Entertainment

Siapa Musuh di 'Top Gun: Maverick'? Yuk Kita Selidiki!

Jingga Irawan

Posted on May 29th 2022

Misi untuk Pete "Maverick" Mitchell (Tom Cruise) dan tim andalannya yang terdiri dari pilot pesawat tempurde muda jelas: untuk menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir. Risikonya juga jelas: kalah di medan berbahaya dengan musuh yang bisa menerbangkan jet siluman mutakhir.

Hanya ada satu hal yang tak jelas dalam Top Gun: Maverick dan kebetulan sangat penting: Siapa sebenarnya musuhnya?

Dalam Top Gun: Maverick, pertanyaan itu sengaja dibiarkan blur. Filmnya bahkan menawarkan petunjuk yang tak jelas dan kontradiktif tentang sosok antagonis. Tetapi ini bukan yang pertama, film Top Gun tahun 1986 juga memiliki musuh yang tak jelas.

Pada tahun 1986, ketika Top Gun asli dirilis, Amerika masih berada dalam cengkeraman Perang Dingin dengan Uni Soviet dan Rusia sering menjadi penjahat di setiap film Hollywood. Tetapi Top Gun malah berfungsi sebagai alat rekrutmen yang kuat untuk militer Amerika.

Tingkat rekrutmen angkatan udara melonjak 500 persen setelah film dirilis. Karena apa? Film tersebut tak pernah secara eksplisit menyebut musuh.

MiG-28 buatan Soviet yang diambil Maverick dan Goose dalam misi film itu adalah fiksi. Semua pesawat MiG pasca-perang diberi nomor ganjil, bukan genap.

Pesawat musuh dalam film tersebut sebenarnya adalah Northrop F-5 buatan Amerika, yang dicat dengan tanda ekor. Bintang merah di dalam lingkaran kuningnya mirip pesawat militer Soviet, Tiongkok, dan Korea Utara tanpa secara tepat menyebut salah satu dari mereka. Dengan setting pertemuan di Samudera Hindia, film ini semakin mengaburkan siapa sebenarnya antagonisnya.

Dalam Top Gun: Maverick, musuh digambarkan sebagai negara nakal yang memiliki armada pesawat tempur generasi kelima, dan berusaha untuk memperkaya uranium. Tujuannya mengembangkan senjata nuklir di situs berbenteng tersembunyi di daerah pegunungan terlarang.

Tetapi yang bikin geregetan, film ini tak memberikan petunjuk nyata tentang siapa musuhnya. Pilot dan personel militernya di darat tak pernah terdengar berbicara. Pesawatnya tak memiliki lencana yang akan merujuk ke negara tertentu.

Berbicara tentang misi untuk pilot pesawat tempur muda yang ditugaskan untuk pelatihan, Maverick mengatakan, "Waktu adalah musuh terbesarmu," yang malah tak membantu memperjelas masalah apa pun.

Pesaing yang paling mungkin tampaknya adalah Rusia atau Tiongkok. Militer Rusia dan Tiongkok masing-masing mengoperasikan pesawat generasi kelima. Apalagi, pesawat musuh dalam film itu tampaknya didasarkan pada jet tempur siluman Su-57 Rusia. Topografi bersalju yang bergerigi di mana fasilitas pengayaan uranium berada bisa dibayangkan ditemukan di salah satu negara tersebut.

Tetapi baik Rusia dan Tiongkok sudah menjadi kekuatan nuklir yang mapan. Keterlibatan militer langsung dengan salah satu dari mereka akan segera menjerumuskan AS ke dalam Perang Dunia III, sehingga gagasan bahwa departemen pertahanan akan melakukan misi berisiko untuk menghancurkan fasilitas semacam itu di kedua negara tak masuk akal.

Meskipun Rusia bisa dianggap sebagai negara nakal oleh pemerintah AS, Tiongkok tak demikian. Negara nakal merupakan istilah umum yang digunakan oleh ahli teori hubungan internasional untuk merujuk pada negara-negara yang mengancam perdamaian dan ketertiban global.

Bagaimana dengan Korea Utara atau Iran? Kedua negara tersebut dianggap negara jahat oleh AS. Keduanya memiliki pegunungan yang tertutup salju dan ambisi nuklir yang ingin dibendung oleh Amerika dan sekutunya. Tetapi keduanya tak memiliki jet tempur generasi kelima yang beroperasi.

Iran memang mengumumkan pengembangan pesawat siluman IAIO Qaher-313 pada 2013, tetapi para ahli militer independen telah menyatakan keraguan tentang kelayakan pesawat.

Meskipun produksi selesai pada 2019, ada alasan bagus Paramount Pictures ingin menghindari secara eksplisit musuh film saat proyek tersebut diputar di bioskop setelah beberapa penundaan rilis terkait pandemi.

Dengan dunia yang sudah bergejolak oleh ketegangan atas invasi Rusia ke Ukraina dan perang dingin Tiongkok atas Taiwan, bukan pilihan bagus untuk melempar banyak masalah lain lewat produksi budaya populer.

Ada juga pertimbangan box office. Tiongkok diperkirakan menjadi pasar bioskop terbesar di dunia pada tahun 2022 dan Tom Cruise merupakan aktor yang sangat hati-hati dalam mengembangkan penonton global. Ia telah sering bepergian ke negara itu untuk mempromosikan film termasuk Jack Reacher, Oblivion dan Mission: Impossible.

Satu kali Hollywood menyinggung Tiongkok atau masalah apa pun yang berkaitan dengan larangannya, pemerintah negara itu tak akan segan melarang penayangan filmnya.(*)

Artikel Terkait
Entertainment
Sutradara ‘Top Gun: Maverick’ Jelaskan Alasan Sosok Penjahat Tak Pernah Diungkap

Entertainment
5 Hal yang Perlu Diingat dari Film Pertama Sebelum Nonton ‘Top Gun: Maverick’

Entertainment
Sewa Jet F-18 Sungguhan, ‘Top Gun: Maverick’ Harus Keluarkan Rp 160 Juta Per Jam