Current Issues

WHO: Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi Hampir di Semua Tempat di Dunia

Dwiwa

Posted on July 1st 2022

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kasus baru virus Corona naik 18 persen dalam sepekan terakhir dengan lebih dari 4,1 juta kasus dilaporkan secara global.

Associated Press (AP) melaporkan jika dalam laporan mingguan terbaru tentang pandemi, WHO mengatakan kematian di seluruh dunia relatif tetap sama dengan minggu sebelumnya, sekitar 8.500. Tetapi, ada tiga wilayah yang mengalami peningkatan, yakni Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika.

Menurut laporan yang dirilis Rabu malam, kenaikan mingguan terbesar dalam kasus Covid-19 baru terlihat di Timur Tengah, di mana mereka meningkat sebesar 47 persen. WHO mengatakan infeksi meningkat sekitar 32 persen di Eropa dan Asia Tenggara, dan sekitar 14 persen di Amerika.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kasus meningkat di 110 negara, sebagian besar didorong oleh varian Omicron BA.4 dan BA.5.

“Pandemi ini berubah, tetapi belum berakhir,” kata Tedros minggu ini saat konferensi pers. Dia mengatakan kemampuan untuk melacak evolusi genetik Covid-19 "terancam" ketika negara-negara melonggarkan upaya pengawasan dan pengurutan genetik. Tedros memperingatkan bahwa akan lebih sulit untuk mendeteksi varian baru yang muncul dan berpotensi berbahaya.

Dia menyerukan agar negara-negara mengimunisasi populasi mereka yang paling rentan, termasuk petugas kesehatan dan orang-orang di atas 60. Menurutnya, saat ini ratusan juta orang belum divaksinasi dan berisiko mengalami penyakit parah dan kematian.

Tedros mengungkap jika sejauh ini lebih dari 1,2 miliar vaksin Covid-19 telah diberikan secara global. Sayangnya, tingkat imunisasi rata-rata di negara-negara miskin hanya sekitar 13 persen.

“Jika negara-negara kaya memvaksinasi anak-anak sejak usia 6 bulan dan berencana untuk memberikan vaksinasi selanjutnya, sulit dimengerti untuk menyarankan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah tidak boleh memvaksinasi dan memberikan booster kepada kelompok paling berisiko,” katanya.

Menurut angka yang dikumpulkan oleh Oxfam dan People Vaccine Alliance, kurang dari setengah dari 2,1 miliar vaksin yang dijanjikan kepada negara-negara miskin oleh Kelompok Tujuh ekonomi besar telah dikirimkan.(*)

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Ahli: Suntikan Booster untuk Negara Kaya Tidak Akan Mengakhiri Pandemi

Current Issues
Ini Rencana WHO untuk Keluar dari Fase Darurat Pandemi

Current Issues
Perketat Maskermu! Kasus Harian Covid-19 Indonesia Pecah Rekor