Tech

iOS 16 Bisa Otomatis Hindari CAPTCHA di Beberapa Aplikasi dan Situs Web

Jingga Irawan

Posted on June 21st 2022

Pengguna iOS 16 bakal punya privilege khusus. Mereka kemungkinan tak harus berurusan dengan banyak CAPTCHA yang mengganggu. Biasanya, CAPTCHA muncul dalam bentuk permintaan untuk memilih, menyusun atau menggeser potongan puzzle dari gambar bukit, gunung, hingga alat transportasi bagi pengguna.

CAPTCHA berfungsi sebagai verifikasi bahwa tindakan kalian di internet tak dilakukan secara otomatis oleh BOT atau komputer. Sistem ini memberi perlindungan pada aplikasi atau website dan memastikan kalau kalian tak berniat meretas atau membanjiri spam.

Namun, beberapa orang merasa kewalahan untuk mengakses CAPTCHA. Pasalnya, sistem ini butuh ketelitian dan memakan waktu cukup lama jika dibandingkan dengan kecepatan internet.

Nah, Apple memperkenalkan fitur untuk iPhone dan Mac yang disebut Verifikasi Otomatis (Automatic Verification). Fitur ini bisa memberi tahu beberapa situs kalau kalian bukan BOT tanpa harus melakukan apa pun, termasuk mengisi CAPTCHA.

Apple telah bekerja dengan dua jaringan pengiriman konten utama, Fastly dan Cloudflare, untuk mengembangkan sistem itu. Saat diluncurkan dengan iOS 16 dan macOS Ventura, situs yang akan menggunakan salah satu layanan untuk mempertahankan diri dari spam seharusnya dapat memanfaatkan sistem untuk berhenti menampilkan banyak CAPTCHA kepada pengguna.

Meskipun langkah ini masih jauh dari menghapus CAPTCHA secara keseluruhan, Apple tetap melakukan kemajuan. Sistem yang mendasarinya, yang Apple sebut sebagai Private Access Token, secara samar-samar mengingatkan pada sistem untuk mengganti kata sandi.

Cara kerjanya sederhana: perangkat kalian melihat berbagai faktor untuk menentukan apakah kalian seorang manusia. Saat kalian membuka situs web yang biasanya meminta kalian untuk mengisi CAPTCHA, situs tersebut bisa menanyakan ponsel atau komputer kalian sendiri apakah ada manusia yang menggunakannya. Jika perangkat kalian setuju, kalian akan diizinkan masuk.

Seperti kebanyakan teknologi baru yang ditawarkannya, Apple memiliki penegasan soal privasi. Perusahaan mengatakan bahwa ID Apple pengguna akan berperan sebagai bukti bahwa kalian adalah orang yang sebenarnya. Tetapi ponsel atau komputer kalian tak akan mengirimkan data itu ke server lain (seperti alamat email atau nomor telepon Anda) yang terkait dengannya.

Satu-satunya hal yang didapat situs adalah persetujuan dari Apple bahwa kalian adalah manusia, bukan BOT. Demikian pula, Apple hanya tahu bahwa perangkat kalian memintanya untuk mengonfirmasi apakah kalian manusia, jadi tak mendapatkan info tentang siapa yang ingin tahu.

Untuk pengguna Android dan Windows, jangan khawatir. Apple bukan satu-satunya yang mengerjakan teknologi ini. Menurut Fastly, Google juga membantu mengembangkannya, dan konsep memiliki pihak terpercaya yang menjamin bahwa kalian adalah manusia sedang dibangun ke dalam standar internet.

Google mulai membangun sistem serupa ke Chrome sekitar dua tahun yang lalu, meskipun tampaknya masih membutuhkan pihak ketiga alih-alih melakukan verifikasi itu sendiri dengan sistemnya.(*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Tech
Aplikasi Android Sudah Tersedia untuk Windows 11 di Beta Channel

Tech
WhatsApp Punya Beberapa Fitur Baru, Ada yang Bisa Buat Kirim Pesan Rahasia

Tech
Fitur Baru DuckDuckGo Bisa Cegah Aplikasi Lacak Data Penggunan Android