Current Issues

Aturan Baru PPLN, Berangkat ke Luar Negeri Wajib Vaksin Booster

Dwiwa

Posted on July 10th 2022

Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah kembali memperbarui aturan perjalanan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Aturan yang mulai berlaku pada 17 Juli 2022 mendatang ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Protokol kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam penjelasannya, disebutkan jika SE ini dimaksudkan untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan luar negeri pada masa pandemi Covid-19. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19.

SE tersebut mengatur PPLN yang memasuki wilayah Indonesia melalui pintu masuk (entry point) perjalanan luar negeri melalui bandar udara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas negara. Adapun PPLN yang  dimaksud dalam SE ini adalah WNI/WNA yang melakukan perjalanan dari luar negeri pada 14 hari terakhir.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi bagi PPLN jika akan memasuki wilayah Indonesia. Pertama, PPLN harus mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan mengunduhnya sebelum keberangkatan.

Kemudian PPLN juga wajib menunjukkan kartu/sertifikat (fisik ataupun digital) telah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua seminimalnya 14 hari sebelum keberangkatan sebagai persyaratan memasuki Indonesia. Ada beberapa ketentuan terkait status vaksinasi PPLN.

Bagi WNI PPLN yang belum mendapatkan vaksin akan divaksinasi di entry point perjalanan luar negeri setelah dilakukan pemeriksaan gejala di entry point saat kedatangan atau di tempat karantina setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR di hari ke-4 karantina dengan hasil negatif.

Bagi WNA PPLN yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terakhir, kartu/sertifikat (fisik ataupun digital) telah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua tertulis dalam bahasa Inggris, selain dengan bahasa negara asal.

Meski begitu ada beberapa WNA PPLN yang tidak wajib menunjukkan sertifikat vaksin. Di antaranya adalah pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, WNA PPLN yang belum melakukan vaksinasi dan hanya sekadar transit untuk melanjutkan perjalanan dengan penerbangan internasional keluar dari wilayah Indonesia juga tidak diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksinasi. Asalkan tidak keluar dari area bandara selama transit menunggu penerbangan internasional selanjutnya dan memenuhi sejumlah persyaratan.

PPLN yang juga tidak diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 adalah mereka yang berusia di bawah 18 tahun, baru selesai isolasi atau perawatan Covid-19 dan telah dinyatakan tidak aktif menularkan tetapi belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua, serta yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak bisa menerima vaksin.

Meski begitu, bagi PPLN yang baru selesai menjalankan isolasi wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah atau Kementerian Kesehatan negara keberangkatan yang menyatakan bahwa sudah tidak aktif menularkan Covid-19 atau Covid-19 recovery certificate.

Sementara bagi PPLN dengan kondisi kesehatan khusus wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Pemeriksaan gejala yang berkaitan dengan Covid-19 seperti mengecek suhu tubuh juga akan dilakukan kepada PPLN pada saat kedatangan. Jika terdeteksi memiliki suhu di atas 37,5 derajat Celcius, maka akan dilakukan tes RT-PCR. JIka hasilnya positif harus menjalani karantina.

Aturan lain yang juga tercantum dalam SE ini adalah WNI PPLN berusia 18 tahun ke atas wajib menunjukkan kartu/sertifikat (fisik ataupun digital) telah menerima vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) yang ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi. Ini sebagai persyaratan keberangkatan ke luar negeri dari Indonesia.

Tetapi ketentuan tersebut tidak berlaku bagi WNI PPLN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang tidak dapat menerima vaksin serta WNI PPLN yang baru sembuh dari Covid-19 dan telah dinyatakan tidak aktif menularkan Covid-19 tetapi belum bisa mendapatkan booster.

Sebagai gantinya, WNI PPLN yang tidak dapat menerima vaksin harus menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah tentang kondisinya. Sedangkan yang baru sembuh harus menunjukkan Covid-19 recovery certificate. (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Eropa Kembali Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Indonesia Tak Boleh Lengah

Current Issues
Apakah Vaksin Semprot Hidung Bisa Menghentikan Penyebaran Covid-19?

Current Issues
Hindari Tempat-Tempat Ini Jika Belum Vaksin