Current Issues

Kasus Covid-19 Meningkat, Masyarakat Diminta Siaga dan Tetap Disiplin Prokes

Dwiwa

Posted on July 2nd 2022

Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia tengah mengalami tren kenaikan dalam beberapa minggu terakhir. Tempat tidur pasien di RSDC yang sempat menurun kini kembali bertambah. Apalagi, saat ini tengah memasuki periode libur sekolah dan mendekati Iduladha yang berpotensi meningkatkan aktivitas masyarakat.

Di tengah kondisi yang dinamis saat ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengingatkan agar masyarakat mengingat kembali kebijakan pengendalian Covid-19 nasional yang masih berlaku.

Masyarakat perlu memahami jika kebijakan mobilitas dalam dan luar negeri serta protokol kegiatan acara besar akan berlaku sampai waktu yang tidak ditentukan. Tetapi, ini bisa berubah sesuai dengan perubahan kondisi kasus kedepan. Namun khusus untuk penerapan PPKM terkini, akan berlaku sampai 4 Juli mendatang seiring dengan dilakukan evaluasi asesmen levelling kab/kota secara rutin.

“Prinsipnya, masyarakat harus tetap siaga, disiplin, dan pantang lalai baik saat kondisi kasus Covid-19 naik maupun melandai,” ujar Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 secara virtual pada Jumat, 1 Juli 2022 seperti dilansir dari covid19.go.id.

Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara yang mengalami kenaikan kasus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut jika hampir semua wilayah di dunia mengalami lonjakan kasus baru.

Wiku menjelaskan, data kenaikan kasus positif mingguan secara global menunjukkan jika Indonesia paling signifikan kenaikannya, yakni 620 persen dalam 28 hari. Di belakangnya ada Bangladesh yang naik 500 persen dalam 22 hari, Inggris naik 380 persen dalam 23 hari, Italia naik 241 persen dalam 25 hari, Jerman naik 209 persen dalam 22 hari, Singapura naik 116 persen dalam 18 hari, Malaysia naik 49 persen dalam 19 hari, dan Amerika Serikat naik 14 persen dalam 8 hari.

“Hal ini penting menjadi perhatian karena dengan meningkatnya kembali kasus pada beberapa negara tersebut, artinya kita perlu kembali waspada dan ini membuktikan bahwa Covid-19 masih ada,” kata Wiku.

Meskipun tahun ini jumlah kasus Covid-19 lebih kecil dibanding periode yang sama tahun lalu, tetapi kita tetap harus waspada dengan kenaikan kasus yang terjadi saat ini. Wiku mengungkapkan jika adanya kenaikan lebih dari 23 ribu kasus dalam 1 bulan menandakan bahwa tingkat penularan di tengah masyarakat semakin meluas.

Baca Juga: WhatsApp Kembangkan Avatar untuk Dipakai Video Call

Masyarakat pun diingatkan untuk tetap memakai masker sebagai tameng dari Covid-19. Masyarakat juga diharapkan untuk terus disiplin protokol kesehatan, disiplin menjaga diri, keluarga, serta lingkungan tempat tinggal untuk mencegah kluster baru penularan Covid-19. Sebab jika masyarakat lengah dan terlena dengan keadaan yang terkendali, maka kenaikan kasus dapat terjadi.

“Ingat, protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan penurunan kasus dan pemulihan aktivitas masyarakat saat ini. Keberhasilan yang telah kita raih hingga saat ini penting untuk dipertahankan dan terus diupayakan agar dapat bertahan selama mungkin,” pungkas Wiku.(*)

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Direktur WHO Rekomendasikan Orang Batalkan Atau Tunda Rencana Liburan

Current Issues
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Sekolah Diminta Perketat Prokes

Current Issues
Eropa Kembali Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Indonesia Tak Boleh Lengah