Sport

Di Balik Foto Ikonik Kobe Bryant yang Diambil 15 Juni 2001

Tora Nodisa

Posted on June 16th 2022

Foto: Tumbler

Los Angeles Lakers juara NBA 2001, tepat pada tanggal 15 Juni. Saat itu menjadi gelar beruntun kedua bagi Lakers, dan piala kedua bagi Kobe Bryant. Karena mendiang Kobe setelah itu, masih bisa membawa Lakers juara tiga kali beruntun di tahun 2009 dan 2010. Tapi bukan itu inti ceritanya. Ini soal foto Kobe Bryant yang merenung di kamar mandi, sambil memeluk Larry O'Brien. 

Ketika foto ini tersebar, ada yang bilang bahwa Kobe sedang menikmati gelar tersebut dengan caranya sendiri. Dia tampak sedang merenungi semua perjalanan yang sudah dia lalui sampai di titik tersebut. Pemain berjuluk "Black Mamba" tersebut tetap fokus dan sedingin es. Seolah tidak ingin larut dalam pesta Lakers di ruang ganti. Dia malah menyendiri di kamar mandi. 

Bertahun-tahun, kita percaya dengan narasi yang dibangun oleh para pengamat NBA, tentang foto tersebut. Membangun Kobe Bryant menjadi seorang bintang besar dengan segala kisah inspiratif. Sampai pada akhirnya setelah 21 tahun foto tersebut muncul, ada yang mengungkapkan cerita aslinya. 

Dikutip dari cerita yang disajikan Bleacherreport, bahwa foto tersebut merupakan puncak dari kesedihan Kobe Bryant. Jadi pada musim kompetisi 2000-01, Kobe bermain di bawah tekanan mental, karena masalah pribadi. Namun di seri final melawan Philadelphia 76ers, dia masih bisa mencetak rata-rata 24,6 ppg, 7,8 rpg, dan 5,6 apg. 

Pada tahun 2000, tepat saat usia Kobe Bryant menginjak 21 tahun, dia bertunangan dengan Vanessa, yang akhirnya menjadi istrinya. Tapi pertunangan tersebut tidak disetujui oleh Joe, ayah Kobe Bryant. Joe kurang suka dengan Vanessa yang merupakan keturunan Latin, bukan Afrika-Amerika. Ayah Kobe mengatakan kalau dirinya menyesal sudah merawat Kobe, kalau pada akhirnya tidak mendengarkan nasihat ayahnya. Kata-kata Joe ini melukai hati Kobe Bryant. 

Perselisihan ayah dan anak ini terus meluas di tahun 2001. Karena saat Kobe dan Vanessa menikah pada 18 April 2001, ayah dan ibu Kobe tidak hadir. Tentu ini sangat menyakitkan. Apalagi Kobe sedang butuh dukungan mental untuk menghadapi Final NBA bersama Lakers. 

Sampai akhirnya Final NBA 2001 tiba, dan tiga pertandingan dimainkan di Philadelphia. Ini menjadi luka ketiga bagi Kobe. Karena keluarga Kobe tinggal di Philadelphia, dan tidak datang ke arena sama sekali. Sehingga saat Kobe menjadi juara, dia malah tertunduk lesu di kamar mandi. Merenungi apa yang sudah terjadi selama satu musim. Bukan tentang permainan NBA, melainkan masalah pribadinya. 

Masalah ini tidak pernah selesai, bahkan sampai Kobe Bryant meninggal dunia. Pada tahun 2016, Kobe pernah mengatakan kalau hubungannya dengan keluarga tidak bagus. Orang tuanya menolah menerima rumah yang dibeli Kobe Bryant untuk mereka. Lalu, orang tuanya menjual barang-barang koleksi dan peninggalan Kobe yang berujung ke gugatan pengadilan. Sampai sekarang, banyak memorabilia mendiang Kobe Bryant di awal karirnya ada di rumah lelang. Dan, Vanessa Bryant sebagai istri mediang Kobe Bryant, tidak bisa berbuat apa-apa. (*)

Artikel Terkait
Sport
Mantan Pemain NBA Lelang Cincin Juara untuk Sumbang Ukraina

Sport
Los Angeles Lakers Juara NBA 2020

Sport
Pemilik Los Angeles Lakers Curhat di Twitter