Tech

Instagram Uji Coba Sistem AI untuk Verifikasi Usia dengan Memindai Wajah

Jingga Irawan

Posted on June 24th 2022

Instagram saat ini sedang mencoba cara baru bagi pengguna untuk memverifikasi usia mereka. Salah satunya menggunakan sistem AI buatan perusahaan pihak ketiga, Yoti. Sistem tersebut bisa memperkirakan berapa usia seseorang hanya dengan memindai wajah.

Secara resmi, pengguna harus berusia minimal 13 tahun untuk bisa mendaftar akun Instagram. Namun, anak perusahaan Meta itu tak memiliki fitur memadai untuk menegakkan aturan ini. Buktinya, masih banyak anak di bawah usia minimum sudah memiliki akun Instagram.

Namun, setelah dikritik oleh pakar privasi dan keselamatan anak, Instagram telah memperkenalkan lebih banyak fitur verifikasi usia. Selain itu, perusahaan juga memiliki fitur untuk menjauhkan pengguna anak-anak yang rentan dari orang dewasa yang berpotensi melakukan kejahatan di media sosial.

Saat ini, Instagram meminta pengguna untuk memverifikasi usia mereka hanya ketika pengguna mencoba mengedit tanggal lahir. Fungsinya untuk menunjukkan kalau pengguna memang berusia 18 tahun ke atas. Untuk memverifikasi usia, pengguna dapat mengirimkan gambar identitas.

Nah, mulai Kamis, 23 Juni 2022, pengguna di AS akan memiliki dua opsi tambahan: social vouching dan estimasi AI.

Cara pertama, social vouching, Instagram akan meminta tiga pengikut yang mengenal pengguna untuk mengonfirmasi berapa usia pengguna itu. Pengikut bersama harus berusia di atas 18 tahun, dan memiliki waktu tiga hari untuk menanggapi permintaan Instagram.

Cara kedua, estimasi AI. Cara ini membuat pengguna harus mengirimkan video selfie ke perusahaan pihak ketiga, Yoti, yang menggunakan sistem AI untuk memperkirakan usia seseorang.

Yoti adalah pemain terkenal di dunia verifikasi usia online dan ID. Teknologinya telah dipakai oleh pemerintah Inggris dan lembaga pengatur undang-undang digital Jerman. Sistemnya menggunakan berbagai sinyal wajah untuk memperkirakan usia target.

Sayangnya, sebuah data menunjukkan kalau sistem Yoti kurang akurat untuk wajah wanita dan orang dengan kulit lebih gelap. Terutama untuk usia di bawah 24 tahun, perkiraannya bisa meleset hingga 2,5 tahun. Namun, jika alat tersebut membuat perkiraan luas tentang usia pengguna, akurasinya meningkat.

Pada tahun 2020, lembaga nonprofit pihak ketiga menemukan bahwa 98,89 persen sistem analisis Yoti bisa diandalkan dalam menebak apakah orang berusia 18 tahun ke atas atau di bawah 25 tahun.

Meskipun kedengarannya canggih, sistem ini kemungkinan masih bisa dikelabui. Pengguna kemungkinan bisa menipu web Yoti hanya dengan memegang foto orang lain yang lebih tua di depan webcam. Bahkan, pengguna di bawah aturan usia bisa juga meminta bantuan teman yang lebih tua untuk lulus verifikasi usia di aplikasi.

Ini bukan satu-satunya sistem AI yang digunakan Instagram untuk mencoba dan memperkirakan usia pengguna. Sejak 2019, perusahaan telah menggunakan sistem otomatis untuk mencari pengguna di bawah umur. Alat ini memindai informasi seperti foto ulang tahun pengguna dan usia grup pertemanan mereka.

Jadi, jika pengguna mengaku berusia 20 tahun tetapi memposting lagi merayakan ulang tahun ke-17, akun mereka akan ditandai dan mungkin harus memverifikasi usia mereka lagi. (*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Tech
Lindungi Remaja, Instagram Wajibkan Pengguna Cantumkan Tanggal Lahir

Tech
Instagram Memperluas Fitur untuk NFT di 100 Negara

Tech
Facebook, WhatsApp, dan Instagram Pulih Setelah Down Enam Jam, Ini Penyebabnya!