Interest

Apakah Memakai Headphone atau Earbuds Saat Tidur Berbahaya? Yuk Cari Tahu

Dwiwa

Posted on May 23rd 2022

Memakai headphone atau earbuds dan mendengarkan musik lembut saat tidur mungkin telah menjadi kebiasaan bagi sebagian dari kita. Alat ini terkadang juga menjadi penyelamat ketika kita tinggal di kota yang tidak pernah tidur atau sekamar dengan orang yang suka ngorok.

Tetapi, bahaya nggak sih sebenarnya tidur dengan memakai headphone? Apakah kita mungkin berisiko mengalami kerusakan telinga jika memakainya terlalu sering, bahkan jika tidak mendengarkan musik sekalipun?

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, audiologis Valerie Paclovich Ruff, AuD menjelaskan jika tidur dengan menggunakan headphone bisa aman asalkan kita menggunakan jenis yang benar dan menjaga volume tetap minimum.

Ada banyak alasan mengapa orang tidur dengan headphone. Beberapa di antaranya adalah untuk menghalau suara bising di luar, relaksasi hingga mengurangi stres.

Dr. Pavlovich Ruff mengatakan orang yang telinganya berdengung (tinitus) cenderung lebih suka tidur dengan memakai headphone. Alasanya adalah mereka ingin dengungan itu berhenti sehingga bisa istirahat dengan tenang.

Apakah bisa meningkatkan kualitas tidur?

Memakai headphone saat tidur mungkin bisa membantu meningkatkan kualitas tidur, atau setidaknya meningkatkan cara kita menyesuaikan diri dengan rutinitas waktu tidur. Namun Pavlovich Ruff mengatakan bahwa hal itu tergantung dari penggunaan headphone yang tepat dan bagaimana kalian menggunakannya.

Saat menggunakan headphone, dia menyarankan agar menjaga volume tetap setengah atau lebih rendah. Orang yang berdiri dalam jangkauan lengan kalian seharusnya tidak bisa mendengarkan apa yang sedang kalian dengarkan. Selain itu, kalian juga harus bisa mendengarkan apa yang mereka ucapkan tanpa melepas headphone.

“Kuncinya di sini adalah volume dan lamanya waktu mendengarkan,” ujar Dr. Pavlovich Ruff. “Kalian dapa mendengarkan musik sepanjang hari jika di tingkat aman, tetapi jika volumenya keras, itu bisa menyebabkan kerusakan pada pendengaran hanya dalam 15 menit.”

Sebuah studi tentang kebiasaan mendengar yang dilaporkan sendiri, menemukan bahwa mereka yang mendengarkan musik selama lebih dari tiga jam lebih mungkin mengalami telinga berdenging. Dan 10 persen melaporkan mendengarkan musik antara 90 dan 100 desibel untuk jangka waktu yang lebih lama, bahkan saat tidur, dapat meningkatkan risiko mereka mengalami gangguan pendengaran di masa depan.

Selain itu, ada juga risiko ketidaknyamanan dan infeksi bakteri saat menggunakan headphone dalam jangka waktu lama. Memasang earbud plastik keras di telinga mungkin tidak buruk dalam jangka pendek. Tetapi tertidur dengan itu masih di telinga dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

Selain itu, earbud ini juga bisa mengunci kelembaban ke saluran telinga, terutama jika kalian tidur setelah mandi. Ini membuat bakteri tumbuh dan menimbulkan infeksi telinga luar dalam jangka panjang. Kalian juga bisa menumpuk lebih banyak kotoran telinga jika memakai headphone terlalu lama.

Selain itu, ada risiko kabel menyangkut ketika tidur atau tidak sengaja menyenggol tingkat volume. Karena itu, headphone over-the-ear atau earbud nirkabel mungkin bisa memberikan lebih banyak kenyamanan. Bahkan ada ikat kepala yang berisi headphone, yang membungkus kepala kalian untuk kenyamanan ekstra.

Gunakan speaker jika memungkinkan

Jika kita tinggal sekamar dengan orang lain, pilihan ini mungkin sulit dilakukan. Tetapi jika bisa, menggunakan speaker eksternal sangat ideal karena menghilangkan tekanan dari telinga. Plus, kalian dapat mengatur timer untuk perangkat tertentu agar mati setelah jangka waktu tertentu. Dengan begitu, pendengaran kalian terbatas pada menit-menit berharga sebelum tertidur lelap.

Efek samping yang harus diwaspadai

Beberapa efek samping dari memakai headphone dapat termasuk merusak telinga luar dan dalam, termasuk gangguan pendengaran. Selain itu, ada kemungkinan terjadi penumpukan kotoran telinga hingga mengalami infeksi yang biasa disebut telinga perenang atau otitis eksterna akut.

Bisa juga terjadi nekrosis karena headphone yang tidak pas sehingga kulit di saluran telinga rusak dari waktu ke waktu. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah terlalu sedikit akibat cedera atau trauma, sehingga sel-sel kulit mati, meninggalkan lesi atau jaringan hitam dan coklat.

“Jika kalian merasakan tekanan, rasa sakit, atau rasa penuh di telinga, itu bisa menunjukkan bahwa steker atau earbud tidak pas,” kata Dr. Pavlovich Ruff. “Mereka dapat membuat lengan khusus untuk earbud agar lebih nyaman, tetapi jika tidur miring, mereka mungkin tidak cukup nyaman.”

Jadi bolehkah tidur dengan headphone?

Jika kalian bersiap untuk siklus tidur berikutnya, kalian boleh tidur dengan memakai headphone hanya jika kalian menggunakan headphone over the ear (menutup seluruh telinga) dan menurunkan volume.

“Saya akan berhati-hati dengan seberapa keras volume dan seberapa pas,” saran Dr. Pavlovich Ruff. “Saya biasanya tidak merekomendasikan memakai headphone ke tempat tidur, tetapi jika kalian memiliki headphone over-the-ear atau gaya ikat kepala, itu lebih baik untuk kalian daripada gaya in-ear. Menggunakan speaker eksternal akan lebih baik.” (*)

Foto: Pexels/ Dzenina Lukac

Artikel Terkait
Interest
Sering Lama Pakai Headphone? Awas Alami Gangguan Pendengaran

Tech
AirPods Max, Produk Headphone Baru dari Apple yang Harganya Max Banget

Tech
Asyik, Apple Lagi Bikin AirPods Entry-Level Buat yang Pengin Gaya Tapi Hemat