Opinion

Terkenal Itu Musibah

Helena Tipawael

Posted on October 8th 2018

“Hindarilah popularitas jika anda menginginkan kedamaian.” Begitu kata Abraham Lincoln sang negarawan asal negara Adikuasa itu.

Hah? Apa lagi nih? Emangnya apa itu popularitas? Apa hubungannya sama kedamaian? Kenapa kita harus menghindarinya? Well, dilansir dari kamus Longman; popularitas adalah suatu keadaan dimana seseorang disukai, dikagumi ataupun mendapat dukungan dari banyak orang lain. Tapi ternyata dibalik semua itu, banyak kendala yang disebabkan oleh kemashyuran tersebut. Dari menimbulkan rasa sombong, membohongi diri sendiri sampai ke depresi.

Semakin kesini, aku mulai setuju sama quote dari Presiden Amerika ke-16 itu. Baru-baru aja aku dan teman seangkatan dikejutkan dengan berita bahwa teman kami yang merupakan gadis paling cantik dan terpopular satu angkatan mencoba bunuh diri. WOW! Pertama kali aku dengar kabarnya aku merinding banget. Pertama kali dalam sejarah aku punya teman yang depresi hingga mau bunuh diri. Alasan tekanan mental doi sederhana gengs, yaitu POPULARITAS! Doi yang sewaktu menjadi mahasiswa baru dapat dengan mudahnya dekat dengan kakak kelas, tiba-tiba di awal tahun ke-2 doi ngga punya teman dan pastinya once you have ever been popular, the loneliness kills when you are alone.

Nggak cuman itu loh, peristiwa ini jadi buat aku flashback ke jaman SMA. Ada beberapa geng famous yang kalau lagi berantem ujung-ujungnya musuhin dan ngucilin satu orang. Walaupun mereka pernah sedekat nadi (ecieee~) tapi ngejauhin “sahabat” itu mudah. Faktornya satu, bertemannya ngga tulus, asalkan geng nya bisa populer yaudah deh. Saling iri dan berkompetisi dalam satu grup pun ngga masalah. Sedih nggak sih? Butuh banget kebahagiaan yang fana itu? GRRRRRRR….

Seramnya lagi, sebuah penelitian yang berjudul The Journal of Child Development menyatakan bahwa memang benar; semakin tenar anak muda semakin besar presentasinya untuk terjerumus dalam masalah. Pada dasarnya, berat bagi remaja mempertahankan reputasi disaat emosinya masih belum stabil, remaja cenderung “memaksakan keadaan” untuk melakukan apa saja demi mempertahankan popularitasnya. Nah, “apa saja”nya itu bisa jadi hal-hal yang bertentangan dengan norma dan adat istiadat. Contohnya kayak mengikuti arus hidup kebarat-baratan dan narkoba. 

Moreover, ada 3 hal mengenai ketenaran yang kamu perlu tau:

Lastly, klise tapi benar adanya bahwa kesempatan tak datang dua kali dan penyesalan tak pernah berarti. Sebagai remaja kita sudah seharusnya berusaha untuk produktif. Jangan hanya mengejar ketenaran yang menjauhkan kita dari mimpi-mimpi dan kesuksesan.

Related Articles
Opinion
Pentingkah Jadi Siswa Hits di Sekolah?

Opinion
Beratnya Menjadi Kelas Sulung di Sekolah

Opinion
Lulusan Luar Negeri Lebih Oke, Siapa Bilang?