Interest

Epidemiolog Unair: Imunitas Warga Indonesia Terhadap Covid-19 Tinggi

Dwiwa

Posted on May 25th 2022

Kasus Covid-19 di Indonesia telah melandai dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini pun membuat pemerintah Indonesia semakin melonggarkan berbagai aturan, termasuk kebijakan penggunaan masker yang kini boleh dilepas di luar ruangan.

Terkait hal itu, Pakar Biostatistika Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Windhu Purnomo dr MS mengatakan saat ini kekebalan tubuh orang Indonesia tergolong tinggi. Hal tersebut terbukti melalui survei sero-prevalence yang dilakukan pemerintah dengan sejumlah universitas.

Dia menjelaskan, pada November hingga Desember 2021, diadakan survei sero-prevalence. Hal ini dilakukan untuk melihat berapa persen masyarakat yang memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19. Hasilnya, persentasenya ternyata tinggi.

“Hasilnya, hampir 86,6 persen penduduk Indonesia sudah memiliki kekebalan tubuh. Dan, itu didapatkan dari orang yang sudah melakukan vaksinasi dan terbentuknya kekebalan tubuh karena infeksi dari virus Covid-19,” katanya.

Kemudian pada Maret 2022, sambung Dr. Windhu, survei sero-prevalence kembali diadakan. Khusus untuk Pulau Jawa. Hasilnya, sebanyak 99,2 persen penduduk memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19. 

Hasil tersebut menjelaskan mengapa kondisi epidemiologi di Indonesia sangat baik. Jadi, aspek tersebut menjadi dasar pemerintah untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan. 

Namun menurut Windhu, pengambilan kebijakan ini dinilai terlalu cepat. Sebab, tren pelonjakan kasus biasanya baru terlihat jelas setelah empat minggu pasca-Lebaran atau libur panjang.

Jadi, semestinya pemerintah perlu menunggu empat minggu untuk melihat apakah terjadi pelonjakan kasus Covid-19. Meski menunggu, Dr Windhu memprediksi kondisinya akan terus membaik dan tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan. Sebetulnya kebijakan tersebut akan lebih tepat dilaksanakan pada akhir Mei atau awal Juni 2022. 

“Sehingga, kalau saran saya sebetulnya kebijakan tersebut dilaksanakan empat minggu pasca lebaran atau pada akhir bulan Mei maupun awal bulan Juni,” pesannya. (*) 

 

Ilustrasi: Pixabay

Related Articles
Interest
4 Makanan ini Dapat Tingkatkan Imun Saat Sakit

Current Issues
Kemenkes Rekomendasikan Germas untuk Lengkapi Prokes di Masa Pandemi Covid-19

Current Issues
Studi: Vaksinasi Covid-19 dan Breakthrough Infection Timbulkan “Kekebalan Super"