Interest

NASA Akan Selidiki Planet Penuh Lava, Sampai Disebut Mirip Neraka

Jingga Irawan

Posted on June 5th 2022

Planet "super-Earth" yang ditemukan pada 2004 lalu dan mengeluarkan api karena diselimuti lautan lava akan segera diselidiki NASA.

The James Webb Space Telescope (JWST) beberapa minggu lagi akan memulai operasi penuh. Menurut NASA, salah satu misi pertamanya adalah menjelajahi Exoplanet panas bernama 55 Cancri e.

Juga dikenal sebagai Janssen, 55 Cancri e terletak hanya 50 tahun cahaya dari Bumi. Ia mengorbit bintangnya yang mirip dengan Matahari, Copernicus. Jaraknya juga dekat, hanya 1,5 juta mil dari bintangnya. Sehingga permukaannya sampai terbakar.

"Permukaannya cair benar-benar tak bisa dihuni," kata NASA dalam sebuah pernyataan.

"Dengan suhu permukaan jauh di atas titik leleh mineral pembentuk batuan yang khas, siang hari planet ini diperkirakan tertutup lautan lava."

Menurut NASA, satu tahun penuh di Janssen berlangsung hanya beberapa jam. Jika satu belahan mengalami siang hari, artinya permukaan planet itu tertutup lava. Sementara belahan lainnya mengalami kegelapan.

Letak Janssen sangat dekat dengan bintangnya. Kira-kira 1/25 jarak antara Merkurius dan Matahari. Sehingga tak heran jika planet itu mengalami "lautan mendidih, bebatuan mencair, dan hujan lahar."

Karena 55 Cancri e tak ada di tata surya kita, para ilmuwan secara alami berusaha mendapatkan lebih banyak wawasan tentang planet ini.

Salah satu yang peneliti cari adalah apakah benar exoplanet itu "terkunci.” Artinya, peneliti mencari tahu apakah satu sisi menghadap bintang setiap saat atau planet itu berputar sehingga mengalami siang dan malam.

Pengamatan awal dari teleskop Spitzer NASA menunjukkan bahwa lokasi terpanas planet Janssen tak secara langsung menghadap bintangnya, yang menurut para peneliti aneh. Biasanya, bagian planet yang diterangi oleh bintang mengalami suhu panas.

Namun, ada satu teori yang diajukan adalah bahwa planet ini memiliki "atmosfer dinamis yang menggerakkan panas," kata NASA.

"Itu bisa menjelaskan mengapa bagian terpanas planet ini bergeser," jelas Alexis Brandeker, peneliti dari Universitas Stockholm, pemimpin tim mempelajari planet tersebut.

"Sama seperti di Bumi, permukaan akan membutuhkan waktu untuk memanas. Waktu terpanas dalam sehari adalah pada sore hari, bukan pada siang hari."

Penyelidikan ini nantinya mengarah ke bidang lain bagi para ilmuwan, yang berharap dapat mengungkap apakah planet ini memiliki atmosfer tebal yang didominasi oleh oksigen atau nitrogen.

"Jika memiliki atmosfer, [Webb] memiliki sensitivitas dan rentang panjang gelombang untuk mendeteksi dan menentukan terbuat dari apa," kata Renyu Hu dari Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan.

JWST akan menghabiskan seluruh tahun pertamanya untuk mempelajari 55 Cancri e dan planet super-Earth kedua yang disebut LHS 3844 b untuk lebih memahami evolusi planet berbatu seperti Bumi.

Super-Earth adalah kelas Exoplanet dengan massa lebih tinggi dari Bumi tetapi jauh lebih rendah dari Uranus dan Neptunus.(*)

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Tech
Teleskop James Webb Sukses Tangkap Gambar Terbaik Cincin Neptunus

Tech
Mengenal James Webb, Teleskop Tercanggih NASA yang Segera Diluncurkan

Tech
Teleskop Antariksa Tercanggih NASA Rilis Foto “Kedalaman” Alam Semesta