Interest

Bisakah Kita Mencintai Dua Orang Secara Bersamaan? Ini Kata Psikolog

Dwiwa

Posted on July 24th 2022

Setiap orang pasti ingin menjadi satu-satunya yang dicintai oleh pasangan. Tetapi tentu tidak selamanya keinginan ini terwujud. Bahkan menurut psikolog, mencintai dua orang dalam waktu bersamaan bukan lah suatu hal yang mustahil.

Hal itu diungkapkan Pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Nurul Hartini S Psi MKes.

Mencintai dua orang sekaligus bisa terjadi pada siapa saja, termasuk dalam pasangan yang sudah menikah. Misalnya di series My Lecturer My Husband (MLMH) season dua, karakter tersebut dimainkan oleh Felix.

Prof Nurul menjelaskan, pada individu yang belum mencapai tahap kedewasaan, hanya ada ego yang mendominasi energi cintanya. Dalam konsep Freud, ini dikenal dengan konsep id. Selain id, struktur kejiwaan menurut Freud juga ada ego, dan superego.

“Menganut pada nilai-nilai yang individu yakini, yang akan membingkai intimate relationship, struktur kejiwaan akan mengarah pada respons individu terhadap sesuatu. Termasuk perilakunya dalam bercinta,” jelas Prof Nurul seperti dilansir Unair News.

Individu yang didominasi id memiliki kepribadian paling dasar dan naluri individu. Yakni memuaskan nafsu dengan cara menghindari keadaan tidak menyenangkan dan mengejar keadaan yang menyenangkan. Artinya, individu bebas.

Sebab, individu tersebut hanya mengejar kesenangan dan kepuasan nafsu. Kalau belum menikah dan masih sebatas kisah romantis serta belum berkomitmen sih masih wajar ya.

“Apalagi individunya juga tidak melakukan apa-apa, cuma berbagi perhatian aja. Apa yang harus disalahkan dalam kondisi yang tidak ada aturan atau norma yang dilanggar. Ya sah-sah aja, kecuali sudah proses menuju pernikahan kemudian membagi cinta ke yang lain, ya saya yakin akan ada yang tersakiti,” imbuh mantan Dekan Fakultas Psikologi UNAIR itu.

Tetapi bagi yang sudah menikah, konsep id tidak dapat diterapkan ketika seseorang memandang atau memiliki ketertarikan pada lawan jenis dan berujung pada rasa ingin memiliki. Hal tersebut akan menyebabkan salah satu pihak tersakiti.

Seandainya tidak ada yang tersakiti, Prof Nurul mempertanyakan bingkai seperti apa yang individu itu akan pakai. Artinya setiap orang memiliki batasan individu yang berbeda-beda.

Kemudian untuk konsep ego, merupakan sistem kepribadian yang menjalankan fungsinya berdasar prinsip kenyataan, sebagai sebuah upaya memuaskan kebutuhan. Jadi ego mendominasi energi cintanya.

Prof Nurul mengatakan cinta yang didominasi ego atau realitas artinya ada keseimbangan untuk diri sendiri dan orang lain atau objek lain. Setiap individu, termasuk diri pribadi, ingin diperlakukan dengan baik sehingga tidak ada objek lain yang dikalahkan.

Sementara konsep superego, merupakan sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai moralitas yang individu yakini benar dan baik. Superego mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan moral dari pada dengan kenyataan.

“Jika individu sudah memiliki komitmen dan realitas atau lebih tinggi lagi, yaitu moralitas, individu tersebut akan mengetahui mana perilaku yang benar dan baik,’’ ujar Prof Nurul.

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan individu dapat mencintai dua orang dalam satu waktu yang sama. Sebab, ketertarikan tidak hanya berdasar pengalaman psikologis, tapi juga pengalaman biologis, yakni efek yang ditimbulkan oleh jatuh cinta berkaitan dengan hormon.

“Setiap perilaku manusia dipengaruhi oleh sistem yang ada di tubuh kita, yaitu hormon. Banyak sistem neuron yang bekerja dalam diri dan hal ini dibentuk oleh pengalaman hidup sebelumnya dan sepanjang kehidupan, membentuk bangunan diri dalam menyikapi sesuatu,’’ tegasnya. (*) 

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Interest
Gagas Aplikasi FICATIONS, Mahasiswa UNAIR Raih Juara 2 Lomba Esai Nasional

Interest
Mahasiswa Unair Gagas Kemasan Makanan Ramah Lingkungan dari Limbah Pertanian

Interest
Awas Kolesterol Tinggi Saat Iduladha, Ikuti Tips Ini untuk Menghindarinya