Current Issues

BioNTech dan Pfizer Akan Mulai Menguji Vaksin Universal untuk Virus Corona

Dwiwa

Posted on June 30th 2022

Baru-baru ini, BioNTech dan Pfizer yang bekerjasama dalam pembuatan vaksin Covid-19, mengatakan kedua perusahaan akan memulai pengujian vaksin virus Corona universal pada manusia pada paruh kedua tahun ini. Reuters melaporkan, vaksin generai berikutnya ini dapat melindungi terhadap berbagai macam virus Corona.

Pekerjaan eksperimental mereka pada vaksin terbaru melampaui pendekatan yang sudah dilakukan saat ini. Itu termasuk vaksin peningkatan sel-T, yang dirancang terutama untuk melindungi terhadap penyakit parah jika virus menjadi lebih berbahaya, dan vaksin pan-coronavirus yang melindungi terhadap keluarga virus yang lebih luas dan mutasinya.

Dalam slide presentasi yang diposting di laman BioNTech untuk hari investornya, perusahaan biotek Jerman tersebut mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan varian yang tahan lama.

Dua perusahaan tersebut saat ini sedang berdiskusi dengan regulator terkait versi yang disempurnakan dari vaksin buatannya yang sudah mapan untuk lebih melindungi terhadap varian Omicron dan suvariannya.

Saat ini, virus terus bermutasi menjadi varian baru yang lebih mudah menghindari perlindungan vaksin. Selain itu, memori kekebalan manusia juga memudar seiring berjalannya waktu. Hal tersebut membuat pencarian perlindungan yang lebih handal oleh perusahaan, pemerintah, dan badan kesehatan jadi semakin penting.

Selain mengembangkan vaksin virus Corona bersama Pfizer, BioNTech mengatakan sedang bekerja secara independen pada antibiotik presisi yang membunuh superbug yang telah tumbuh kebal terhadap anti-infeksi yang tersedia saat ini.

BioNTech, yang tidak mengatakan kapan uji coba dapat dimulai, bersandar pada teknologi PhagoMed, yang diakuisisi pada Oktober tahun lalu. Pengembang antibiotik yang berbasis di Wina ini telah melakukan pekerjaan pada enzim, yang dibuat oleh virus pembunuh bakteri, yang menembus dinding sel bakteri.

Infeksi yang resistan terhadap obat tengah meningkat akibat penggunaan antibiotik yang berlebihan dan kebocoran ke lingkungan dalam produksi antibiotik. Peneliti kesehatan masyarakat menyebut jumlah gabungan orang yang meninggal per tahun akibat infeksi resisten antibiotik di Amerika Serikat dan Uni Eropa mendekati 70.000.(*)

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Hasil Uji Vaksin Covid-19 Pfizer Pada Anak Tunjukkan Efikasi 90,7 Persen

Current Issues
Studi: Kemanjuran Pfizer dan AstraZeneca Melemah Hadapi Varian Delta

Current Issues
1,5 Juta Vaksin Pfizer Tiba, Bisa Digunakan untuk Warga Usia 12 Tahun ke Atas