Current Issues

Kenali Gejala BA.4 dan BA.5 yang Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19

Dwiwa

Posted on June 21st 2022

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia tembus di atas seribu dalam seminggu terakhir. Bahkan pada Selasa 21 Juni 2022, kasusnya tercatat mencapai 1.678 . Jumlah yang hampir dua kali lipat dibanding seminggu sebelumnya, dimana pada 14 Juni 2022 hanya tercatat 930 kasus.

Kehadiran Omicron subvarian BA.4 dan subvarian BA.5 pun disebut-sebut menjadi pemicu kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia yang sempat landai. Bahkan diperkirakan, puncak gelombang Covid-19 akibat subvarian ini bakal terjadi pada Juli.

Lalu separah apa sih gejala yang ditimbulkan oleh Subvarian baru dari Omicron ini? Haruskah kita merasa khawatir dengan tingkat keparahan yang ditimbulkan oleh BA.4 dan BA.5?

Kasus Covid-19 yang disebabkan oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pertama kali dideteksi di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022. Kemunculan varian ini pun langsung menarik perhatian karena memicu terjadinya lonjakan di beberapa negara.

Dilansir dari Time, Paul Bieniasz, seorang profesor di Universitas Rockefeller yang mempelajari evolusi virus mengatakan versi Omicron yang lebih baru ini bisa mengecoh antibodi yang dibuat oleh vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Selain itu, subvarian yang baru ini juga membuat pengobatan yang selama ini dilakukan kurang efektif. Misalnya bisa melewati pengobatan antibodi monoklonal, yang menggunakan protein sistem kekebalan buatan laboratorium yang dikembangkan dari strain SARS-Cov-2 sebelumnya.

“Sebagian besar antibodi yang telah dibuat sekarang sudah usang,” ujar Bieniasz.

Selain itu, varian BA.4 dan BA.5 juga lebih menular dibanding varian sebelumnya sehingga bisa menyebar dengan cepat. Dan sejauh ini, data yang ada menunjukkan infeksi yang ditimbulkan tidak begitu parah.

Kementerian Kesehatan juga menyebutkan jika gejala subvarian BA.4 dan BA.5 lebih ringan dibanding dengan varian Omicron maupun Delta. Lalu seperti apa gejala dari subvarian yang diidentifikasi di Indonesia sejak awal Juni ini?

Dilansir dari nbcchicago.com, para ahli mengatakan jika sebagian besar gejala yang ditemukan pada orang yang terpapar subvarian baru ini mirip dengan jenis Covid-19. Beberapa di antaranya adalah hidung tersumbat, nyeri tubuh, sakit tenggorokan, bersin, sakit kepala, batuk serta kelelahan.

Selain itu, beberapa orang yang terpapar BA.4 dan BA.5 juga melaporkan demam, mual atau muntah, sesak napas, diare, serta ageusia (hilangnya fungsi indra pengecap) atau anosmia (kehilangan indra penciuman).

Foto: Pixabay

Related Articles
Current Issues
Infeksi Subvarian BA.4 dan BA.5 Lebih Ringan Dibanding Delta dan Omicron

Current Issues
WHO Sedang Menganalisis Dua Sub-varian Baru Omicron

Current Issues
Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan Setelah Omicron