Tech

1 dari 4 Pengikut Twitter Elon Musk Adalah Akun Palsu

Jingga Irawan

Posted on May 19th 2022

Orang paling kaya di dunia saat ini, Elon Musk, memiliki total 93,9 juta pengikut di Twitter. Sayangnya, para peneliti mengungkap bahwa satu dari setiap empat pengikut Twitter Musk merupakan akun spam atau bot.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 23,42 persen di antaranya adalah akun palsu atau spam. Hal itu diungkap dua kelompok peneliti, SparkToro dan Followerwonk, yang temuannya dilaporkan Business Insider. Keduanya mengaudit pengikut Twitter Musk.

Mereka mengklaim menggunakan sistem 17 sinyal peringatan. Mereka juga menerapkan algoritma yang memindai 35.000 akun palsu yang dibeli oleh SparkToro. Kedua perusahaan juga secara terpisah menandai 50.000 akun sebagai non-spam.

Pengikut Musk memiliki banyak sinyal kualitas rendah bahkan palsu. Kedua perusahaan riset tersebut juga memperkirakan bahwa lebih dari 70 persen pengikut Musk adalah akun yang belum pernah menulis tweet dalam 90 hari. Artinya, mereka adalah akun-akun yang jarang terlibat di media sosial

Menurut para ahli, pengguna tak aktif ini bukan pengguna asli. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa 70 persen pengikut Musk tak aktif selama lebih dari 120 hari.

Bahkan, para peneliti mengklaim kalau 73 persen pengikut Musk memiliki kata kunci yang berhubungan dengan spam di profil mereka dan 71 persen menggunakan nama lokasi yang tak sesuai dengan nama tempat mana pun.

Elon Musk sempat mengancam akan membatalkan kesepakatan senilai USD 44 miliar (Rp 634 triliun) jika Twitter tak menunjukkan keseriusannya menindak akun spam dan bot.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu lantas mengeluarkan pernyataan kepada Securities and Exchange Commission, pada Selasa, 16 Mei 2022, bahwa Musk tak bisa melepaskan diri begitu saja dari tawarannya senilai USD 44 miliar.

"Twitter berkomitmen untuk menyelesaikan transaksi pada harga yang disepakati," kata perusahaan itu dalam pengajuan SEC-nya.

Bos Tesla dan SpaceX itu setuju untuk membayar USD 54,20 per saham untuk situs tersebut pada 25 April tetapi mengalami penurunan saham sebesar 30 persen, yang ditutup pada USD 37,15 pada Senin, 15 Mei 2022.

Musk akan menghadapi denda USD 1 miliar, ditambah risiko biaya hukum yang besar dan kuat dari gugatan pelanggaran kontrak, jika dia membatalkan kesepakatan.(*)

Artikel Terkait
Tech
Beli Merchandise Tesla Sekarang Bisa Pakai Dogecoin

Tech
Twitter Sepakat Menjual Perusahaan ke Elon Musk Rp 635 Triliun

Tech
Elon Musk Batal Beli Twitter