Interest

Penelitian Ini Sebut Video Game Tingkatkan Kecerdasan Anak, Kok Bisa?

Dwiwa

Posted on May 18th 2022

Jika berbicara video game, kita tentu sudah sering dengar orang mengatakan jika hal tersebut berpengaruh negatif terhadap otak kita. Tetapi menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti di Karolinska Institutet di Swedia, video game justru bisa meningkatkan kecerdasan loh.

Dilansir dari Medical Xpress, para peneliti tersebut melakukan penelitian tentang kebiasaan menatap layar pada anak-anak di Amerika Serikat berkaitan dengan kemampuan kognitif mereka berkembang dari waktu ke waktu. Hasilnya, anak-anak yang menghabiskan waktu di atas rata-rata bermain video game mengalami peningkatan kecerdasan melebihi rata-rata, sementara menonton TV atau bermain media sosial tidak memiliki efek positif maupun negatif.

Di masa sekarang ini, anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar. Bagaimana ini mempengaruhi kesehatan mereka dan apakah itu berdampak positif atau negatif pada kemampuan kognitif mereka masih diperdebatkan.

Hal inilah yang membuat para peneliti di Karolinska Institutet dan Vrije Universiteit Amsterdam secara khusus mempelajari hubungan antara kebiasaan menatap layar dan kecerdasan dari waktu ke waktu.

Lebih dari 9.000 anak laki-laki dan perempuan di AS berpartisipasi dalam penelitian ini. Pada usia sembilan atau sepuluh tahun, anak-anak melakukan serangkaian tes psikologis untuk mengukur kemampuan kognitif umum mereka (kecerdasan). Anak-anak dan orang tua mereka juga ditanya tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan anak-anak untuk menonton TV dan video, bermain video game, dan berinteraksi dengan media sosial.

Dua tahun kemudian, lebih dari 5.000 anak ditindaklanjuti, di mana mereka diminta untuk mengulang tes psikologis sebelumnya. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk mempelajari bagaimana kemampuan anak-anak saat tes bervariasi dari satu sesi pengujian ke yang lain, dan untuk mengontrol perbedaan individu dalam tes pertama.

Mereka juga mengontrol perbedaan genetik yang dapat mempengaruhi kecerdasan dan perbedaan yang terkait dengan latar belakang pendidikan dan pendapatan orang tua.

Rata-rata, anak-anak menghabiskan 2,5 jam sehari menonton TV, setengah jam di media sosial dan 1 jam bermain video game. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang bermain video game lebih lama daripada rata-rata mengalami peningkatan kecerdasan sekitar 2,5 poin IQ di atas rata-rata.  Sementara idak ada pengaruh signifikan yang diamati, baik positif atau negatif, dari menonton TV atau media sosial.

"Kami tidak memeriksa efek perilaku layar pada aktivitas fisik, tidur, kesejahteraan atau kinerja sekolah, jadi kami tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu," kata Torkel Klingberg, profesor ilmu saraf kognitif di Departemen Neuroscience, Karolinska. Institut.

"Tetapi hasil kami mendukung klaim bahwa waktu layar pada umumnya tidak mengganggu kemampuan kognitif anak-anak, dan bahwa bermain video game sebenarnya dapat membantu meningkatkan kecerdasan. Ini konsisten dengan beberapa studi eksperimental bermain video-game,” lanjutnya.

Hasil tersebut juga sejalan dengan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa kecerdasan bukanlah suatu hal yang konstan, melainkan suatu kualitas yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

"Kami sekarang akan mempelajari efek dari faktor lingkungan lain dan bagaimana efek kognitif berhubungan dengan perkembangan otak masa kanak-kanak," kata Torkel Klingberg.

Salah satu keterbatasan penelitian ini adalah hanya mencakup anak-anak AS dan tidak membedakan antara berbagai jenis video game, yang membuat hasilnya sulit untuk dibawa ke anak-anak di negara lain yang memiliki kebiasaan game berbeda. Ada juga risiko kesalahan pelaporan karena waktu layar dan kebiasaan dinilai sendiri.(*)

Foto: Pexels/Samer Daboul

Related Articles
Interest
Rombak Vikendi dan Senjata Baru di Season Baru PUBG

Interest
Kunci Remaja Sehat dan Bahagia Adalah Aktivitas Fisik, Bukan Menghadap Layar

Interest
Peneliti Anjurkan Main Game Saat Jalani Self-quarantine