Interest

Tiga Mahasiswa Unair Gagas Ide Smartwatch untuk Cegah Kekerasan Seksual

Dwiwa

Posted on July 20th 2022

Dari kiri, Yulia Rohmawati, Rafida Mumtaz, dan Raselly Elfa Putri dalam kompetisi LKTI FAPERTA FAIR 2022.

Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) menggagas ide smartwatch untuk mencegah kekerasan seksual. Ide tersebut berhasil meraih silver medal dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) FAPERTA FAIR 2022 pada Sabtu 16 Juli 2022.

FAPERTA FAIR merupakan sebuah kompetisi karya tulis ilmiah yang diselenggarakan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram bersama Yayasan Sentosa Foundation.

Dilansir Unair News, ide inovatif ini digagas Yulia Rohmawati dari Ilmu Sejarah 2020, Rafida Mumtaz dari Bahasa dan Sastra Indonesia 2019, dan Raselly Elfa Putri dari Bahasa dan Sastra Inggris 2020.

Dalam kompetisi FAPERTA FAIR 2022, tema yang diusung adalah Ide dan Inovasi untuk Mewujudkan Indonesia yang Lebih Baik. Berdasarkan tema tersebut, muncullah ide kreatif berjudul SAVWIOR (SAVE OUR WOMAN), Smartwatch berbasis A-GPS sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Indonesia di Era Society 5.0 dari Yulia dan kawan-kawan.

Sesuai dengan namanya, jam tangan pintar ini memang dibekali dengan berbagai fitur yang berfungsi untuk mencegah kekerasan seksual terhadap perempuan. Misalnya keberadaan kamera untuk merekam kejadian secara real time dan laser beam untuk mengaburkan pandangan pelaku saat melakukan kekerasan terhadap pengguna atau korban.

Smartwatch ini juga memiliki telepon darurat yang terintegrasi dengan pihak berwajib. Ada pula fitur help others untuk meminta bantuan kepada sesama pengguna, serta location point yang mampu mendeteksi titik lokasi korban dengan lebih tepat dan cepat.

“Keunggulan dari smartwatch ini yaitu merupakan peluang baru dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan. Karena smartwatch ini sifatnya fleksibel, praktis dan juga dapat disamarkan sebagai jam tangan biasa, jadi potensi untuk dirampas kayak HP itu kecil,” ujar Yulia selaku ketua tim.

Terkait dengan kompetisi karya tulis ilmiah, Rafida membeberkan tips untuk bisa sukses. Menurutnya, hal penting dalam mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah adalah kerja sama tim.

“Kalian harus tahu siapa saja yang ingin kalian ajak untuk bergabung dalam tim. Usahain bahwa tim kalian meskipun idenya masih belum fix tapi solid dan bisa diajak bekerja sama. Dan juga bisa diajak untuk mengembangkan ide yang sebenarnya biasa tapi bisa menjadi ide yang luar biasa,” terang Rafida.

Sebab menurutnya, penulisan KTI sendiri sebenarnya mudah dan bisa dipelajari. Tetapi untuk bagaimana kita bisa mengelola tim dan juga mengelola ide yang telah dimiliki itu yang lebih susah. (*)

 

Foto: Dokumen Pribadi via Unair News

Artikel Terkait
Interest
Inovatif! 3 Mahasiswa Unair Ciptakan Bahan Bakar Alternatif Dari Sekam

Interest
Manfaatkan Daun Anting-Anting untuk Asam Urat, Mahasiswa Unair Raih 2 Prestasi

Interest
Gagas Aplikasi FICATIONS, Mahasiswa UNAIR Raih Juara 2 Lomba Esai Nasional