Sport

Mundurnya Suzuki Mencoreng Wajah MotoGP

Tora Nodisa

Posted on May 14th 2022

Foto: MotoGP.com

Berita mengejutkan datang dari MotoGP. Tepat dua hari sebelum balapan di Prancis, Suzuki secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan keluar dari MotoGP. Pabrikan asal Jepang tersebut sudah berdiskusi dengan Dorna Sports untuk mengakhiri kontrak mereka. Tahun depan, Suzuki tidak ada lagi di starting grid MotoGP. Kabar ini langsung memunculkan reaksi beragam, ada yang sedih, ada pula yang menyebut bahwa mundurnya Suzuki bisa mencoreng wajah MotoGP. 

Reaksi kesedihan tentu saja dibuat oleh dua pembalap Suzuki saat ini, yaitu Joan Mir dan Alex Rins. Kabarnya, Rins menangis mendengar keputusan Suzuki. Sementara Mir sempat marah karena tidak ada pembicaraan sebelumnya. Mundurnya Suzuki dianggap keputusan yang mendadak. Namun dua pembalap tersebut tidak ingin terbebani dengan keputusan Suzuki. Mereka akan menyelesaikan tugasnya sebagai pembalap Suzuki hingga akhir musim nanti.

"Saya merasa cukup baik. Saat ini fokus di balapan saja. Tetapi saya pikir sangat sulit untuk melupakan atau mengesampingkan kenyataan. Tapi saya akan berusaha fokus," kata Rins, dikutip dari Motorsport.com.

Sebaliknya, Joan Mir mengatakan kalau gangguan seperti ini selalu mengancam di setiap musim. Tapi seorang pembalap tidak punya waktu untuk memikirkannya. "Itu normal. Masalah pribadi dan profesional harus dipisahkan. Kami tim yang bagus. Suasana sekarang tidak jauh beda dengan sebelumnya. Kami akan menyelesaikan musim ini dengan maksimal," ungkap Mir. 

Namun pembalap dari tim lain, justru menganggap bahwa keputusan mundur dari Suzuki ini tidak baik. Seperti yang diungkapkan oleh pembalap Yamaha, Francesco Morbidelli. Menurutnya, ada banyak hal yang dikorbarkan, termasuk mencoreng nama MotoGP itu sendiri. 

"Secara pribadi, saya pikir berita ini tidak baik untuk olahraga, khususnya MotoGP. Bukan hal positif. Akan ada begitu banyak tenaga profesional yang akan kehilangan pekerjaan," tegasnya. "Suzuki adalah tim bagus dan sangat kuat. Namun saya tidak memahami situasi mereka dengan Dorna Sports. Itu sulit dipahami. Ini episode yang buruk dari cerita Suzuki."

Sementara itu, pembalap Ducati, Jack Miller berpendapat bahwa keputusan Suzuki mundur dari MotoGP merupakan keanehan. Suzuki mengundurkan diri saat mereka punya motor terbaik. Miller juga menyayangkan bakal ada sekitar 50 orang staf yang kehilangan pekerjaan. 

"Saya terkejut mendengar berita ini. Sangat disayangkan dan aneh. Karena mereka sedang punya motor terbaik musim ini," jelas Miller. 

"Suzuki saat ini punya pembalap yang bagus. Dan, kini mereka harus menemukan pekerjaan baru. Belum lagi ada sekitar 50 staf tim yang harus pergi dan mencari pekerjaan untuk memberi makan keluarga mereka. Ini keputusan yang buruk. Padahal MotoGP akan semakin seru ketika ada tiga pabrikan Jepang bersaing, yaitu Honda, Yamaha, dan Suzuki."

Mungkin di mata pembalap, Suzuki tim yang bagus. Namun di saat mereka tidak menjadi juara dunia, itu tidak baik bagi bisnis. Kurangnya fans, prestasi yang tidak kunjung meningkat, lambat laun akan berpengaruh pada penjualan motor Suzuki di pasaran. Keluar dari MotoGP dianggap sebagai keputusan yang baik untuk menjaga kesehatan perusahaan tersebut. (*)

Related Articles
Sport
Quartararo Pimpin Klasemen MotoGP 2020 Setelah Finis Pertama di Catalunya

Sport
Suzuki Terancam Kian Terbenam, Ducati Berpeluang Mendominasi

Sport
Joan Mir Juara Dunia MotoGP 2020