Current Issues

Kasus Monkeypox Terus Naik Secara Global, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dwiwa

Posted on June 28th 2022

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada lebih dari 3.400 kasus cacar monyet atau monkeypox yang dikonfirmasi dan satu kematian dilaporkan pada Rabu lalu. Mayoritas kasus berasal dari Eropa.

Reuters melaporkan WHO mengungkap bahwa sejak 17 Juni, 1.310 kasus baru dilaporkan ke badan tersebut, dengan delapan negara baru melaporkan kasus cacar monyet. Meski kasusnya semakin naik, tetapi WHO pekan lalu memutuskan jika monkeypox masih belum menjadi darurat kesehatan global. Meski begitu Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia sangat prihatin dengan wabah tersebut.

 

Lalu seperti apa gejala yang perlu diwaspadai?

Dilansir Eat This, Not That!, gejala cacar monyet mirip dengan kebanyakan virus lainnya. Gejala awalnya mirip flu dan mungkin termasuk demam, kedinginan, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot dan sendi, serta kelelahan. Pasien yang terinfeksi mungkin mengalami salah satu gejala tersebut, lima gejala, atau semuanya. Gejala dapat berubah dari kasus ke kasus.

Masa inkubasi cacar monyet adalah sekitar tujuh hingga 14 hari, tetapi dapat berkisar antara lima hingga 21 hari. Kira-kira satu sampai tiga hari setelah munculnya demam, pasien yang terinfeksi monkeypox akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Itulah cacar.

Lesi kulit kemudian berkembang dari makula (perubahan warna kulit tanpa perubahan bentuk) menjadi papula (penonjolan padat di atas permukaan kulit) menjadi vesikel (benjolan berisi cairan) menjadi pustula (benjolan kecil di kulit yang berisi nanah) dan akhirnya menjadi koreng sebelum rontok. Pasien dianggap menular dari gejala awal mereka sampai semua koreng rontok. Monkeypox biasanya berlangsung dalam waktu dua sampai empat minggu.

 

Apa yang harus dilakukan jika melihat gejala ini?

Jika kalian yakin telah terpapar monkeypox, segera hubungi dokter untuk mendapatkan saran, pengujian, dan perawatan medis. Jika dikonfirmasi terinfeksi monkeypox, kalian perlu mengisolasi diri sampai virus berlalu untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Gejala cacar monyet biasanya sembuh sendiri tanpa memerlukan pengobatan, dan pengobatan saat ini terutama bersifat suportif. Namun, beberapa antivirus yang dikembangkan untuk pasien cacar terbukti bermanfaat karena kesamaan antara monkeypox dan cacar.

Ada juga dua vaksinasi terhadap monkeypox - ACAM2000, vaksinasi yang dikembangkan untuk cacar dan Jynneos, vaksin cacar lain yang dilisensikan di Amerika Serikat. Vaksinasi ini dapat digunakan untuk mencegah infeksi dan untuk seseorang yang terpapar monkeypox hingga 14 hari setelah terpapar.

 

Bagaimana mencegah agar tidak tertular?

Risiko infeksi monkeypox dapat dikurangi dengan membatasi kontak dengan orang yang telah terkonfirmasi cacar monyet atau diduga terinfeksi. Tindakan pencegahan yang paling penting adalah kebersihan tangan yang baik dengan membersihkan tangan secara teratur dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbasis alkohol.

Penting juga untuk membersihkan dan mendisinfeksi pakaian, seprai, handuk, atau barang dan permukaan lain yang mungkin telah terpapar oleh siapa pun yang terinfeksi atau diduga terinfeksi monkeypox. (*) 

 

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Kasus Monkeypox Capai Lebih dari 6.000, WHO Kembali Adakan Pertemuan Darurat

Current Issues
WHO: Kasus Cacar Monyet Melonjak Hingga Lebih dari 3.200 Secara Global

Current Issues
Meski Monkeypox Belum Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Tetap Waspada