Lifestyle

Alasan Penting Kenapa Kita Harus Makan Lebih Banyak Sayuran

Dwiwa

Posted on June 22nd 2022

Para ahli kesehatan telah sejak lama terus menggaungkan pentingnya mengonsumsi sayuran. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang untuk mengonsumsi sebanyak 400 gram buah dan sayuran per hari.

Jika diterjemahkan, ini terdiri dari 250 gr sayur (setara dengan 2,5 porsi atau 2,5 gelas sayur setelah masak dan ditiriskan) dan 150 gram buah (setara 3 buah pisang ambon ukuran sedang).

Sayangnya, banyak dari kita tidak mencapai rekomendasi ini. Dilansir dari Eat This, Not That!, pakar nutrisi menduga bahwa dua alasan utama sayuran mungkin kurang dikonsumsi adalah karena rasa dan kenyamanan.

Ketika mempertimbangkan semua produk, sayuran cenderung memiliki rasa pahit dibandingkan dengan manisnya buah-buahan. Sayuran juga biasanya tidak dimakan sendiri tetapi dinikmati setelah dimasak atau disiapkan, sehingga perlu waktu untuk memindahkannya dari lemari es, pantry, atau freezer, ke piring.

Selain itu, sayuran kurang umum di restoran: jarang ditemukan di menu makanan cepat saji juga dan bukan prioritas utama untuk sebuah kafe. Ini menciptakan hambatan kecil, namun bermakna, untuk mencapai asupan sayuran yang optimal.

Lalu, kenapa sebenarnya kita harus berusaha lebih keras untuk menambah asupan sayur dalam menu sehari-hari? Penelitian menunjukkan bahwa berbagai sayuran menawarkan perlindungan lanjutan terhadap penyakit kronis, jadi sangat penting bagi kita untuk memasukkannya ke dalam menu makanan.

Efek perlindungan penyakit ini menjadi lebih kuat ketika kita memilih berbagai sayuran setiap hari yang mencakup beragam warna dan jenis. Berikut beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat jika mengonsumsi banyak sayur dalam sehari.

1. Melindungi dari penyakit jantung

WHO menyebut jika penyakit arteri koroner atau penyakit jantung iskemik adalah yang paling mematikan. Sebuah meta-analisis 2018 dari 69 studi prospektif di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa asupan makanan dan/atau konsentrasi darah dengan kandungan vitamin C, karotenoid, dan alfa-tokoferol (suatu bentuk vitamin E) yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan penyakit kardiovaskular, kanker, dan semua penyebab kematian.

Nutrisi dan senyawa ini biasanya lebih berlimpah dengan mengonsumsi sayuran yang cukup. Sayuran juga biasanya merupakan sumber potasium yang baik, yang terkait dengan kontrol tekanan darah yang lebih baik.

2. Melindungi dari kanker

Organisasi kanker seperti American Cancer Society (ACS) dan American Institute for Cancer Research (AICR) menganjurkan untuk meningkatkan konsumsi sayuran. AICR telah mengembangkan konsep “New American Plate" yang mendorong pendekatan pola makan nabati, termasuk dua pertiga dari setiap makanan sebagai buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

ACS meyakini sayuran kemungkinan dapat mengurangi risiko kanker berkat kandungan vitamin, mineral, dan serat. Ditambah dengan kontribusi tingginya kandungan air dan sayuran rendah kalori dapat membantu upaya pengelolaan berat badan.

3. Melindungi dari diabetes tipe 2

Pada 2021, jumlah kasus diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta. Tingginya angka ini membuat kita harus bisa memahami kebiasaan makan apa yang dapat mencegah agar jumlah kasusnya tidak bertambah.

Sebuah meta-analisis 2016 dalam Journal of Diabetes Investigation termasuk pemeriksaan 23 artikel dan menemukan lebih banyak asupan sayuran berdaun hijau, sayuran kuning, sayuran cruciferous, atau seratnya dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Pesan nutrisi yang menjanjikan bagi penderita diabetes adalah makan karbohidrat dalam jumlah yang konsisten, konsumsi serat dalam jumlah banyak, sertakan buah-buahan dan sayuran secara teratur dalam makanan, dan hindari gula tambahan yang berlebihan.

4. Melindungi dari penyakit ginjal kronis

Meta-analisis lain, kali ini ditampilkan dalam Clinical Journal of the American Society of Nephrology pada 2019, mengidentifikasi 18 studi kohort prospektif dan menemukan pola diet sehat, termasuk diet yang mendorong konsumsi sayuran tinggi, dikaitkan dengan insiden penyakit ginjal kronis yang lebih rendah.

National Kidney Foundation mendesak asupan makanan nabati yang lebih tinggi seperti sayuran untuk membantu mencegah dan memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis.(*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Lifestyle
Seberapa Penting Sih Menurunkan Berat Badan untuk Kesehatan? Yuk Cari Tahu

Lifestyle
Kapan Sih Waktu Makan yang Paling Tepat?

Lifestyle
Ini Alasan Utama Orang Gagal Jalani Gaya Hidup Sehat, Kamu Juga?