Sport

Mitos Game 3 Final NBA yang Bikin Pendukung Warriors Deg-degan

Tora Nodisa

Posted on June 9th 2022

Foto: Eurohoops

Jaylen Brown mencetak 27 poin, Jayson Tatum menambah 26 poin. Performa apik kedua pemain, serta tambahan energi dari penggemar di TD Garden membuat Boston Celtics menang 116-110, Kamis, 9 Juni 2022. Kemenangan tersebut membuat mereka unggul 2-1 atas Golden State Warriors. Pendukung The Dubs semakin deg-degan karena mitos di Final NBA. Pemenang di Game 3 biasanya punya peluang besar menjadi juara liga. 

Marcus Smart menambah 24 poin dan membantu Celtics tampil bagus dalam defense. Mereka membuat Warriors hanya mencetak 11 poin di kuarter keempat. Ini merupakan poin terendah pada Final NBA di era shot clock. 

"Pada Game 2, mereka membuat kami panas," kata Smart, dikutip dari Eurohoops. "Akhirnya kami bermain lebih mengandalkan fisik untuk meningkatkan upaya pertahanan."

Bintang Celtics, Jayson Tatum mengatakan fakta bahwa Warriors memanfaatkan kelemahan Celtics di kuarter ketiga. Hal yang menjadi faktor kekalahan mereka di Game 2, dan selalu mereka lakukan di musim reguler. 

"Saya pikir saat ini kami berada dalam kondisi terbaik untuk merespons kondisi sulit. Kami harus berhadapan dengan tim yang bisa berlari cepat dan menembak dengan jitu. Saya pikir kami harus melakukan banyak hal untuk menghentikan mereka. Termasuk memaksa fisik kami hingga batas maksimal," ungkapnya. 

Kemenangan di Game 3 membawa kepercayaan diri Celtics meningkat. Apalagi Game 4 nanti juga diselenggarakan di TD Garden. Mereka punya peluang untuk memenangkan pertandingan tersebut. Terutama kalau kondisi pemain prima, dan mereka tetap bermain dengan intensitas tinggi seperti hari ini. 

Hal lain yang membuat pendukung Warriors deg-degan adalah mitos di Final NBA. Mitos ini berbunyi, tim yang memenangkan Game 3 Final NBA bisa menjadi juara. Faktanya dalam 39 kali Final NBA, ada 32 tim yang menjadi juara setelah mereka memenangkan Game 3. Persentase kemungkinannya adalah 82,1 persen. 

Data lain menyebutkan bahwa Celtics adalah tim dengan persentase juara 80,3 persen dalam 61 kali tampil di Final NBA. Celtics mencetak rekor 49-12 di Final NBA setelah mereka unggul 2-1 di seri pamungkas ini. 

"Energi dari para penggemar, menular ke kami," ujar Al Horford yang menggambarkan bahwa bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan bagi mereka. "Saat saya masuk lapangan, saya yakin kalau kami akan meraih kemenangan."

Data ESPN juga menyebutkan kalau Celtics punya peluang juara lebih besar dari Warriors. Sebab, tim yang dilatih oleh Ime Udoka tersebut tidak pernah kalah berturut-turut sejak bulan Maret 2022. Selama Playoffs NBA 2022, Celtics sudah menang tujuh kali (7-0) di kandang mereka sendiri. 

"Ketika Anda membiarkan sebuah tim merasa nyaman, terutama di kandang mereka, di depan penonton tuan rumah, maka itu sulit," kata Draymond Green yang merasa bahwa Celtics lebih kuat di Game 3. 

Dari sisi Warriors, Stephen Curry bersinar dengan mencetak 31 poin. Dia mengumpulkan 15 poin di kuarter ketiga. Tapi di kuarter keempat, Al Horford menabrak kakinya, hingga menyebabkan Curry tidak maksimal lagi. Kejadian ini sama seperti saat Marcus Smart menabraknya di musim reguler. 

"Saya jelas kesakitan, tapi saya akan baik-baik saja," kata Curry. 

Game 4 akan berlangsung hari Sabtu, 11 Juni 2022. Sementara Warriors akan kembali tampil di kandang mereka, Chase Center, untuk Game 5. (*)

Artikel Terkait
Sport
Head-to-Head Golden State Warriors Vs. Boston Celtics

Sport
Warriors Butuh Satu Kemenangan untuk Angkat Trofi Juara 

Sport
5 Faktor Kemenangan Celtics dari Warriors di Game 1 Final NBA 2022