Interest

Ridwan Kamil, Papanya Eril, Ternyata Ikut Berperan Bangun Kota Surabaya

Jingga Irawan

Posted on June 10th 2022

Dear warga Surabaya, di usia berapa kalian baru tahu kalau Gubernur Jawa Barat saat ini, Ridwan Kamil, punya andil besar dalam membangun kota kalian?

Mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dalam masa jabatannya selama delapan tahun (2002-2010) sukses mengubah wajah dan citra Kota Surabaya. Kota terbesar kedua di Indonesia itu beberapa kali mendapat penghargaan layanan publik. Meraih Adipura. Punya banyak kampung pengelolaan sampah. Hingga menekan masalah banjir. Dari banyak kesuksesan itu rupanya ada campur tangan Ridwan Kamil.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ridwan merupakan praktisi dan dosen arsitektur di Institut Teknologi Bandung. Keterlibatan Ridwan Kamil dalam mengubah wajah Surabaya pernah diungkap Bambang DH dua kali.

Pertama, dalam podcast Jagongan Suroboyo bersama Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya saat ini. Kedua, dalam buku berjudul Bambang DH Mengubah Surabaya karya Ridho Saiful Ashadi tahun 2013.

Ridwan Kamil, yang suka membalas komentar netizen di Instagram dengan lelucon itu, bukan orang sembarangan. Karya arsitektur dan rancangan kotanya bertebaran di seluruh dunia. Mulai dari Singapura, Uni Emirat Arab, Tiongkok, Thailand, Vietnam, Bahrain dan tentu saja Indonesia. Khususnya Surabaya.

“Saya suatu ketika membaca sebuah majalah, judulnya soal perancang kota-kota besar di dunia, ternyata salah satu yang disebutkan itu Pak Ridwan Kamil...Beliau ini juga memenangkan kompetisi rancang bangun perkotaan tingkat dunia,” kata Bambang DH, saat ditanya soal Ridwan Kamil yang membuat Masterplan Kota Surabaya pada masa jabatannya, dalam podcast Jagongan Suroboyo.

Pada November 2004, Bambang DH akhirnya bertemu dengan Ridwan Kamil di Surabaya. Menurutnya, Ridwan sangat senang saat itu. Karena saat Ridwan ingin bertemu wali kota Bandung sendiri sulitnya minta ampun. Tetapi ia bisa diundang oleh wali kota Surabaya.

Sejak pertemuan itu, Bambang DH mengontrak Ridwan Kamil sebagai konsultan perencanaan kota. Tujuannya agar Surabaya punya tata ruang kelas dunia.

Pertama, Ridwan ingin Surabaya punya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang pas. 30 persen RTH, sementara 70 persen untuk jalan dan bangunan. Kedua, bikin warga lebih suka naik transportasi umum. Ketiga, mendorong warga Surabaya agar mau bermain keluar rumah.

Ridwan sampai menyewa jasa EDAW. Sebuah lembaga konsultan tata kota asal Amerika Serikat. EDAW menjadi mitra Ridwan dalam merancang tata kota Surabaya. Bahkan melakukan survei sampai sebulan penuh. Singkat cerita, Surabaya saat itu diketahui sama seperti kota berkembang lainnya. Pembangunannya tak terencana baik.

Mengutip buku Mengubah Surabaya, rencana Ridwan Kamil dari hasil survei itu menciptakan Vision Plan bersama Pemkot Surabaya. Ridwan akhirnya membagi Surabaya menjadi cluster dengan masing-masing potensi. Misalnya, Surabaya Utara dipusatkan untuk aktivitas pelabuhan. Sementara Surabaya Pusat menjadi kumpulan aktivitas administrasi bisnis.

Selanjutnya, Ridwan meminta Surabaya dijadikan sebagai kota waterfront. Dengan sungainya difungsikan secara maksimal. Apalagi, letak kota itu dekat dengan garis laut. Terakhir, Ridwan meminta ruang ramah publik diperbanyak.

Hasilnya, Surabaya saat ini memiliki lebih dari 30 persen RTH. Dengan pengembangan transportasi massal yang murah dan nyaman. Plus, ruang publik yang ramah untuk dikunjungi. Warga Surabaya merasakannya juga toh?

Tak hanya Master Plan Kota Surabaya. Ridwan sampai saat ini juga dikenal karena karya monumentalnya. Seperti Museum Tsunami Banda Aceh, Marina Bay Waterfront Singapura, Ningbo Newton di Tiongkok, hingga masjid Syeikh Ajlin di Palestina. (*)

Foto: Disway

Artikel Terkait
Interest
Pemkot Surabaya Sediakan Hand Sanitizer Gratis, Bisa Dipakai di Sini

Interest
Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya untuk SMA Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Interest
Siap-siap, Jawa Timur Bakal Mulai Terapkan PSBB Akhir April