Interest

Fosil Dinosaurus Berusia 125 Juta Tahun Ternyata Memiliki Pusar

Jingga Irawan

Posted on June 27th 2022

Bayangan kita, dinosaurus tak memiliki pusar karena mereka bereproduksi dengan menghasilkan telur. Namun, ahli paleontologi telah menemukan pusar tertua dalam keilmuan sains pada fosil dinosaurus berusia 125 juta tahun yang masuk genus Psittacosaurus. Dilansir IGN, fosil itu juga memiliki lubang pantat dinosaurus pertama yang pernah ditemukan.

Seperti laporan Live Science, Psittacosaurus hidup selama periode Cretaceous, yaitu antara 145 juta hingga 66 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan menemukan pusar ini setelah mereka menempatkan fosil tersebut ke sinar laser yang terkonsentrasi.

Para ilmuwan ini melaporkan temuan mereka di jurnal BMC Biology yang terbit pada 7 Juni. Mereka mengatakan melihat "jejak tipis bekas luka pusar" yang "sedikit tak sama dengan pola kulit dan bersisik di atas perut dinosaurus serta merupakan hal reptil yang mirip dengan pusar mamalia."

Meskipun janin mamalia mendapatkan nutrisi dari plasenta, burung dan reptil mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari kantung kuning telur yang terhubung ke perut mereka melalui pembuluh darah. Saat jenis makhluk ini menetas, kuning telur diserap ke dalam tubuh dan hanya bekas luka di perut yang tersisa.

Bagi kebanyakan burung dan reptil, bekas luka sembuh dalam hitungan hari atau minggu. Tetapi beberapa reptil, termasuk buaya, dapat memiliki bekas luka ini seumur hidup. Fosil ini memberikan pencerahan baru tentang dinosaurus dan memberikan indikasi bahwa beberapa dinosaurus memang memiliki bekas luka yang tak sembuh-sembuh sejak dini.

Fosil yang dikenal dengan nama SMF R 4970 ini merupakan jenis awal dari Ceratopsian yang disebut Psittacosaurus Mongoliensis dan termasuk dalam kelompok herbivora berparuh Triceratops.

Fosil ini ditemukan kira-kira 20 tahun yang lalu, dan terawetkan dengan sangat baik karena dinosaurus itu menjadi fosil dalam keadaan berbaring telentang. Hal ini juga menyebabkan para ilmuwan menemukan lubang pantat sempurna dan unik seperti yang disebutkan sebelumnya.

"Menggunakan pencitraan LSF, kami mengidentifikasi sisik khas yang mengelilingi bekas luka pusar yang panjang pada spesimen Psittacosaurus, mirip dengan [bekas luka pada] kadal dan buaya hidup tertentu," kata paleontolog Michael Pittman, asisten profesor di School of Life Sciences di Chinese University Hong Kong, dalam pernyataan.

"Kami menyebut bekas luka semacam ini sebagai pusar, dan itu lebih kecil daripada milik manusia. Spesimen ini adalah fosil dinosaurus pertama yang mengawetkan pusar, karena kondisi pelestariannya yang luar biasa.”

Fosil itu ditemukan di wilayah Tiongkok pada tahun 1980-an atau 1990-an dan diduga diselundupkan ke luar negeri dan ke pasar bawah tanah Eropa sebelum dibeli serta dipajang pada 2001 di Museum Senckenberg di Frankfurt, Jerman.

"Ada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai kepemilikan legal spesimen ini dan upaya untuk memulangkannya ke Tiongkok belum berhasil. Tim internasional kami yang terdiri dari anggota Australia, Belgia, Inggris, Tiongkok, dan Amerika semuanya berharap dan mendukung solusi damai untuk perdebatan yang sedang berlangsung ini," tulis para peneliti dalam laporan mereka.

"Kami pikir penting untuk dicatat bahwa spesimen itu diperoleh oleh Museum Senckenberg untuk mencegah penjualannya ke tangan swasta dan untuk memastikan ketersediaannya untuk studi ilmiah." (*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Interest
Temuan Arkeologis Ini Buktikan Bahwa Spinosaurus Bisa Berenang

Interest
Nenek Moyang Dinosaurus Mungkin Berukuran “Kecil”

Interest
Diduga Tengkorak Reptil, Fosil 66 Juta Tahun Ini Ternyata Paru-paru Ikan Raksasa