Current Issues

Studi Baru Mendukung Teori Virus Corona Muncul dari Alam Liar

Dwiwa

Posted on July 27th 2022

Dua studi baru memberikan lebih banyak bukti bahwa pandemi virus Corona berasal dari pasar Wuhan, Tiongkok di mana hewan hidup dijual. Temuan baru ini semakin memperkuat teori bahwa virus muncul di alam liar daripada melarikan diri dari laboratorium di Tiongkok.

Dilansir dari Associated Press (AP), penelitian yang dipublikasikan secara online Selasa oleh jurnal Science, menunjukkan bahwa Pasar Grosir Makanan Laut Huanan kemungkinan merupakan pusat awal dari virus yang kini telah menewaskan hampir 6,4 juta orang di seluruh dunia.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa virus yang menyebabkan Covid-19, SARS-CoV-2, kemungkinan menyebar dari hewan ke manusia dalam dua waktu yang berbeda.

“Semua bukti ini memberi tahu kita hal yang sama: Ini menunjuk tepat ke pasar khusus ini di tengah-tengah Wuhan,” kata Kristian Andersen, seorang profesor di Departemen Imunologi dan Mikrobiologi di Scripps Research dan rekan penulis salah satu studi. "Saya sendiri cukup yakin dengan kebocoran lab sampai kami mempelajari ini dengan sangat hati-hati dan melihatnya lebih dekat."

Dalam salah satu penelitian, analisis dilakukan berdasarkan gabungkan data yang dikumpulkan oleh para ilmuwan Tiongkok, ahli biologi evolusi Universitas Arizona Michael Worobey dan rekan-rekannya. Mereka menggunakan alat pemetaan untuk memperkirakan lokasi lebih dari 150 kasus Covid-19 paling awal yang dilaporkan dari Desember 2019.

Mereka juga memetakan kasus dari Januari dan Februari 2020 menggunakan data dari aplikasi media sosial yang telah membuat saluran untuk orang dengan Covid-19 untuk mendapatkan bantuan.

Worobey mengatakan jika pada kasus awal mereka menemukan ada pola luar biasa di mana kepadatan kasus tertinggi sangat dekat dan sangat terpusat di pasar ini.

“Yang terpenting, ini berlaku untuk semua kasus di bulan Desember dan juga untuk kasus yang tidak diketahui terkait dengan pasar. Dan ini merupakan indikasi bahwa virus mulai menyebar pada orang-orang yang bekerja di pasar tetapi kemudian mulai menyebar ke komunitas lokal,” tambahnya.

Andersen mengatakan mereka juga menemukan klaster kasus di dalam pasar. Pengelompokan itu sangat, sangat khusus di bagian pasar di mana orang-orang menjual satwa liar, seperti anjing rakun, yang rentan terhadap infeksi virus Corona.

Dalam studi lain, para ilmuwan menganalisis keragaman genom virus di dalam dan di luar Tiongkok dimulai dengan genom sampel paling awal pada Desember 2019 dan berlanjut hingga pertengahan Februari 2020. Mereka menemukan bahwa dua garis keturunan – A dan B – menandai pandemi berawal di Wuhan.

Rekan penulis studi Joel Wertheim, seorang ahli evolusi virus di University of California, San Diego, menunjukkan bahwa garis keturunan A lebih mirip secara genetik dengan virus Corona kelelawar. Tetapi garis keturunan B tampaknya telah mulai menyebar lebih awal pada manusia, terutama di pasar.

Banyak ilmuwan percaya virus melompat dari kelelawar ke manusia, baik secara langsung atau melalui hewan lain. Tetapi pada bulan Juni, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penyelidikan lebih dalam tentang apakah kecelakaan laboratorium mungkin menjadi penyebabnya. Kritikus mengatakan WHO terlalu cepat untuk mengabaikan teori kebocoran laboratorium.

Asal-usul pandemi tetap kontroversial. Beberapa ilmuwan percaya kebocoran laboratorium lebih mungkin terjadi dan yang lain tetap terbuka untuk kedua kemungkinan tersebut.(*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
WHO Minta Semua Pihak Bekerja Sama untuk Mempercepat Studi Asal Usul Covid-19

Current Issues
Kasus Covid-19 Pertama Kemungkinan Muncul di Tiongkok Sejak Oktober 2019

Current Issues
Para Ahli di Tim WHO Sebut Pencarian Asal Usul Covid-19 Telah Terhenti