Current Issues

Kasus Covid-19 meningkat di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa

Dwiwa

Posted on June 23rd 2022

Laporan mingguan pandemi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu mengungkap jika jumlah kasus baru virus Corona meningkat di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa pekan lalu. Sementara jumlah kematian secara global turun 16 persen.

Dikutip dari Associated Press (AP) WHO mengatakan ada 3,3 juta infeksi Covid-19 baru pekan lalu, menandai penurunan 4 persen, dengan lebih dari 7.500 kematian. Tetapi kasus melonjak sekitar 45 persen di Asia Tenggara dan Timur Tengah, dan sekitar 6 persen di Eropa.

Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara juga turut mengalami peningkatan kasus dalam sepekan terakhir. Bahkan pada 22 Juni 2022, kasusnya mencapai 1.985 kasus, meningkat dua kali lipat dibanding seminggu sebelumnya yang hanya 930 kasus pada 14 Juni 2022.

Asia Tenggara adalah satu-satunya wilayah yang melaporkan sedikit peningkatan sebesar 4 persen dalam kematian, sementara angka turun di tempat lain. Secara global, jumlah kasus baru Covid-19 telah menurun setelah mencapai puncaknya pada Januari.

Salim Abdool Karim, seorang ahli epidemiologi dan wakil rektor di Universitas KwaZulu-Natal di Afrika Selatan, mengatakan penurunan jumlah Covid-19 baru-baru ini telah mencapai tingkat “paling" banyak yang belum pernah terlihat dalam dua setengah tahun terakhir. Tetapi dia memperingatkan bahwa beberapa negara, termasuk Inggris, mulai melihat sedikit lonjakan kasus.

Pejabat kesehatan Inggris mengatakan pekan lalu ada tanda-tanda awal negara itu bisa menjadi awal gelombang infeksi baru yang didorong oleh varian Omicron, meskipun tingkat rawat inap sejauh ini tetap sangat rendah.

Negara tersebut mencabut hampir semua pembatasan Covid beberapa bulan yang lalu. Pekan lalu, Inggris mencatat kenaikan 43 persen kasus setelah pesta jalanan, konser, dan perayaan lainnya saat merayakan ulang tahun platinum Ratu Elizabeth II awal bulan ini, yang menandai 70 tahun dia sebagai pemimpin kerajaan.

Sementara itu di AS, para pejabat mulai meluncurkan vaksin untuk anak-anak usia enam bulan hingga lima tahun akhir pekan lalu. Pada Sabtu, penasihat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit A.S (CDC) memberi izin vaksin buatan Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk kelompok usia tersebut. Mereka mengatakan itu membantu mencegah penyakit parah, rawat inap dan kematian pada anak kecil.

Meskipun anak-anak kecil umumnya tidak sakit akibat Covid-19 seperti anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, jumlah rawat inap mereka melonjak selama gelombang Omicron. Para ahli Amerika telah menentukan bahwa manfaat dari vaksinasi lebih besar daripada risikonya yang kecil.(*)

Foto: Pixabay

Related Articles
Current Issues
WHO: Varian Delta Covid-19 Bakal Mendominasi Dunia

Current Issues
Sempat Disebut Kesalahan Lab, Ini Fakta Varian Deltacron yang Kini Diakui WHO

Current Issues
Varian Delta Picu Lonjakan Kasus, Perlukah Booster Vaksin Covid-19?