Tech

Elon Musk: Ngantor Minimal 40 Jam Seminggu atau Out

Jingga Irawan

Posted on June 2nd 2022

Elon Musk menuntut agar para pekerjanya kembali ke kantor. Pada Selasa, 1 Juni 2022, orang terkaya di dunia itu mengirim dua memo yang meminta karyawannya di SpaceX dan Tesla untuk mulai menghabiskan waktu di kantor.

Dilansir The New York Times, dalam email-nya kepada karyawan SpaceX, Musk memberi tahu para pekerja bahwa mereka diharuskan menghabiskan minimal 40 jam di kantor per minggu. Mereka yang enggan melakukannya akan dipecat.

“Semakin senior Anda, semakin harus terlihat kehadiran Anda,” kata Musk dalam memo yang ditemukan The New York Times.

“Itulah sebabnya saya menghabiskan begitu banyak waktu di pabrik, sehingga mereka yang berada dalam produksi dapat melihat saya bekerja bersama mereka. Jika saya tak melakukan itu, SpaceX sudah lama bangkrut.”

Dalam memonya kepada staf eksekutif Tesla, Musk juga menulis bahwa "siapa pun yang ingin melakukan pekerjaan jarak jauh" harus juga berada di kantor minimal selama 40 jam seminggu. Mereka yang menolak harus meninggalkan Tesla.

Memo Musk langsung masuk ke dalam perdebatan sengit tentang cara yang baik bagi perusahaan untuk membawa pekerja kembali ke kantor selama Covid-19.

Selama beberapa tahun terakhir, Apple, Meta, Microsoft, dan banyak perusahaan lain telah berencana kembali ke kantor. Namun, banyak yang menunda tanggal kembali itu karena lonjakan kasus Covid-19 masih terus ada. Pekerjaan jarak jauh untuk perusahaan teknologi menjadi hal umum.

Sikap Elon Musk soal pekerjaan jarak jauh telah menimbulkan kontroversi dalam dua tahun terakhir. Dalam email Maret 2020, Musk mengatakan kepada karyawan SpaceX bahwa mereka memiliki risiko lebih tinggi terbunuh dalam kecelakaan mobil daripada meninggal karena Covid-19.

Pada Mei 2020, Musk juga membantah pejabat lokal di San Francisco Bay Area karena tak mengizinkannya membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California. Tesla menggugat Alameda County, tempat pabrik itu berada, dan tetap membukanya kembali meskipun bertentangan dengan instruksi pejabat kesehatan.

Tesla, yang memiliki lebih dari 99.000 karyawan pada akhir tahun lalu, telah memindahkan kantor pusatnya ke Austin, Texas, dari Palo Alto, California, meskipun masih memiliki manufaktur dan kehadiran operasional yang signifikan di California. Sementara itu, SpaceX saat ini mempekerjakan sekitar 12.000 orang.

Nick Bloom, seorang profesor ekonomi di Universitas Stanford, mengatakan arahan Musk kepada karyawan di SpaceX dan Tesla termasuk di antara perusahaan teknologi yang paling ketat. Banyak perusahaan teknologi malah mempertimbangkan model hybrid, di mana karyawan dapat bekerja dari rumah untuk sebagian hari.

Musk telah lama dikenal sebagai bos yang menuntut. Ia beberapa kali mencoba memberi contoh untuk kerja keras, menghadiri rapat hingga larut malam, mengirim email setiap saat, dan bahkan tidur di pabrik Tesla untuk membantu meningkatkan produksi pada 2018.

Tak jelas apakah Musk akan mematuhi aturannya sendiri untuk menghabiskan 40 jam seminggu di kantor Tesla dan SpaceX. Menurut dua orang yang pernah bekerja dengannya dan berbicara secara anonim untuk The New York Times, dia jarang berada di kantor dan sering bepergian.(*)

Foto: AFP

Artikel Terkait
Tech
Twitter Sepakat Menjual Perusahaan ke Elon Musk Rp 635 Triliun

Tech
Elon Musk Siapkan Rp 436,7 Triliun untuk Proyek Internet Satelit Starlink

Tech
India Imbau Warganya untuk Tak Pesan Starlink Sampai Dapat Lisensi