Current Issues

Apakah Sistem Penyaring Udara Berteknologi Tinggi Kurangi Risiko Covid di Mobil?

Dwiwa

Posted on June 27th 2022

Pejabat dan praktisi kesehatan telah lama menekankan pentingnya penyaringan udara dan ventilasi untuk menurunkan penularan virus Corona baru. Environmental Protection Agency mengatakan di situs webnya bahwa pembersih udara dan filter HVAC dapat membantu mengurangi kontaminan di udara, termasuk virus, di gedung atau ruang kecil bila digunakan dengan benar. Tetapi itu saja tidak cukup.

“Jika sendiri, pembersihan atau penyaringan udara tidak cukup untuk melindungi orang dari Covid-19. Ketika digunakan bersama dengan praktik kesehatan lainnya yang direkomendasikan oleh CDC dan lembaga kesehatan masyarakat lain, termasuk jaga jarak dan memakai masker, penyaringan dapat menjadi bagian dari rencana untuk mengurangi penularan Covid-19 melalui udara di dalam ruangan,” jelas EPA seperti yang dilansir ABC News.

Rekomendasi para ahli ini rupanya menginspirasi para produsen mobil untuk berinovasi dan membuat penumpangnya aman. Sebut saja Jaguar Land Rover yang mengklaim Cabin Air Purification Pro yang ada di Range Rover SUV terbarunya bisa secara signifikan mengurangi bau, bakteri, virus dan alergen termasuk virus SARS-Cov-2. Hal ini berkat keberadaan nanoe X, sebuah teknologi elektrostastik yang dikembangkan oleh Panasonic.

Menurut JLR, ketika SUV dihidupkan, sistem ventilasi dan pendingin udara (HVAC) dinyalakan, triliunan partikel air terionisasi dilepaskan ke kabin melalui ventilasi udara depan dan belakang. Partikel-partikel ini “mengubah sifat”, atau pada dasarnya membunuh virus saat bersentuhan.

Panasonic mengatakan, teknologi nanoe X mereka menghambat bakteri dan virus, jamur, alergen, serbuk sari, dan zat berbahaya. Ini membantu membersihkan udara yang dihirup. Teknologi ini telah diuji secara global di laboratorium dan institusi.

Meski klaimnya begitu menjanjikan, para ahli yang diwawancarai oleh ABC News mengatakan teknologi itu dapat membantu saat di kendaraan tetapi skeptis terhadap dampak keseluruhannya dibanding dengan pemakaian masker.

Sistem infiltrasi canggih di mobil sebenarnya sudah mulai populer dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2015, Tesla menjadi yang pertama memasang filter berperingkat HEPA di kendaraan listriknya. Produsen mobil mengklaim penumpang dapat benar-benar aman dari serangan biologi kelas militer ketika Mode Pertahanan Bioweapon dijalankan.

Mercedes juga memiliki filter HEPA besar di sedan elektrik Mercedes EQS terbaru yang diklaim menghilangkan 99,6 persen polutan, termasuk debu halus, partikel mikro, serbuk sari, dan zat lainnya dari kabin. Selain itu, sistem Energizing Air Control Plus sedan menhilangkan bau seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida.

Volvo, Ford, dan Lincoln juga meluncurkan sistem penyaringan udara premium. Teknologi Advanced Air Cleaner Volvo hadir dengan sensor yang mengukur tingkat PM2.5 di dalam kabin.

Lincoln mengatakan Auto Air Refresh yang tersedia di Aviator SUV, adalah sistem penyaringan udara holistik dan pemantauan udara aktif yang membantu membersihkan udara kabin dengan menyaring partikel yang disebabkan oleh debu atmosfer, asap tembakau, kabut asap dan beberapa alergen, termasuk serbuk sari.

Sementara filter udara kabin bersertifikasi standar baru milik Ford yang disebut Refresh95, akan tersedia di sebagian besar jajaran kendaraan mereka pada akhir tahun 2023.

John Brownstein, Ph.D., ahli epidemiologi dan kepala inovasi Rumah Sakit Anak Boston, mengatakan risiko penularan Covid di dalam mobil kecil. Tetapi menyalakan sistem penyaringan udara ini dapat menciptakan tingkat perlindungan tambahan.

"Kita tidak bisa melakukan social distance di dalam mobil," katanya. "Sistem ini bisa menjadi alat yang berguna. Tetapi jika kalian benar-benar khawatir (tentang Covid), kenakan masker bersama penumpang lain."

Dr Rajat Mittal, seorang profesor teknik mesin dan kedokteran di Universitas Johns Hopkins, mengatakan dia meragukan klaim yang dibuat oleh Panasonic dan Jaguar Land Rover. Dalam tes Texcell, yang dilakukan di ruang 45 liter, sepotong kain kasa yang dibasahi dengan larutan virus SARS-CoV-2 ditempatkan di cawan petri dan diekspos ke teknologi nanoe X selama dua jam.

"Volume bagian dalam mobil adalah 3.000 hingga 5.000 liter - 100 kali lebih besar dari ruang di laboratorium ini," kata Mittal kepada ABC News. "Dalam pengujian, virus tidak bisa bergerak dan dikunci di selembar kain kasa. Dalam situasi nyata, orang yang terinfeksi akan bergerak dan menyebarkan virus di udara melalui droplet kecil."

"Saya benar-benar berpikir lebih banyak diperlukan untuk meyakinkan seseorang seperti saya dengan latar belakang ilmiah bahwa itu adalah klaim yang valid,” tambahnya.

Mittal mengatakan sistem penyaringan udara kendaraan hanya efektif dengan filter HEPA dan cepatnya penggantian udara di dalam kabin.

"Filter HEPA pasti akan menangkap virus dan AC perlu dihidupkan dengan sirkulasi udara yang cepat," katanya.

Namun, ada juga kerugiannya. Dia mengatakan beberapa filter harus dirawat dan diganti dan manfaat apa pun mungkin tidak lebih besar daripada biayanya.

"Saya tidak akan membayar bahkan USD100 untuk menaruhnya di mobil saya. Itu tidak sepadan dengan uangnya," katanya. "Pakai masker dan buka jendela. Itu hal terbaik yang bisa kalian lakukan untuk mengurangi penularan." (*)

 

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Lakukan Hal Ini Saat di Luar Ruangan Agar Tidak Terkena Varian Delta

Current Issues
Hindari Tempat-Tempat Ini Jika Belum Vaksin

Current Issues
Waduh, Jaga Jarak 1,8 Meter di Ruangan Tak Lagi Efektif Cegah Covid-19?