Current Issues

Inovatif, Peneliti Buat "Komputer Covid" untuk Percepat Diagnosis

Dwiwa

Posted on July 4th 2022

Para peneliti di University of Leicester telah menciptakan alat kecerdasan buatan (AI) baru untuk mendeteksi Covid-19. Perangkat lunak ini menganalisis CT scans dada dan menggunakan algoritma pembelajaran mendalam untuk mendiagnosis penyakit secara akurat.

Medical Xpress melaporkan dengan tingkat akurasi 97,86 persen, inovasi tersebut menjadikan alat diagnostik Covid-19 tersebut paling sukses di dunia.

Saat ini, diagnosis Covid-19 didasarkan pada pengujian asam nukleat, atau yang biasa dikenal dengan tes PCR. Tes-tes ini dapat menghasilkan negatif palsu dan hasilnya juga dapat dipengaruhi oleh histeresis - ketika efek fisik suatu penyakit tertinggal dari penyebabnya.

Oleh karena itu, AI menawarkan kesempatan untuk secara cepat menyaring dan memantau kasus Covid-19 secara efektif dalam skala besar, sehingga mengurangi beban dokter. Penelitian ini telah diterbitkan di jurnal Wiley Open Access.

Profesor Yudong Zhang, Professor of Knowledge Discovery and Machine Learning di University of Leicester mengatakan bahwa penelitian mereka berfokus pada diagnosis otomatis Covid-19 berdasarkan random graph neural network.

“Hasilnya menunjukkan bahwa metode kami dapat menemukan daerah yang mencurigakan di gambar dada secara otomatis dan membuat prediksi akurat berdasarkan representasi. Keakuratan sistem berarti dapat digunakan dalam diagnosis klinis Covid-19, yang dapat membantu mengendalikan penyebaran virus,” ujarnya.

Zhang dan timnya pun berharap, di masa depan, jenis teknologi ini akan memungkinkan diagnosis komputer otomatis tanpa memerlukan intervensi manual, untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih cerdas dan efisien.

Para peneliti sekarang akan mengembangkan lebih lanjut teknologi ini dengan harapan komputer Covid pada akhirnya dapat menggantikan kebutuhan ahli radiologi untuk mendiagnosis Covid-19 di klinik.

Perangkat lunak, yang bahkan dapat digunakan di perangkat portabel seperti ponsel pintar, juga akan diadaptasi dan diperluas untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit lain (seperti kanker payudara, Penyakit Alzheimer, dan penyakit kardiovaskular). (*)

 

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Kecerdasan Buatan Bisa Jadi Solusi untuk Perjalanan Lebih Aman Saat Pandemi

Current Issues
Korea Selatan Uji Coba Kamera AI untuk Lacak Covid-19

Current Issues
Studi: Vaksin Efektif Kurangi Tingkat Fatalitas "Breakthrough Infection"