Current Issues

Infeksi Subvarian BA.4 dan BA.5 Lebih Ringan Dibanding Delta dan Omicron

Dwiwa

Posted on June 17th 2022

Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami lonjakan hingga tembus lebih dari 1.000 dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan kasus ini pun disebut-sebut karena munculnya Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Lalu, haruskah kita panik dengan hal tersebut?

Dilansir disway.id, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa gejala subvarian BA.4 dan BA.5 lebih ringan dibanding varian Omicron maupun Delta.

"Subvarian BA.4 dan BA.5 ini lebih ringan gejala yang ditimbulkan dibanding dengan Omicron sebelumnya maupun dari Delta," kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam diskusi daring, Jumat 17 Juni 2022.

Dia memaparkan jika subvarian BA.4 dan BA.5 memiliki kemampuan lebih cepat menular dibandingkan varian Omicron sebelumnya. Selain itu kedua subvarian ini juga mempunyai karakteristik untuk menurunkan kemampuan terhadap terapi beberapa jenis antibodi monoklonal.

"Bahkan memiliki kemampuan lolos dari perlindungan kekebalan vaksinasi dan infeksi varian Omicron," ujarnya. "Yang mungkin perlu kita waspadai yaitu immune escape.”

Syahril mengatakan, 20 kasus yang dilaporkan dari kedua subvarian itu, mayoritas mengalami gejala ringan dengan paling banyak dilaporkan adalah demam dan batuk. Kemudian disusul sakit tenggorokan, pilek, mual, badan pegal, dan ada pula yang tidak bergejala.

"Dari 20 pasien yang telah diidentifikasi, delapan orang merupakan pasien berjenis kelamin laki-laki, dan 12 lainnya perempuan," sambungnya.

Berbicara soal status vaksinasi, Syahril mengungkapkan terdapat tiga pasien anak yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. Lalu dua orang baru mendapatkan vaksin satu dosis dan lima orang rampung mendapatkan vaksin dua dosis.

Sementara sembilan orang sudah mendapatkan booster atau suntikan dosis ketiga, dan satu orang pasien sudah mendapatkan booster dua kali atau empat dosis vaksin Covid-19.

"Semua pasien sudah selesai isomannya dan sudah dinyatakan sembuh. Rata-rata semua bergejala ringan kecuali satu orang, 20 tahun perempuan di Jakarta," sebutnya.

"Memang ada keluhan sesak napas, sehingga dikategorikan masuk ke gejala sedang. Tapi Alhamdulillah sudah dipulangkan, sudah sembuh," pungkasnya. (*)

 

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Kenali Gejala BA.4 dan BA.5 yang Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19

Current Issues
Peneliti Siprus Identifikasi “Deltacron”, Kombinasi Varian Delta dan Omicron

Current Issues
Kabar Baik, Studi Ungkap Kemungkinan Omicron Sebabkan Long Covid Lebih Rendah