Sport

Cetak Hat-Trick, Fabio Quartararo Perkasa di Puncak Klasemen

Tora Nodisa

Posted on June 20th 2022

Foto: MotoGP.com

Kemenangan mulus Fabio Quartararo di GP Jerman membuatnya kini semakin kukuh di puncak klasemen pembalap MotoGP 2022. Quartararo mengoleksi 172 poin. Pembalap yang terdekat adalah Aleix Espargaro dengan 138 poin. Sementara itu, Francesco Bagnaia terjatuh, sehingga membuatnya gagal naik podium. 

Tepat di tengah musim, Fabio Quartararo sudah kehabisan pesaing. Sebab, dari 11 balapan MotoGP 2022, pembalap Prancis tersebut sudah membuat jarak 34 poin dari pesaing terdekatnya. Kalau performa Quartararo stabil dalam 12 balapan berikutnya, maka diyakini dia bakal menyandang gelar juara dunia MotoGP untuk kedua kalinya. 

Balapan di sirkuit Sachsenring, Jerman, juga berjalan mulus bagi Quartararo. Sejak tikungan pertama hingga melibas bendera kotak-kotak, dia selalu di posisi terdepan. Tidak ada ancaman dari Francesco Bagnaia atau Aleix Espargaro yang punya performa bagus dalam dua balapan sebelumnya. Menurut Quartararo, dirinya tidak butuh motor tercepat di dunia. Yamaha bukan tipe motor seperti itu. Namun dia senang dengan motor Yamaha yang mudah dikendalikan, sesuai keinginannya. 

Quartararo memang terbilang sebagai pembalap yang unik. Sebelum bakapan di Sachsenring, dia membuat keputusan yang aneh. Karena saat sebagian besar pembalap menggunakan ban keras untuk belakang, justru Quartararo memakai ban dengan compound sedang. Joan Mir dan Pol Espargaro mengikuti strategi ini, namun tidak berhasil. Karena ban untuk melibas sirkuit Sachsenring memang seharusnya ber-compound keras.

"Saya suka berbeda dengan yang lain. Semua orang tahu bahwa membuat perbedaan itu sulit. Ban sedang memang menurunkan kecepatan, tapi saya nyaman dengan pilihan ini," kata Quartararo, yang membuat mekanik hingga produsen ban Michelin geleng-geleng kepala. 

Tetapi memang benar adanya. Ketika balapan dimulai, Quartararo malah tidak menemui masalah dengan ban. Dia justru melaju lebih tenang dibandingkan pembalap lainnya. Meski kecepatannya tidak seperti yang diinginkan. Setidaknya, dia tidak terlempar di tikungan, seperti Bagnaia. Praktis dengan strategi yang tepat, maka Quartararo bisa menjadi juara dunia untuk kedua kalinya. 

Kalau dilihat dari sisi pesaing, Aleix Espargaro mungkin jadi yang paling dekat. Namun Espargaro tampaknya masih terpengaruh dengan insiden kesalahan menghitung lap di balapan sebelumnya. Kondisi mental yang kurang bagus, sangat berpengaruh pada penampilannya kali ini. 

Sementara, jika Bagnaia bisa mengendalikan Ducati miliknya, maka dia bisa jadi ancaman untuk Quatararo. Tapi sampai sekarang, Bagnaia belum terlihat stabil. Kemudian Marc Marquez bukan jadi ancaman lagi. Karena pembalap andalan Repsol Honda tersebut masih belum pulih dari cedera. Terakhir ada Enea Bastianini dan Ducati Gresini Racing. Meski berhasil menjadi pemenang di tiga edisi, tapi tidak konsisten membuatnya terlempar dari 10 besar klasemen pembalap. (*)

Artikel Terkait
Sport
Fabio Qaurtararo Kukuh di Puncak Klasemen Setelah Menang di GP Barcelona

Sport
3 Alasan Andrea Dovizioso Mundur dari MotoGP

Sport
Jelang MotoGP 2022, Hubungan Yamaha dan Fabio Quartararo Malah Retak