Tiongkok tak membagikan informasi lintasan spesifik dari roket Long March 5B mereka jatuh kembali ke Bumi,” tulis Nelson.

“Semua negara penjelajah antariksa harus mengikuti praktik terbaik yang telah ada, dan melakukan bagian mereka untuk membagikan jenis informasi ini sebelumnya untuk memungkinkan prediksi yang andal tentang potensi risiko dampak puing, terutama untuk kendaraan angkat berat, seperti Long March 5B, yang membawa risiko signifikan seperti hilangnya nyawa dan harta benda.”

Ini juga kemungkinan bukan roket lepas kendali terakhir yang akan jatuh ke Bumi. Tiongkok berencana untuk meluncurkan modul ketiga dan terakhirnya ke Tiangong menggunakan Long March 5B pada bulan Oktober, dan akan menggunakan roket itu lagi untuk membawa teleskop ke luar angkasa pada tahun 2023.(*)

Foto: AFP

Artikel Terkait
Tech
Badan Antariksa Tiongkok Rilis Foto Mars Melalui Jepretan Misi Tianwen-1

Tech
Sejarah Baru, Tiongkok Jalani Misi Perdananya di Stasiun Luar Angkasa

Tech
Amerika Serikat Perpanjang Operasi Stasiun Luar Angkasa ISS Hingga 2030