Interest

Mahasiswa ITS Rancang Waste House Untuk Sarana Pengolahan Kompos Terintegrasi

Dwiwa

Posted on July 26th 2022

Ilustrasi Waste House di Pasar Ngemplak, Tulungagung yang dirancang oleh tim mahasiswa ITS.

Tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang waste house sebagai sarana pengolahan kompos terintegrasi. Gagasan itu muncul dari adanya keprihatinan akan tumpukan sampah yang ada di di Pasar Ngemplak, Tulungagung.

Dilansir ITS News, tim yang terdiri dari Mochammad Ashar Khanafi, Cahyo Maulana Asrofi, dan Muhammad Faisal Sadiqi itu pun mengonsep waste house yang mampu mengurangi volume limbah pasar sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Menurut Ashar, sapaan akrab Mochammad Ashar Khanafi, waste house merupakan sebuah bangunan untuk mengumpulkan sampah yang dilengkapi dengan pengolahan kompos. Dia menjelaskan, proses pengolahan dimulai dari pemilahan limbah yang dihasilkan dari aktivitas di Pasar Ngemplak. Selanjutnya dilakukan pencacahan, pengeringan, dan masuk ke wadah pengomposan.

Tidak hanya pengomposan secara terpusat di waste house, Ashar mengungkap bahwa terdapat sistem waralaba berupa pengolahan kompos secara kolektif oleh masyarakat sekitar Pasar Ngemplak.

“Maksudnya, masyarakat dapat memproduksi kompos secara mandiri di rumah dengan sumber sampah yang disediakan oleh waste house,” jelas Ashar yang menjabat sebagai ketua tim.

Ashar menjelaskan, waste house juga menjadi sarana pendukung sistem ekonomi sirkular. Ia mengungkapkan, kompos yang dihasilkan nantinya akan dijual kepada petani dan pemilik perkebunan. Dengan begitu, diharapkan komoditas mutu pangan yang dihasilkan bisa meningkat dan memasok kembali persediaan penjualan di pasar.

Ashar mengatakan, konsep waste house bisa diterapkan di mana saja dengan menyesuaikan karakteristik daerah masing-masing. Ia berharap, konsep ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat, khususnya oleh pemerintah daerah.

“Semoga konsep ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga komoditas perkebunan,” pungkasnya. (*)

 

Foto: ITS News

Artikel Terkait
Interest
Inovatif, Mahasiswa ITS Manfaatkan Limbah Rumen Jadi Energi Listrik Alternatif

Interest
Mahasiswa ITS Konversikan Getaran Kendaraan Jadi Energi Listrik dengan RSV-P

Interest
KKN ITS Dorong Pengomposan Sampah Organik Melalui Budidaya Cacing